Tampilkan postingan dengan label Review film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review film. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2015

Review Taken 3 (TAK3N) Its End Here



     Akhirnya film Taken 3 rilis. Bagi anda yang telah menyaksikan film taken yang pertama maupun yang kedua tentu tidak akan melewatkan serial terakhir film ini.
      Berkisah tentang Bryan Mills (Liam Neeson) yang dituduh telah melakukan pembunuhan terhadap Lenore (Famke Jansson) mantan istri Bryan , kisah ini mulai bergulir. Pencarian terhadap pembunuh asli Lenore mulai diungkap.
      Kisah pengejaran antara polisi yang dipimpin oleh Franck Dotzler (Forest Whitaker) dan Bryan pun menambah keseruan di dalam film ini. Adegan demi adegan berjalan dengan rapi dan natural.
      Jika anda menyaksikan film ini pertama kali,anda akan terhibur ketika menyaksikannya. Bagi saya pribadi merasa cukup kecewa jika membandingkan film pertama dan kedua karena trik,maupun kecerdikan Bryan tidak terlalu menonjol. Walaupun kejutan demi kejutan ditampilkan di film ini.
     Akhir kata,jika film ini dianggap sebagai penutup serial Taken saya merasa kecewa. Saya masih mengharapkan kelanjutan film ini dengan kisah yang lebih menarik. Walau beberapa film yang dibintangi Liam Neeson memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Bryan Mills.

Selasa, 30 September 2014

Review Film : Odd Thomas


     Apa jadinya jika anda bisa menyaksikan arwah manusia yang telah meninggal? di film ini. Odd Thomas yang diperankan Anton Yelchin memiliki kemampuan ini. Dengan kemampuannya itu ia mampu mengungkapkan kejahatan yang akan terjadi dan yang telah terjadi.
     Berbekal komunikasi dengan arwah,ia menjadi penolong korban meninggal. Film berdurasi 97 menit ini sungguh menarik untuk ditonton,dengan sisi drama yang membumbui film ini. Sangat mengesankan. Cerita yang mengalir,tanpa terlalu banyak misteri. Cocok untuk menemani waktu santai anda.

Rabu, 28 Mei 2014

The Pirate Fairy by Disney



     Liburan segera tiba,bagi anda yang bingung untuk mengisi waktu luang tidak ada salahnya untuk menyaksikan The Pirate Fairy. Terkadang film animasi lebih bermutu untuk disaksikan,apalagi karya-karya Disney yang memiliki banyak pesan Moral didalamnya. Dan dibawah ini adalah soundtrack dari Pirate Fairy,coba cermati baik-baik dan renungkanlah. Sungguh sangat mengesankan.Jadi tunggu apa lagi? Kunjungi toko DVD kesayangan anda

                                                                 "Who I Am"

I know I can reach the top of the world
be all I am it is so beautiful
if only...
I could be brave and I could be strong
I would know where I belong
if only

I wanna feel free to be who I am
what I'm about is more than I've been
ready to show the world who I am
stop letting out or I won't lean in
and find my own place to stand
I could be who I am
oooooooh yeaaay
and coz in the world I'm meant to be
for trying and oh then I can get there
and not gonna stop coz I believe
that it's so much more... to me yea...

I wanna feel free to be who I am
what I'm about is more than I've been
ready to show the world who I am
stop letting out or I won't lean in
find my own place to stand
so I could be who I am
yeaah yea yeaah yea yea
so I could be who I am
I can be who I am
yea...

Kamis, 22 Mei 2014

Review Film X-men :Days Of Future (Past 2014)



     Film yang premiere tanggal 21 Mei 2014 di Indonesia ini mengisahkan tentang nasib para mutant di masa depan. Dimana para mutant diburu oleh Sentinel,robot yang diciptakan oleh Dr. Bolivar Trask (Peter Dinklage) bernama Sentinel menggunakan DNA Raven (Jennifer Laurence).
     Untuk mencegah terjadinya perburuan mutant,maka para anggota X-men yang tersisa Profesor X (Patrick Stewart),Magneto (Ian McKellen),Bishop(Omar Sy),Blink(Fan Bing-Bing),Storm (Halle Berry), Iceman (Shawn Ashmore) memutuskan untuk mengutus Wolverine (Hugh Jackman) dibantu oleh Kitty Pryde (Ellen Page) untuk kembali ke masa lalu. Mampukah Wolverine mengubah sejarah?
     Film ini mengambil 2 latar belakang berbeda,setting yang pertama mengambil tema masa depan dimana populasi mutant yang tersisa terus berperang melawan Sentinel,dan setting pada tahun 1973,dimana Raven akan tertangkap dan dijadikan bahan percobaan oleh Dr Trask. Setting yang saya katakan membuat nostalgia kembali ke tahun 1973.
     Pada tahun 1973 anda akan menemui mutant semacam Quick Silver,Beast,dan tentunya Prof X dan Magneto pada masa muda mereka. Di film ini lebih banyak drama yang terjadi dibandingkan dengan adegan actionnya. Bagaimana Wolverine membimbing Prof X muda untuk bermimpi dan berani mewujudkan apa yang diharapkannya. Pertempuran pada masa depan lebih menarik melalui peran Blink,yang mampu membuka pintu warp,sebuah sajian baru yang seru untuk disaksikan.
     Film bertaburan bintang ini membuat porsi masing-masing karakter menjadi sedikit,tapi jika anda ingin bernostalgia akan character dari film X-Men 1 hingga X-men First Class maka anda akan sangat terhibur akan film ini.

Spoiler: Pada akhir kredit,scene berlatar belakang padang pasir dengan seorang anak (Apocalpse) yang memiliki kekuatan untuk membangun piramid. Cuplikan ini melanjutkan kisah X-men ini ke X-men :Apocalpse yang akan tayang pada tahun 2016. 

Jumat, 02 Mei 2014

Review Film The Amazing Spider-Man 2



     Sudah menonton film The Amazing Spider-man 2? Jika sudah,bagaimana perasaan anda ketika menyaksikannya? Seru,menegangkan atau biasa saja? Jika belum ini adalah reviewnya.
     Film ini melanjutkan kisah the Amazing Spiderman setelah kelulusan SMA,Peter Parker (Andrew Garfield) dan Gwen Stacy (Emma Stone) memutuskan untuk berpisah. Mengingat janji Peter terhadap ayah Gwen (Denis Leary) untuk menjauh dari Gwen.
     Peter bertemu dengan teman lamanya Harry Osborn (Dane DeHaan) yang sedang sekarat. Harry membutuhkan darah Spiderman untuk kesembuhannya. Konflik pun mulai terjadi.
     Di lain pihak,Max Dillon (Jamie Foxx)pengemar fanatik Spiderman karena pernah menyelamatkan nyawanya,mengalami sebuah kecelakaan ketika bekerja di Oscorp,ia digigit oleh ular listrik hasil mutasi.Nanti ia dikenal sebagai Electro,penjahat yang mampu mengendalikan listrik.
     Ada banyak humor yang ditampilkan di film ini,seperti komiknya spiderman memiliki ucapan,gerak tubuh yang bakal mengocok perut anda. Disamping ada drama yang membumbui film ini. Jadi,bagi anda pengemar film superhero tentu anda tidak akan melewatkan kesempatan menonton film ini. Tayang di Indonesia mulai tanggal 30 April 2014.

SPOILER:
Bagi anda yang memperhatikan secara seksama, tampak senjata dari grup Sinister Six yang dikembangkan oleh Oscorp,Jelang ending film,Rhino nampak sedang menghancurkan New York,sedangkan anggota yang lain terdiri dari Green Goblin (Harry Osborn),Electro,Sandman,Dr Octopus,Mysterio akan dikembangkan di The Amazing Spider-man 3. Jadi bersabar saja untuk film Spider-man 3,karena pertempuran yang lebih seru akan disajikan.

Rabu, 02 April 2014

Review Film : Captain America : The Winter Soldier



     Tanggal 2 April 2014 adalah premiere Captain America di Indonesia. Saya sebagai salah satu penggemar film Marvel,maka film ini tidak boleh dilewatkan. Untuk judulnya the Winter Soldier saya rasa kurang pas ketika dijadikan label atau mungkin karena Steve Roger dan Bucky Barnes sama-sama pernah dibekukan?
     Cerita dimulai ketika Steve Roger (Chris Evans) menjalankan misi bersama Black Widow (Scarlett Johansson) atas perintah Nick Furry (Samuel L. Jackson) untuk menyelamatkan kapal SHIELD yang dibajak oleh para tentara bayaran. Disinilah kisah akan semakin berkembang,didalam SHIELD telah disusupi oleh HYDRA,organisasi kriminal dimasa Captain America hidup pertama kalinya.
     Jika anda mengharapkan adegan film ini seperti Iron Man 3,anda tidak akan kecewa,karena ada peran dari Falcon (Anthony Macki) yang meliuk-liuk di angkasa menggunakan sayapnya. Captain America sendiri adalah hanyalah manusia super,ia tidak bisa terbang dan lain sebagainya,tetapi adegan bertarungnya tidak boleh anda remehkan. Dibanding superhero yang lain ia hanya bersenjatakan perisai berlogo Amerika. Cukup mengherankan bagi saya pribadi.
     Kombinasi Black Widow dan Captain sangat menarik mulai dari awal cerita hingga penghujung film, percakapan yang terjalin hingga adegan pertempuran yang sangat menghibur. Masa lalu keduanya yang kabur pun tetap menjadi misteri hingga penghujung film ini. Untuk penggemar action dimanapun anda berada,jangan lupa saksikan film ini di bioskop kesayangan anda.

Catatan Penulis : Di akhir kredit ada 2 film sisipan yang ditambahkan,yang pertama ditemukannya tongkat Loki,dan 2 bersaudara yaitu Quicksilver dan Scarlet Witch yang terpenjara dalam 2 kurungan kaca. Yang kedua,adegan Bucky Barnes (Sebastian Stan) ketika mengunjungi museum Captain Amerika).

Senin, 31 Maret 2014

The Raid 2 :Berandal



     Sudah Menonton Film ini? Film ini baru saja Premiere tanggal 28 Maret 2014 pada hari Jumat. Ekspektasi lebih pasti dinanti oleh para penggemarnya. Apalagi sesudah menonton The Raid yang pertama.
     Saya tidak akan mengulas alur ceritanya,karena sudah banyak yang mengulas film ini. Saya hanya mengungkapkan alasan mengapa The Raid 2 ini harus ditonton.
     Pertama film ini adalah film Indonesia yang mampu menembus jajaran Box Office. Soal kualitas jangan dipertanyakan lagi.
     Kedua,film ini saya harus acungkan jempol untuk adegan perkelahiannya. Benar-benar realistis, tanpa efek CGI,benar-benar murni. Koreografi pukulan,tendangan,sabetan,tembakan,darah,maupun sayatan nampak nyata. Dibandingkan dengan film 300 Rise of an Empire. Saya menyukai film ini jauh.
     Yang ketiga,peran Julie Estelle sebagai Hammer Girl di film ini,menjadi warna tersendiri,dia satu-satunya wanita yang terlibat dalam adegan perkelahian di film ini. Bukan saja sebagai pemanis, tetapi menjadi musuh yang sukar dikalahkan. Sudah cantik,pandai berantem lagi,siapa juga yang tidak terpikat. Hm...
     Keempat,pertarungan tidak hanya menggunakan tangan kosong,melainkan berbagai macam senjata yang di film manapun jarang digunakan,macam palu,pemukul baseball,dan pisau kerambit(Pisau kecil melengkung mirip celurit),dan adegan kejar-kejaran ala film barat pun tersaji disini.
     Kelima,melalui film inilah diperkenalkan seni beladiri pencak silat,porsi yang cukup besar disajikan dan ditonton masyarakat bahwa Indonesia pun mempunyai seni beladiri yang layak untuk diakui dunia.

     Film berdurasi 150 menit ini tidak terasa ketika ditonton. Jadi siapkan waktu anda untuk menonton film ini. Dukunglah perfilman Indonesia dengan menonton film ini di bioskop kesayangan anda.

Catatan penulis : Jika anda tidak menyukai darah,jangan tonton film ini,apalagi membawa anak kecil menonton film ini,sangat tidak disarankan. Mungkin karena itulah Malaysia mencekal film ini. Adegan demi adegan cukup brutal,tapi buat saya pribadi,film ini benar-benar action banget !!!

Senin, 17 Maret 2014

Review Film : Saving Mr. Banks


     Cermati poster film diatas. Pada bayangannya terlihat gambar tokoh kartun terkenal yaitu Mickey Mouse dan disampingnya adalah karakter yang akan diceritakan pada film ini.Menarik? Tentu saja karena ada nama besar Disney.
     Pada awalnya mungkin anda dibuat bingung akan penceritaan film ini. Karena ada cuplikan-cuplikan kenangan,yang seiring dengan berjalannya waktu anda akan mengerti. Jadi benar-benar fokuslah menonton film ini. Bagi saya film ini sangat mengesankan.
     Film ini menceritakan bagaimana pengarang buku P.L. Travers (Emma Thompson) mengalami krisis keuangan. Sehingga ia melepaskan karyanya berjudul Mary Poppins kepada Walt Disney (Tom Hanks) untuk difilmkan.
      Dalam pembuatannya Pamela Travers terbang dari Inggris ke studio Disney di California. Disinilah film ini akan berkutat,bagaimana pergumulan Mrs Travers untuk melepaskan karyanya untuk diolah Disney,bagaimana ia memandang kehidupan,serta usaha untuk menyembuhkan kenangan masa lalu.
     Proses Disney meyakinkan Mrs Travers untuk mempercayakan pembuatan film Mary Poppins kepadanya pun memiliki proses yang cukup panjang. Bagaimana Tom Hanks memerankan Walt Disney sungguh memukau. Film berdurasi 124 menit ini memiliki banyak pesan bermanfaat bagi para penontonnya.
     Pada kisah masa lalu ayah Mrs Travers yaitu Travers Goff (Colin Farrell) memiliki andil besar dalam pertumbuhannya. Peran Colin Farell sungguh menarik untuk disaksikan. Poin dalam setiap film Disney selalu ditumbuhkan mengenai mimpi. "Kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan."
     Sebagai penutup ada satu percakapan sepele yang mengena bagi saya pribadi, "A man must shave for to spare his daughter's cheeks." Saya sendiri jarang mencukur janggut saya kecuali sudah sangat panjang karena malas,melalui petikan tulisan ini saya tersadar akan pentingnya mencukur janggut.
    

Kamis, 13 Maret 2014

Review Film : Homefront (2013)


     Apa yang anda harapkan ketika menyaksikan nama John Statham terpampang di cover film ini? Adegan baku hantam tentu yang anda harapkan. Harapan anda akan terpenuhi di film ini.
      Film ini mengisahkan tentang Phil Broker (Jason Statham) mantan agen DEA yang memutuskan pensiun,setelah melaksanakan misi terakhirnya yaitu menyamar menjadi anggota moge (motor gede),yang berkecimpung dalam sindikat narkotika dengan menangkap kepala sindikat 'Danny Turrie (Chuck Zito),misi pun berhasil.
     Ia memutuskan untuk menghilang dari keramaian kota dan menyepi ke sebuah desa. Bersama anak perempuannya Maddy Broker ( Izabela Vidovic),ia menempuh hidup yang baru sebagai tukang kayu.
     Ternyata masa lalu tak bisa lepas darinya,melalui Morgan Bodine (James Franco) seorang pengedar dan pembuat narkotika di desa tersebut. masa lalu Phil terkuak. Misi balas dendam Danny pun dimulai.
     John statham sangat pas memerankan karakter yang pelit senyum tetapi tetap mempesona melalui perannya sebagai ayah di film ini. Jadi jangan lewatkan film ini.

Review : In A World (2013)



     Pernah membayangkan bagaimana pekerjaan seorang dubber atau pembaca narasi dalam dunia nyata? Jika belum coba tonton film ini,sedikit banyak anda akan mengetahui  akan dunia tersebut.Sebuah dunia yang jarang terekspos tetapi memiliki peran penting dalam sebuah film.
     Fikm ini mengisahkan Carol (Lake Bell) anak dari Sam (Fred Melamed) seorang pembaca narasi
yang terkenal. Carol mencoba membuktikan diri kepada sang ayah melalui audisi pembaca narasi the amazon games.
     Melalui film ini kita dapat menyaksikan bagimana mereka menjaga kualitas suara agar nyaman untuk kita dengar. Menjadi seorang narasi pun merupakan suatu tantangan tersendiri yang tidak dapat diremehkan.
     Saya menyaksikan film ini turut dibuat merinding akan suara yang mereka keluarkan. Saya jarang mendengar narasi sebuah film secara seksama terkadang hanya sebari lalu,padahal melalui narasi tersebut adalah iklan untuk menarik penonton agar mau menonton. Durasi yang hanya beberapa menit,tetapi butuh proses yang cukup lama untuk mengerjakannya.
     Jadi tunggu apa lagi? Yuk segera tonton film ini.

Selasa, 11 Maret 2014

300 : Rise of an Empire



     Sudahkah anda menonton 300 Rise Of An Empire? Selesai nonton film ini saya merasa mual, terlalu banyak darah ditampilkan. Efek darah yang keluar pun terlalu didramatisir.
     Peperangan antara Yunani dan Persia yang diceritakan pada film 300 (2006) dilanjutkan kembali pada film 300 Rise of the Empire. Apabila pada 300 peperangan berfokus pada Hell Gate dimana dengan jumlah 300 orang,bangsa Sparta dapat menahan Xerxes dalam waktu yang cukup lama.,maka pada 300 Rise Of An Empire peperangan banyak mengambil lautan sebagai latar belakang peperangan yang terjadi.
     Pada ROE,film ini berkisah tentang Themistokles (Sullivan Stapleton),pahlawan Yunani yang berhasil mengusir bangsa Persia yang dipimpin oleh King Darius (Igal Naor) dan sang anak yang dikemudian hari dikenal sebagai Xerxes (Rodrigo Santoro).
     Peran Xerxes tidak terlalu menonjol pada ROE digantikan oleh Artemisia (Eva Green). Seorang warga Yunani yang memiliki dendam terhadap tanah airnya karena masa lalu yang kelam.
      Jika anda menonton film 300,maka anda akan memahami cuplikan bangsa Sparta yang dipimpin oleh Raja Leonidas (Gerard Butler)dan Ratu Gorgo (Lena Headey).
     Saya tidak bisa menjelaskan secara detail film ini,karena begitu banyak pertempuran yang terjadi dari awal hingga penghujung film. Jika anda menyukai film action yang berdarah-darah maka film ini cocok untuk anda tonton di bioskop,walaupun pada beberapa bagian film sudah terkena sensor oleh LSI dan pemotongan adegannya pun terasa sangat banyak,sehingga alur cerita terasa berlompatan.

Minggu, 02 Maret 2014

Review film : 3 Days To Kill


     Film ini mengisahkan agen CIA bernama Ethan Renner (Kevin Costner) memutuskan pensiun karena mengidap penyakit yang akan merenggut nyawanya dalam waktu 5 bulan bahkan kurang. Ia memutuskan untuk kembali ke keluarga yang telah lama ia tinggalkan. Sang istri Christine Renner (Connie Nielsen) dan anaknya Zoey Renner (Hailee Steinfeld) yang telah beranjak remaja.
      Tetapi tugas masa lalu untuk menghabisi target bernama The Wolf (Richard Sammel) yang belum ia selesaikan memanggilnya kembali melalui agen Mon Cheri aka Amber Heard (Vivi Delay) yang menjanjikannya obat eksperimen untuk menyembuhkan penyakit Ethan.
     Film berlatar belakang Paris ini terlihat sangat menarik,dengan banyak mengambil gambar menara Eifel yang sangat terkenal ,dalam kondisi siang maupun malam. Benar-benar menggoda para penonton untuk mengunjungi Paris.
     Untuk konsep cerita,tampak pemisahan antara kisah keluarga maupun ketika mencari The Wolf. Adegan action semacam tembak-tembakan maupun baku hantam menggunakan tangan kosong akan sering ditemui,tetapi yang menarik bagi saya adalah kisah keluarga bagaimana seorang ayah yang mencoba kembali menjalin hubungan dengan anaknya yang lama ia tinggalkan. Bagaimana ia harus berkomunikasi dengan remaja beserta problematikanya.
     Bagi anda yang mencari film sebagai hiburan, film ini sangat saya anjurkan karena banyak sekali kelucuan yang terjadi,baik melalui percakapan,gestur tubuh,maupun tindakan-tindakan yang membuat saya terpingkal-pingkal.
     Jika anda mengharapkan kisah yang rumit tentang CIA akan aksi spionase yang serius,penyadapan, serta kisah baku hantam dari awal hingga akhir cerita maka anda akan kecewa. Walau cerita film ini saya rasa sedikit dipaksakan,tapi sebagai hiburan pelepas penat,jangan lupa tonton film ini karena saya jamin minimal anda akan tersenyum menyaksikan kekonyolan demi kekonyolan yang disajikan di film ini.

Sabtu, 15 Februari 2014

Review Film : Switch / Tian ji: Fu chun shan ju tu (2013)


     Penggemar Andy Lau ? Maka mungkin anda akan menikmati film ini. Penelusuran saya melalui situs IMDB akan film ini hanya diberi skor 2/10. Membuat saya terkejut. Tetapi karena rasa penasaran saya tetap menonton film yang berdurasi 120 menit ini.
     Dikisahkan Xiao Jinhan (Andy Lau) adalah seorang agen dari China yang harus berhadapan dengan Yakuza Jepang Yamamoto (Dawei Tong) dan Pedagang asal Inggris untuk menyelamatkan perkamen bersejarah asal China.
     Bahasa Inggris bercampur dengan bahasa Mandarin yang sekedar tempelan,cerita yang lompat-lompat sukar untuk diikuti dan pergantian scene yang tidak mulus membuat tidak nyaman untuk dinikmati,terasa hambar,tanpa emosi. Seperti kisah Jinhan dengan Lin Yuyan(Jingchu Zhang) beserta sang anak hanya sebagai pemanis cerita,tidak tereksplorasi dengan dalam.Cerita Yamamoto dengan Lisa(Chiling Lin) pun terasa ganjil bagi saya yang menyaksikannya.
     Yang hanya bisa diapresiasi hanyalah Ketika kisah ini berpindah ke Atlantis hotel Dubai. Background yang memang pada dasarnya sudah mewah. Yang membuat saya bertahan untuk menonton hingga tuntas adalah untuk menikmati kemolekan dan paras dari Chiling Lin dan  Jingchu Zhang.
     Akhir kata,jika anda memiliki waktu dan uang berlebih baru tontonlah film ini. Skor 2/10 memang sangat pantas disematkan untuk film ini.

Selasa, 28 Januari 2014

Review Film : Escape Plan


     Anda pengemar Sylvester Stallone (67 tahun) dan Arnold Schwarzenegger (66 tahun)? Maka jangan lewatkan film action ini.Film yang menunjukkan eksistensi para aktor kawakan bahwa di usia senja mereka masih berkarya. 
     Film ini mengisahkan tentang pekerjaan Ray Breslin (Stallone) sebagai pakar pembobol penjara yang terkemuka,diberi tantangan seorang yang tak dikenal untuk meloloskan diri dari penjara yang diklaim sebagai tempat teraman di dunia,dengan bayaran yang menggiurkan. Maka kesepakatan pun terjadi.
     Seiring dengan berjalannya cerita Ia bertemu dengan Emil Rottmayer (Arnold Schwarzenegger) untuk bahu membahu untuk meloloskan diri dari penjara. Cerita pun bergulir dengan latar belakang penjara dari awal,pertengahan,hingga akhir cerita. Tidak ada adegan kejar-kejaran mengingat faktor usia para aktor. Tetapi adegan baku hantam beserta tembak-tembakan masih menghiasi film ini. Terutama dengan machine gun yang selalu bersanding dengan Arnold Schwarzenegger dalam setiap film yang dibintanginya
     Film dengan ending yang mudah ditebak. Bagi para pengemar film action,film ini menghibur tanpa harus berpikir dengan rumit. Dengan durasi 115 menit,waktu tak terasa ketika menikmati film ini.

Minggu, 19 Januari 2014

Review Film : Last Vegas


     Apa jadinya ketika Michael Douglas,Robert De Niro,Morgan Freeman,Kevin Kline dalam satu frame? Para aktor kawakan ini dikumpulkan menjadi satu dalam film Last Vegas.
     Film ini mengisahkan tentang 4 sahabat yang telah menjalin hubungan selama hampir 60 tahun. Berpusat pada kisah Billy(Michael Douglas) yang akan melakukan pernikahan di usianya jelang ke 70. Ia mengundang Paddy(Michael Douglas),Archie(Morgan Freeman),Sam (Kevin Kline),untuk menghadiri pernikahannya,untuk mengenang kisah-kisah masa lalu mereka.
     Kisah yang berpusat di Las Vegas,sungguh menarik untuk disaksikan,dimulai dari latar belakang yang menarik,plot cerita ringan yang mengisahkan problematika pria lanjut usia,diimbangi dengan akting para aktor kawakan,sederhana,tapi menyentuh.
     Contoh sederhana,ketika Archie dihadapkan dengan sang cucu. Ia menemani sang cucu sembari mengendong,tetapi sang anak melarangnya. Karena Archie mempunyai masalah jantung,jadi tak boleh terlalu lelah. Banyak larangan yang ia harus terima. Bukankah itu membuat sang kakek merasa tidak berguna? Menjadi cerminan ketika kelak kita menjadi tua.
     Perseteruan antara Billy dan Paddy pun menjadi kisah yang menarik untuk diikuti. Film para "orang tua" yang berjiwa muda. Sungguh sangat layak untuk menjadi tontonan dikala senggang. Film berdurasi 105 menit ini terasa renyah untuk ditonton.
     Bagi anak muda bisa dijadikan pembelajaran ketika menghadapi masa tua. Kehilangan istri yang dijemput maut,kebosanan akan pernikahan yang berlangsung selama 40 tahun.Akhir kata,tonton saja nikmati apa yang disajikan.

Senin, 06 Januari 2014

Review Film : About Time


     Apa jadinya jika kita bisa kembali ke masa lalu? Diceritakan Tim (Domnhall Gleeson),seorang pengacara muda yang hidup di London ketika ia berumur 21 tahun ada rahasia yang sang ayah (Bill Nighy) beritahukan ketika Tim berkunjung ke Cornwall. Ia dapat kembali ke masa lalu.
     Maka cerita pun mulai bergulir bagaimana ia memulai mencari cara terbaik untuk mencari kekasih. Trial dan error terus terjadi,tetapi selama ia bisa kembali ke masa lalu maka tidak ada masalah.Film ini tidak selalu mengenai percintaan,ada juga problematika keluarga,layaknya keluarga normal dan efek samping dari perbaikan yang ia lakukan di masa lalu dipaparkan seiring berjalannya waktu.
     Cerita yang mengalir dengan durasi 120 menit tidak membuat saya bosan,selalu ada kejutan-kejutan kecil,sesuatu yang sederhana tapi sangat bermakna. Bagaimana kita menghargai waktu,dan memandang dari sudut pandang yang lain. Bagi pengemar drama romantis film ini tidak boleh dilewatkan. Film ini diberi rating oleh IMDB sebesar 7,8. Sungguh sangat pantas.

Minggu, 29 Desember 2013

Review The Heirs


     Drama Korea ini sukses saya tonton habis dalam waktu 3 hari. Film berdurasi 60 menit sebanyak 20 episode ini berhasil membuat saya penasaran dengan alur ceritanya. Karakter yang banyak,tidak membuat saya kehilangan momen,karakternya malah saling melengkapi.
     Saya tidak akan menceritakan mengenai karakter masing-masing,karena sudah banyak berita yang beredar jika kita mencarinya di Google.Saya ingin melihat sudut lain dari sebuah film ini. 
     Alasan pertama saya menonton karena ada Park Shin Hye sebagai aktris perempuan. Bagi para perempuan,Lee Min Ho tentu tidak asing bagi pengemar drama Korea.
     Pada awalnya saya tertarik akan lokasi syuting yang terletak di Los Angeles California. Sungguh eye catching,apalagi rumah yang dihuni Kim Tan(Lee Min Ho) dengan kaca rumah yang tinggi disertai kolam renang yang langsung menghadap pantai.Episode awal yang begitu menarik.Selanjutnya,lokasi syuting berpindah ke Korea Selatan.
     Cha Eun Sang (Park Shin Hye) memiliki ibu yang tunawicara diperankan sangat apik oleh Park Hee-Nam (Kim Mi Kyung). Sosok ini begitu menarik dikarenakan mengunakan bahasa isyarat ketika berkomunikasi,dan menulis menggunakan kertas dan spidol ketika berhadapan dengan Han Ki-Ae(Kim Sung-Ryoung) ibunda Kim Tan. Anda akan menemukan kelucuan-kelucuan yang terjadi secara natural ketika melihat side story dari ke-2 pemeran tersebut.
     The Heirs memiliki cerita menarik akan permasalahan pribadi masing-masing karakternya. Pergumulan,tantangan yang sebagian besar terjadi karena permasalahan umum yang terjadi. Ketika seseorang diberikan pilihan antara memilih uang,ketenaran atau cinta. 3 Hal yang saling bertentangan tersebut dieksplorasi sangat baik.  Resiko yang akan ditanggung ketika memilih antara salah satu hal tersebut pun dipaparkan dengan jelas hingga penghujung film.
     Jelang ending,terlalu banyak flashback yang membosankan,tapi mungkin untuk mengingatkan para penonton akan apa yang telah terjadi,karena di Korea sendiri penayangannya 1 minggu 2 kali. Sedangkan saya menghabiskan waktu 7 episode dalam sehari. Jadi masih segar di ingatan saya akan film tersebut.
     Sekian tulisan saya mengenai film serial ini. Film recomended untuk mengisi waktu di masa liburan,walau saya sendiri bukan pengemar K-drama.

Rabu, 13 November 2013

Review Film : 2 Guns


http://cdn.mos.totalfilm.com/images/e/exclusive-2-guns-poster-137547-a-1371721448-470-75.jpg 

     Apa jadinya apabila CIA,DEA,US NAVY dan Kartel narkotika Mexico bertemu dalam sebuah bisnis kotor? Seru pastinya. Itulah yang dikisahkan dari film 2 Guns. Film action comedy yang menarik untuk disaksikan dengan durasi 110 menit. Diperankan oleh  Denzel Washington (Robert 'Bobby' Trench) & Mark Wahlberg (Michael 'Stig'Stigman).
     Bagi pengemar film action film ini jangan sampai dilewatkan,cukup nikmati saja apa yang disajikan dari menit ke menit,dengan alur maju dengan tempo medium,misteri yang terjadi akan terungkap dengan perlahan. Beserta latar belakang masing-masing karakter yang tidak dijelaskan pada awal cerita.
     Simak Trailernya dibawah ini

   






Minggu, 20 Oktober 2013

Monster University

      Baru saja selesai nonton film " Monster University "Ada satu pelajaran yang bisa aku dapat dari film ini. Film yang mendapat rating dari IMDB sebesar 7.5 ini bagi saya cukup menghibur.
Ini adalah salah satu percakapannya. 

                                                     *WARNING SPOILER*
Pada menit 56 dimana kelompok OK dijadikan bulan-bulanan.
MIKE  "we need to keep trying"
SULLIVAN  "No you need to stop trying! You can train monster like this all you want but you can change who they are.
Don Carlton "no matter how much we train we will never look like them.We built for other things"

         Disini konflik sedang terjadi. Dimana Mike percaya bahwa mereka pasti bisa dalam kompetisi tersebut sedangkan lainnya putus asa. Kata-kata Don Carlton memang benar "seberapa banyakpun kita berlatih kita tidak seperti mereka. Kita diciptakan untuk hal yang lain." Jika dibuat perumpamaan di kenyataan adalah antara mobil 1000 cc dengan mobil 6000 cc. Mobil dengan 1000 cc tidak bisa dibuat berkompetisi dengan 3000cc. Bagaimanapun mobil dirombak sedemikian rupa tidak akan mampu menyaingi kecepatan lari mobil 6000 cc. Tapi apakah itu membuat kita menyerah begitu saja karena bakat yang tidak kita miliki?
        Pertanyaan itu terjawab ketika Mike mengajak kelompoknya ke Monster INC. Untuk melihat cara kerja karyawan di sana. "Take a good look fellas see what they all have in common?there is no one type off scarer. The best scarer use their differences to their advantage."
        Di Monster Inc tersebut ada begitu banyak tipe monster dengan kelebihan dan kekurangan mereka,tapi mereka mampu mengoptimalkan apa yang mereka miliki dengan kelebihan yang mereka  miliki.
       Balik  lagi ke perumpamaan mobil. Untuk kecepatan lari 1000cc mutlak kalah,tapi jika diadu kelincahan atau adu cepat parkir dalam keadaan yang adil saya yakin yang menang mobil 1000 cc. Mobil dengan 6000cc pasti berbodi besar,dan kelincahan ketika menghadapi macet pun patut dipertanyakan. Yang terakhir tingkat konsumsi bensinnya pun bakal berbada jauh. Mengertikah poin yang saya jelaskan dengan perumpamaan di atas?
      Pada kenyataannya kita sedang berpacu dengan diri kita sendiri. Menjadi pribadi yang lebih baik tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain. Menjadi pribadi yang optimal. Ketika seseorang membanding-bandingkan dengan orang lain maka tidak akan pernah rasa puas yang muncul. Dan mentertawakan orang yang berada di bawah kita. Itu yang saya alami pada masa lalu. Selalu merasa tidak puas ,kurang bersyukur,karena selalu menatap langit tanpa menjejak tanah memperhatikan sekitar.

"Bersyukurlah karena kita ini unik "

Minggu, 29 September 2013

Miracle in Cell No. 7 Review

           Baru selesai nonton film ini,biasanya walaupun saya tidak terlalu suka dengan drama,apalagi produksi korea. Tapi yang satu ini memang layak tonton untuk keluarga. Rating (9/10) dikarenakan acting Kal So- Won yang begitu menawan.I LOVE THIS DRAMA.....


Seorang ayah ( Ryoo Seung - Ryong ) , yang cacat mental , tapi mencintai putrinya. adalah tersangka kejahatan atas pembunuhan seorang anak kecil dan dikirim ke penjara . Kemudian, putrinya Ye - Seung ( Park Shin Hye) , yang adalah seorang mahasiswa sekolah hukum , bekerja untuk membuktikan dia tidak bersalah . 
         Cerita ini dimulai pada tahun 1997 , Yong - Goo hidup bahagia bersama putrinya Ye - Seung ( Kal So- Won ) , meskipun ia memiliki kecerdasan seorang anak . Mereka berhenti di sebuah toko mainan  untuk  melihat sebuah ransel Sailor Moon yan berwarna kuning,yang ia harap untuk diberikan kepada putrinya . Suatu hari , mereka melihat bahwa tas  ransel itu tersisa satu di toko itu. Dan telah dibeli oleh seorang. Keesokan harinya , gadis yang membeli ransel melihat Yong - Goo bekerja di tempat parkir . Dia mengatakan kepadanya bahwa dia tahu toko lain yang menjual tas punggung yang sama . Yong- Goo mengikuti gadis itu. Beberapa saat kemudian, gadis itu terbaring di tanah tak sadarkan diri dan Yong - Goo sedang mencoba untuk melakukan CPR . Seorang wanita berjalan melewati dan menelepon polisi .Yong- Goo dituduh menculik dan pembunuhan . Ayah dari gadis yang mati juga Kepala Badan Kepolisian Nasional . Yong- Goo diberikan hukuman mati dan dipenjara .  
         Di penjara , Yong - Goo berbagi sel penjara dengan lima narapidana lainnya . Suatu hari , Yong - Goo menyelamatkan kehidupan teman satu selnya Jadi Yang - Ho ( Oh Dal - Su ) dari penjara pemimpin geng saingan. Jadi Yang - Ho kemudian menawarkan untuk membantu Yong - Goo dengan cara apapun yang dia bisa untuk membalas budi . Yong- Goo menceritakan Jadi Yang - Ho bahwa ia ingin melihat putrinya Ye - Seung . Kelima narapidana kemudian berencana untuk membuat keajaiban terjadi .