Tampilkan postingan dengan label judi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label judi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2013

Logika Judi

     Pernahkah anda berjudi? Kebanyakan menang atau kebanyakan kalah? Saya mencoba menjelaskannya secara logika kepada anda.Judi itu hanya masalah probabilitas,anggap saja Timnas Indonesia melawan tim nasional dari Inggris. Tim manakah yang bakal menang?
     Banyak pasti yang memilih timnas Inggris. Karena secara kasat mata Inggris pasti menang jika ditilik dari postur tubuh,tradisi sepakbola,dan lain-lain. Jika judi bola semudah itu maka tidak akan ada yang namanya BeWin,WilliamHill dan perusahaan yang menjadi bandar perjudian.
     Jika perjudian tidak ada vor-vor an. Maka peluang menang anda jika memilih Inggris 50:50. Dengan asumsi skor imbang maka uang kembali. Disinilah peran bandar bermain. Mereka menciptakan yang disebut handicap atau bahasa lainnya vor-voran.
     Handicap ini adalah semacam syarat bagi para petaruh yang memilih Inggris sebagai pemenang. Anggap saja voor 2. Voor 2 adalah apabila Inggris menang 2-0 dianggap draw,skor 1-0 untuk kemenangan Inggris tapi tetap bermakna kekalahan bagi petaruh. Jadi syarat bagi petaruh untuk menang adalah dengan skor kemenangan 3-0 untuk Inggris,atau selisih 3 bola. Boleh 4-1,5-2 dan seterusnya maka petaruh akan menang.
      Handicap biasanya disertai dengan tambahan uang apabila petaruh mengalami kekalahan. Anggap saja seseorang bertaruh untuk Inggris sebesar sepuluh ribu dengan uang tambahan 10% apabila kalah. Maka apabila Inggris kalah maka petaruh harus membayar kepada bandar sebesar seratus sepuluh ribu. Tetapi apabila petaruh menang maka akan dipotong komisi sesuai dengan kesepakatan yang biasanya 5%.
     Apabila kita mencermati dengan seksama,maka peluang petaruh apabila memilih Inggris bukan 1:1 tetapi 1:5.
  • Skor 0-0 = Kalah
  • Skor 1-0 = Kalah
  • Skor 2-0 = Draw
  • Skor 3-0 =Menang
  • Skor 0-1 = Kalah
     Disinilah peluang bandar lebih besar untuk sebuah kemenangan dibandingkan dengan petaruh. Disinilah peran psikologi bermain. Dengan nama besar Inggris,siapa yang berani mendukung tim sendiri? Padahal secara tidak langsung ketika pertandingan dimulai anda sudah kalah dahulu karena skor 0-0 pada awal pertandingan. Pertandingan 11 orang melawan 11 orang.jadi bagaimana bandar bisa bangkrut? Apalagi bandar yang memiliki banyak petaruh,tidak semua petaruh akan memilih Inggris mungkin juga memilih timnas,apabila diklopkan,keuntungan bandar sekitar 5-10%.
      Saya pun tertarik akan satu hal. Siapa yang menentukan Handicap,bagaimana mereka bisa membuatnya? Hingga saat ini informasi akan hal tersebut masih belum bisa saya dapatkan. Apakah mereka membentuk tim khusus untuk berhitung,membuat rumus yang sistematis? Hanya perusahaan yang bergerak di bidang judi yang mengetahuinya.
     Pada akhirnya judi itu kembali pribadi masing-masing,tetapi masih banyak orang yang menggantungkan nasib dengan berjudi,berharap keberuntungan datang kepada mereka dengan bertaruh. Memperoleh uang dengan dengan mudah.
     Sekarang pun Bandar Internasional yang berasal dari Thailand,Singapore maupun Malaysia mulai menyasar Indonesia sebagai pasar potensial yang belum tereksplorasi seluruhnya. Sekian dulu tulisan saya untuk topik judi ini. Semoga bermanfaat.

Senin, 18 November 2013

Lagi-Lagi Judi.

     Tiap hari selalu ada saja pemberitaan di media massa baik koran maupun televisi akan penangkapan judi,mulai dari togel,bola,kartu,sabung ayam. Uang puluhan ribu hingga ratusan juta rupiah dipertaruhkan. Tapi bagi para peminatnya judi tetap saja menarik,walaupun menurut Undang-Undang Negara hal itu dilarang.
     Saya tidak akan membahas mengenai agama. Karena saya pun tidak terlalu mendalami masalah agama,walaupun setahu saya agama pun melarang akan hal tersebut. Mengapa judi tidak dilegalkan? tidak berjudi di indonesia juga masih bisa lari ke Singapura atau Malaysia dimana judi dilegalkan. Pemerintahan disana mendapat devisa,kunjungan wisatawan yang meningkat karena peminatnya ya rata-rata orang Indonesia walaupun semua kembali ke pribadi masing-masing.
     Sudah bukan rahasia lagi apabila pemberitaan penangkapan judi hanya sebatas kelas teri. Yang kelas kakap tidak pernah terekspos. Mengapa demikian? Karena yang kakap mampu "memelihara" orang dalam. Yang anda sendiri pasti mengerti maksud saya.
     Saya pernah hidup di jaman SDSB. Dimana hal tersebut masih dihalalkan oleh pemerintahan jaman dahulu secara terang-terangan. Dibandingkan dengan sekarang yang dimanapun masih hidup walaupun secara tersembunyi dan masih saja ada pungutan liar.
     Saya pun terkadang kagum akan akal-akalan para bandar judi,sebut saja yang saya ketahui yaitu TOGEL(toto gelap). Ini kisah saya di Bandung. di tahun 2004an ada judi legal kata orang-orang di lingkungan saya. Nama permainannya JAYA. Saya pribadi tidak tahu mengapa diberi nama Jaya. Para petaruh diberi waktu hingga pukul 4 sore untuk memasang taruhannya. Dan pengumumannya akan dikeluarkan pada pukul 1 dini hari melalui radio. Bayangkan,melalui radio!!! Pada awal pengumuman akan didengungkan suara lagu khas Sunda,kemudian penyiarnya akan berceloteh tentang nomor yang akan keluar pada hari ini,sembari menambah adrenalin pendengarnya. Seakan kita dibawa ke acara kuis berhadiah puluhan juta rupiah. Entah kenapa akhirnya Jaya ini tutup. Mungkin karena adanya pergantian Kapolri baru yang anti judi.
     Saya mengandaikan jika judi dilegalkan maka pungutan liar tidak ada,pemerintah mendapat untung dari pajak. Banyak orang mendapatkan lapangan pekerjaan. Terlepas dari haram atau tidaknya judi itu sendiri.Itu kan masalah pribadi,mengapa harus diatur sedemikian rupa? RESIKO DITANGGUNG SENDIRI. Toh buktinya Malaysia yang katanya negara yang kulturnya mirip dengan Indonesia maupun Singapura yang negara kapitalis mendapat pendapatan yang sedemikian rupa dari judi itu sendiri.
     Jika ada kesempatan lebih saya ingin menulis dengan detail tentang ragam judi. Mungkin di lain kesempatan

Minggu, 17 November 2013

Judi Lagi

     Melanjutkan tulisan saya  kemarin. Kembali ke kisah teman saya. Ketika ia menjadi bandar ia hidup foya-foya,punya istri simpanan padahal sudah punya anak dan istri di rumah.Dengan gamblang ia menceritakan kisahnya kepada saya,istri sah nya tahu akan pekerjaan suaminya tapi tidak bisa berbuat apapun. Sebagai istri ia patuh kepada suaminya. Ia tahu akan keburukan suaminya. Suka dugem,suka main perempuan. Akhirnya si istri membuat kebijakan dengan memberi izin dengan syarat sang suami memberi uang "jatah" setiap kali ia akan dugem sebesar 1 juta rupiah. Apabila ia ke Jakarta untuk bertemu BIG BOS,tarifnya 5 juta. Mungkin itu salah satu cara untuk mengerem sikap boros sang suami. Daripada uangnya habis untuk hal yang tidak jelas. 
     Jangan pernah bilang jadi bandar itu pasti enak,bayangkan saja jika yang bertaruh itu tidak bayar atau berhutang,bakal mati tidak? Tapi kembali lagi balik ke managemen keuangannya. Tidak semua petaruh itu "nakal". Banyak yang bertaruh karena iseng,untuk menambah adrenalin ketika menonton sebuah pertandingan. Ada pula yang menjadikannya sebagai sumber penghasilan.
     Bandar yang keuangannya bagus adalah bandar yang tidak turut berjudi.Satu-satunya kesalahan yang harus dihindari adalah rasa tamak. Teman saya sebagai bandar ikut bermain sendiri karena emosi.
     Ketika seseorang macet bayar ia harus menanggung sebagai bandar. Sedangkan atasannya tidak mau tahu akan pembayaran yang macet,padahal kalau hanya jadi bandar tidak akan mungkin bangkrut. Hanya mempertemukan A dan B saja sudah dapat komisi. Sistemnya pun seperti MLM. Semakin ke atas semakin sedikit komisi tapi omset semakin besar.
     Semacet-macetnya orang tidak membayar hutangnya masih lebih besar keuntungan seorang bandar. Anggap kita menyama ratakan seperti ini. Dalam satu putaran ada sepuluh petaruh. 9 orang kalah bertaruh,1 menang taruhan. Bandar masih menang dari 8 orang. 2 orang tidak membayar masih untung dari 6 orang.
     Saya mengenal salah satu admin dari bandar ini. Di suatu kesempatan saya bercakap-cakap dengannya.
"Pernah tidak sih bandar kamu sampai rugi ?" Tanyaku
"Tiga bulan belum tentu satu kali,itupun nominalnya kecil."Sahutnya enteng.
"Nominal kecil itu berapa?"
"Dibawah sepuluh juta."
"Emang keuntungan per putaran berapa?"
"Dari Jutaan rupiah hingga ratusan juta bisa didapat dari satu putaran." pungkasnya.

      Saya pun tidak habis pikir,3 bulan hanya mengalami kekalahan hanya satu kali. Dan bisa bangkrut.
     To be continued.....

Sabtu, 16 November 2013

Judi

      Ini adalah pengalaman seorang teman  yang berprofesi sebagai bandar judi yang sudah bertobat. Ini adalah kisahnya.
     E adalah teman SLTP saya. Karena pergaulan yang salah,ia memasuki dunia perjudian. Awal muasalnya ia adalah pengepul taruhan judi bola. Ditangkap oleh polisi,dan akhirnya dijebloskan ke dalam penjara karena judi dalam bentuk apapun di Indonesia adalah melanggar hukum. Narapidana di Indonesia dibeda-bedakan oleh kasus yang ditimbulkan oleh mereka sendiri. Ia dimasukkan kedalam sel bersama para penjudi,pengepul,maupun bandar.
     Tahukah anda? Apabila anda dipertemukan di sebuah sel yang berisi orang-orang yang memiliki minat yang sama,apakah yang terjadi? Ia malah dipertemukan dengan bandar besar,diajari cara bermain yang lebih "bersih."
     Dahulu judi bola bermodalkan sms,atau pengepul di setiap perkampungan. Dari situlah dikumpulkan dan selanjutnya diserahkan kepada bandar. Disinilah nasib sial para pengepul berasal,karena harus merekap apa yang dipertaruhkan para penjudi. Sedangkan para bandar,lebih bersih karena hanya mendata apa yang para pengepul taruhkan.
     Pengepul secara kasat mata memiliki resiko lebih tinggi daripada bandar,tapi memiliki keuntungan yang lebih besar apabila ia memiliki banyak petaruh,dengan hanya mempertemukan para pejudi,ia sudah memperoleh keuntungan. Istilahnya "prok". Dalam judi bola selalu ada "keh" yang berarti uang tambahan apabila kalah. Dan apabila menang terkena potongan  5% dari nominal yang dipertaruhkan. Disitulah pengepul memperoleh keuntungan.
     Bagi yang belum tahu bagaimana bermain bersih,akan saya beritahu. Sekarang adalah jaman internet,disinilah tempat para penjudi lebih aman untuk beraksi. Jika anda adalah pencinta bola,bukalah situs www.livescore.com.
     Di situs ini para pencinta bola bisa mengetahui hasil sebuah pertandingan bola. Situs ini tidak ada unsur judinya. Yang menjadi masalah adalah iklan-iklan di website tersebut,sebutlah IBC,SBO,ITC,dan lain-lain. Situs itu adalah situs judi online. Dilihat dari no contact person berasal dari Singapore,Malaysia dan Thailand. Tetapi jika diperhatikan secara seksama iklan tersebut berbahasa Indonesia. Apakah indonesia termasuk target pasar yang potensial? Walaupun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah banyak situs-situs judi yang diblokir,ingatlah pencuri selalu selangkah lebih maju daripada polisinya.
     Judi dengan internet itu sukar dibuktikan,pertama karena masalah privasi,anggaplah seperti email yang ditanya apa email dan pasword anda? Servernya pun bukan di Indonesia. Tidak bisa dijerat dengan hukum Internasional karena tidak semua negara menganggap judi itu ilegal.