Minggu, 10 November 2013

Regret / Penyesalan

     Setiap orang pasti pernah menyesali suatu hal dalam hidup: mereka mungkin melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan, atau justru tidak melakukan apa yang mesti dilakukan. Sebagian orang bahkan memiliki penyesalan yang dibawa seumur hidup, dan semakin terasa ketika sedang menghadapi kematian. Bronnie Ware adalah seorang perawat yang berasal dari Australia. Ia  bekerja beberapa tahun dalam perawatan paliatif, yaitu proses perawatan pasien yang sedang menantikan 12 minggu terakhir dalam hidup mereka. Ia merekam pengalaman mereka menghadapi maut dalam sebuah blog bernama  Inspiration and Chai, yang kemudian dikumpulkan dalam sebuah buku, The Top Five Regrets of the Dying.
     Ware berkata tentang pengalaman mereka yang sedang sekarat. “Ketika ditanya tentang penyesalan mereka atau hal berbeda apa yang akan mereka lakukan,” katanya, “tema umum muncul lagi dan lagi.”
Berikut adalah lima penyesalan saat menanti ajal, seperti yang disaksikan oleh Ware:

If only I had the courage to live a real life, and not to live like other people expect of me / Kalau saja saya memiliki keberanian untuk menjalani hidup yang sejati, dan bukan hidup seperti yang orang lain harapkan dari saya/
Ini adalah penyesalan paling umum. Ketika orang menyadari bahwa hidup mereka hampir berakhir, dan melihat hidup mereka dengan jelas, mudah untuk melihat sudah berapa banyak mimpi yang telah terpenuhi.. Banyak orang tidak mencoba bahkan setengah dari mimpi mereka, dan kemudian harus mati dan menyadari bahwa mereka telah membuat pilihan, atau tidak membuatnya. Sangat sedikit orang menyadari bahwa kesehatan membawa kebebasan untuk menggapai mimpi.

Iwish did'nt work so hard / Saya berharap saya tidak bekerja terlalu keras.
Ini datang dari setiap pasien laki-laki yang saya dirawat Mereka merindukan pemuda anak-anak mereka dan persahabatan pasangannya.. Perempuan juga berbicara tentang penyesalan ini, tetapi karena kebanyakan berasal dari generasi tua, banyak pasien wanita belum pencari nafkah. Semua laki-laki saya dirawat sangat menyesalkan menghabiskan begitu banyak kehidupan mereka di treadmill dari keberadaan kerja.

i wish i had a courage to express my feeling / Kalau saja saya memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan saya.
Banyak orang menekan perasaan mereka untuk menghindari konflik dengan orang lain. Akibatnya, mereka menjadi biasa-biasa saja dan tidak pernah menjadi siapa mereka yang sebenarnya. Banyak penyakit yang muncul yang berkaitan dengan kepahitan dan kebencian yang mereka simpan selama ini.

i wish i stayed in touch with my friends / Saya berharap memiliki  hubungan yang lebih baik dengan teman saya.
Sering kali mereka tidak akan benar-benar menyadari manfaat penuh dari teman-teman lama, sampai minggu menjelang kematian. Dan tidak selalu ada cara  untuk melacak mereka. Banyak yang begitu terjebak dalam kehidupan mereka sendiri, dan membiarkan persahabatan emas berlalu begitu saja selama bertahun-tahun. Ada penyesalan yang mendalam  ketika  tidak memberikan waktu dan usaha yang  pantas bagi persahabatan. Setiap orang merindukan teman-teman mereka ketika mereka sekarat.

i wish i let myself be happier / Saya berharap bahwa saya telah mengijinkan diriku lebih bahagia.
Ini adalah satu kondisi umum yang mengagetkan. Banyak orang tidak menyadari sampai akhir bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan.. Mereka hidup terjebak dalam pola dan kebiasaan lama. Takut perubahan telah membuat mereka berpura-pura menjadi orang lain, dan menipu diri mereka sendiri bahwa mereka sudah puas, padahal jauh di dalam, mereka sangat ingin tertawa dengan benar dan hidup dalam kekonyolan apa adanya…

Apa yang menjadi penyesalan anda hari-hari ini? Dan apa yang sedang anda lakukan untuk memperbaikinya?
Just one word: don't do it again.

Sumber : http://hikmatpembaharuan.wordpress.com/2012/07/14/5-penyesalan-terdalam-sebelum-maut-menjemput/

Sabtu, 09 November 2013

Fans Sepak Bola

     Baru saja menyaksikan pertandingan sepakbola antara Barcelona vs AC Milan yang dimenangkan Barcelona dengan skor 3-1. Sebagai fans AC Milan,ini menyedihkan.Milan sedang terpuruk.
     Saya berpikir kok bisa ya nge-fans dengan klub yang lama tak pernah juara,jatuh bangun dan tetap mendukung,rela menonton pukul berapapun,walau belum tentu menang.
     Teman saya pecinta AS Roma dan SS Lazio. Sudah 10 tahun tak pernah juara Serie A,tidak pernah masuk Liga Champion,tapi masih aja diberi dukungan. Bahkan ketika ia ke Eropa,mampir untuk beli merchandise,kaos,syal dan sebagainya sebagai tanda kecintaan.Itu yang disebut kecintaan dan loyalitas,tetap didukung dalam kondisi apapun.
      Andaikan saya bisa ke Eropa,saya "wajib" berkunjung ke San Siro,stadion bola di Milan,membeli merchandise kaos dengan tulisan Shevchenko,Kaka,atau Maldini sang legenda Milan.
     Loyalitas terhadap klub itu bukan tentang uang,apa untungnya membela tim yang tidak memberi apa-apa kepada saya,tapi setiap ada partai Milan selalu saya tonton. Tim diejek sudah wajar,tetap cinta dan loyal.
     Saya membandingkan diri dengan Bonek Persebaya. Fans bola asal Surabaya. Mereka loyal kepada klub,walau dalam beberapa hal tidak tahu aturan,bikin macet jalan,berkendara seenaknya,tapi kemanapun Persebaya bertanding mereka hadir untuk mendukung. Loyalitas saya masih kalah dengan mereka.
     Yang terakhir kalau Timnas Indonesia bertanding maka penuhlah Gelora Bung Karno oleh para pendukung Timnas. Tidak pernah mempertanyakan apa yang akan didapat ketika mendukung. Hanya murni ingin mendukung karena kecintaan.Memang cinta sepak bola tak akan pernah padam.

Jumat, 08 November 2013

Kewalahan

     Ternyata menulis itu butuh banyak energi,seperti halnya bekerja. Didera banyak masalah mulai dari keringnya ide untuk menulis,study grafologi yang menuntut banyak waktu untuk dipelajari,pekerjaan sehari-hari yang harus dikerjakan untuk mendapatkan uang,mengikuti seminar untuk menambah wawasan baru.
     Penulisan blog biasanya saya buat pada tengah malam,karena tengah malam tidak tahu kenapa ide bisa muncul,mungkin karena keheningan malam itu menyenangkan,ide untuk menulis meluap luap,tetapi baru dipoles lagi ketika ada waktu senggang.
     Tuhan itu memang adil. Kita diberikan waktu yang sama yaitu 24 jam tiap harinya. Waktu 24 jam itu memang harus untuk memilih apa yang jadi prioritas.Semenjak menulis setiap hari,banyak pengorbanan yang harus dilakukan.Waktu untuk membaca saya berkurang banyak. Novel,buku pengembangan kepribadian,buku motivasi maupun komik yang biasa 2-3 hari selesai,sekarang masih berserakan dimana-mana. Yang rutin hanya membaca koran karena tuntutan up to date akan berita yang terjadi.
     Belum lagi daftar film yang belum ditonton. Bioskop yang biasa sebulan bisa 4 kali sekarang 2 bulan juga belum tentu sekali. Dahulu ada waktu lowong nonton bioskop sendirian itu hal yang lumrah. Sekarang menunggu ajakan teman untuk menonton bioskop baru berangkat. Serasa tak ada waktu senggang.
     Commitment,consistent,persistance. 3 Hal inilah yang membuat saya terus menulis hingga sekarang. Menulis banyak yang bilang usaha yang profitnya sedikit dan idealis,tapi jika menyukainya why not?

Kamis, 07 November 2013

Setan Yang Bernama Kartu Kredit

     Tulisan ini saya ambil dari Kolom Halau Galau with Kika yang diterbitkan oleh Jawa Pos hari Senin 4 November 2013.
     Rubrik di kolom yang saya ambil ditujukan untuk para wanita,tetapi saya sebagai lelaki pun tergelitik membacanya. Tulisannya yang menjadi permasalahan banyak orang membuat saya tertarik untuk mengangkutnya di blog saya.
 Untuk mengingatkan diri sendiri bahaya Kartu Kredit. Teman saya yang terjerumus hutang kartu kredit pun saya suruh baca kolom ini. Tapi entah dibaca atau tidak olehnya.

Jerat nista kartu kredit:

"Bayar minimum saja dulu!"
Bayar minimum dan bunga pinjaman saja,makin lama pokok pinjaman juga yang berbunga akan semakin besar.

"Tidak ada uang nih,tapi kan masih ada kartu kredit!"
Kartu kredit bukan dana cadangan,kecuali sangat terpaksa.tapi ingat kartu kredit memperbesar potensi penambahan utang yang berbunga dan bisa menyulitkan kita dikemudian hari.

"Ah iuran tahunan kan bayarnya belakangan"
Kartu kredit dipakai atau tidak dipakai akan kena iuran tahunan.jangan sampai sok santai karena tidak merasa pernah pakai kartu,eh ujungnya punya tunggakan iuran tahunan yang berbunga-bunga

"bunganya kecil kok,kan cuma 2,5 persen."
bunga maksimum dari sebuah kartu kredit adalah 2,5 persem per bulan,kecil kalau dilihat sekilas,tapi kalau bunga berbunga? ya sama aja.

"Waspadai limit"
perhatikan limit kartu yang dimiliki.ada potensi nama baik sebagai sosialita runtuh di depan meja kasir.

"Pakai berapa,bayar berapa?
pakai kartu kredit dengan bijak,tidak lebih dari 20 persen total gaji.

"Jangan hutang!"
bayar seluruh tagihan anda tiap bulan,setidaknya sebagian besarnya.bayar minimum sama dengan sukarelawan terlilit hutang dengan bunga tinggi.kendalikan diri,stop pemakian kartu kredit sampai seluruh tagihan anda lunas.

"Dua kartu cukup"
seperti KB,dua saja cukup.dua adalah batas maksimal tidak pusing putar otak membayar tagihan. Sayangi dan selamatkan diri selagi bisa dari teror telepon,bahkan debt colector yang suka pamer kekuatan untuk menagih hutang bijak belanja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,toh malaikat hanya menghitung pahala anda.

Rabu, 06 November 2013

Sopir

     Tanggal 5 November kemarin  saya bertemu dengan 3 teman SMA yang lama tidak berjumpa. Pekerjaan mereka ada yang jadi fotografer profesional,meneruskan usaha mesin jahit orang tua,dan yang terakhir menjadi pedagang tepung terigu.
     2 teman saya tidak memerlukan terlalu banyak karyawan,apalagi fotografer,hanya butuh assisten satu. Sedangkan yang mesin jahit juga hanya membutuhkan admin.
     Yang seru cerita dari teman saya mengenai sopir. Hampir 1 jam saya dapat kisah mengenai sopir. Saya sendiri tidak memiliki sopir untuk dipekerjakan karena pilihan pekerjaan di bidang investasi.
     Kembali lagi soal sopir,ia mengeluh susahnya mendapat sopir yang loyal. Sopir jaman sekarang orientasinya hanya uang. Itu masih bisa dimaklumi kalau soal uang.Bisa diakomodasi ,tapi yang susah cari jujur. Layak dipertanyakan. ia terkadang mengirim barang via ekspedisi,apabila kondisi ekspedisi ramai  maka akan ada obrolan antar sopir yang menunggu antrian.
     "Bayaran kamu berapa sekarang?"
     "Gimana pimpinannya,soal uang royal tidak?"
     "Bisa mencuri tidak?" kalimat ini dia dapat dari salah satu kernet.
Membanding-bandingkan sifat juragan.
     "Enak mana kerja di sini atau disitu?"
      Betapa bobroknya mentalitas sopir. dan komunitas yang mempengaruhinya.Mungkin mereka berpikir jadi sopir enak,banyak yang membutuhkan. Loncat kesana kemari banyak yang menampung.
      Paling rajin kalau ada trayek luar kota. Bebas dari pengawasan,bisa ngompreng(istilahnya cari penumpang untuk diangkut)buat tambahan uang,memainkan uang bensin,kan bisa dijual eceran,mengukuir jarak mengunakan kilometer agak susah dilakukan karena ada tingkat kemacetan dan lain-lain.
      Kasus yang paling parah,spare part/accesoris mobil dijual. Dari puluhan ribu sampai jutaan bisa didapat,apalagi kalo menjual ban serep,bayangkan berapa uang yang mereka dapat.
     Jadi teringat kisah pegawai bagian delivery,dia kalau disuruh mengirim barang,pasti memprioritaskan yang memberi tip,kalau yang rewel,cerewet atau yang tidak ada uangnya dia menundanya atau menyerahkannya kepada rekan kerja yang lain. Orientasi pada uang,teman yang jadi korban.
     Uangnya diapakan sih?mulai judi bola,togel,adu doro(burung merpati) banyak hal yang tidak berguna yang dilakukan. Sedangkan kalau ke warung masih sering berhutang.
     Itulah suka duka jadi pengusaha,banyak tantangan,banyak cerita,selalu ada yang menarik dari cerita pengusaha. Selalu menginspirasi.
     Terakhir,jika mobilnya udah jelek. Kalimat yang meluncur dari sopir.
    "Bos kata toko sebelah,mobilnya sudah butut,ga dikiloin aja? Daripada dijual engga laku." Maka meledaklah tawa saya ketika mendengarnya. Tetapi membuat panas telinga sang empunya mobil.  
     Itulah akibat sopir yang hanya mencari uang,tidak ada nilai lebih,hanya kerja sekedar mencari uang.
     you paid for what you do,nothing more,nothing less.
     Untung saja hal itu tidak belum menimpa saya. membayangkannya saja sudah bikin kepala penat. 

Selasa, 05 November 2013

Uang vs Peluang

         Ketika saya menulis status "uang vs peluang" di BB, teman saya berkomentar yang kalah peluang,yang menang uang.

"orang miskin cari uang,orang kaya cari peluang"quotes dari Bong Chandra

        Banyak orang tersinggung akan tulisan ini. Kenyataannya dari peluang bisa memperoleh uang. Orang yang mencari uang hanya hidup untuk mencukupi kebutuhannya. Jaman sekarang peluang itu lebih berharga daripada permata.
"Pada kenyataannya uang bisa membeli peluang."jawabnya
 "Salah besar" kataku.
Peluang itu ada di sekeliling kita. Banyak orang kaya yang bingung mencari peluang. Setiap dari kita memiliki peluang yang sama.Masalahnya  berani atau tidak untuk menjajakinya.
       Contoh peluang,saya terkadang pulang larut malam karena urusan pekerjaan,sulit sekali saya menemukan makanan yang dijual tengah malam selain di restoran cepat saji McD. Bukankah itu sebuah peluang? Berbisnis makanan di tengah malam hingga subuh,ketika rumah makan yang lain tutup. Dijamin pasti ada pembelinya karena yang berdagang makanan sedikit.Contoh kongkrit ada satu rumah makan buka hingga pukul 2 pagi di surabaya bernama Yung Ho. Mau tidak mau saya mampir ke situ daripada mati kelaparan.
     Untuk warga Bandung siapa tidak kenal dengan Ceu Mar? Buka dari jam 8 malam hingga pukul 5 pagi. Antriannya? Jangan ditanya.
     Peluang itu bisa muncul kapan saja.Ketika ada demo buruh,kenapa tidak jualan minuman kemasan,sudah pasti laris,walaupun ada resiko,tapi semua kan beresiko.Peluang juga kan? Buktinya masih saja banyak pedagang asongan datang di kerumunan itu,yang berpotensi menjadi pembeli.
     Saya sangat membenci manusia yang mempunyai BLAME,EXCUSE,JUSTIFY. Menyalahkan orang lain,membuat alasan,dan melakukan pembenaran diri.Tidak ada orang sukses yang berkata bahwa kesuksesannya adalah keberuntungan atau nasib. Hanya orang gagal yang bilang itu nasib. Orang lain bisa kenapa anda tidak?
       Para pecundang akan bilang kan saya tidak punya uang.Uang itu alasan paling klasik dan membosankan bagi saya ketika mendengarnya. Uang bisa didapat dari mana saja. Mau jurus gesek kartu kredit,pinjam uang ke seseorang,atau cari investor,semua itu sah.
     Jika Tuhan memberi kepada anda 1 Milyar apa yang anda lakukan? Saya yakin dan percaya 90% dari orang yang membaca tulisan ini akan menjawab tidak tahu,simpan saja dulu,nanti kalau sudah ada ide baru dipikirkan. Jadi pada intinya anda belum siap. Walaupun uangnya ada,tetap saja tidak berguna.Paling-paling makan uang deposito seumur hidup.
     Ini kisah saya sendiri Saya bisa mendapatkan pinjaman uang puluhan juta tanpa jaminan,tanpa harus tanda tangan,hanya modal ucapan dan berkata ada peluang ini dan itu maka uang pun cair dengan mudah. Bagi beberapa orang mungkin berkata saya hanya membual,silahkan tanya ke beberapa teman saya yang menjadi investor saya dalam berbisnis.Kepercayaan itu lebih mahal harganya daripada uang. Uang hanyalah sebuah aset.
      Jika tidak punya keterampilan,ya belajar,jangan terlalu banyak alasan.Jangan kecil hati,orang sukses juga dimulai dari bawah, Tung Desem Waringin,Bong Chandra,Merry Riana, semua memiliki kisah suksesnya, jangan menyalahkan keadaan. Keadaan itu ada untuk dirubah,jangan pernah berharap keadaan berubah dengan sendirinya. Jika anda masih berharap demikian silahkan hidup di alam mimpi.
      Jika anda tidak punya uang,jual ide,jika tidak punya ide,kerahkan tenaga. Jika tidak punya ketiga-tiganya saran saya cepat-cepat anda masuk kubur daripada hidup menyusahkan orang banyak,dan menjadi sampah masyarakat.

Senin, 04 November 2013

Kutipan

"Kesuksesan tergantung pada 3 hal: siapa yang mengucapkannya,apa yang dia ucapkan,bagaimana dia mengucapkannya;dan dari tiga hal ini,apa yang dia ucapkan adalah yang paling tidak penting"

"Kamu belumlah mengubah seseorang hanya karena kamu membuatnya diam"

"Tidaklah cukup untuk berbuat baik saja;orang juga mesti melakukannya dengan cara yang tepat."

-John Viscount Morley-

Minggu, 03 November 2013

7 Alasan Kenapa Kita Berdoa

  1. Doa adalah kehormatan. Bukankah sebuah kehormatan apabila kita dapat berkomunikasi dengan sang Pencipta melalui doa?
  2. Karena manusia adalah manusia yang berdoa. Segala yang terjadi di hidup ini kita selalu berdoa. Bahkan ketika dalam situasi buruk,bukankah kita selalu berharap(berdoa) yang terbaik?
  3. Karena musuh/keadaan/situasi/kondisi terlalu kuat untuk dilawan sendirian. Bukankah kita manusia terlalu lemah untuk menantang dunia ini sendiri?
  4. Karena doa itu terbukti. Apakah perlu pembuktian lagi?
  5. Doa mengubahkan kita. Dengan berdoa,kita mengakui bahwa ada orang lain disamping kita. Kita tidak pernah sendirian.
  6. Karena Tuhan menyuruh kita berdoa. Ada pertanyaan untuk hal ini?
  7. Sebagai tanda kerendah hatian
Tulisan sebelumnya the reason why we don't pray
http://beo-philosophy.blogspot.com/2013/10/the-reason-why-we-dont-pray-alasan.html

Pernak-pernik berpacaran

     Baru saja berkunjung ke kantor teman,disana ngobrol-ngobrol sebentar,datang pacarnya.Ada banyak kelucuan di sana. Di kantor itu saya melihat sendiri bagaimana sepasang kekasih itu berargumen,saling mengkritik,saling menyalahkan,tapi tidak memberi dukungan moril.
     Banyak orang yang bisa mengkritik,menyalahkan,merasa paling benar. Bagi saya itu hal paling lucu yang saya temukan di teman saya. Entah kenapa kalau dengan saya,dia baik-baik saja. Tapi dengan kekasih sendiri bisa seperti itu.
      Di usia 27 tahun,seharusnya permasalahan besar itu dibuat kecil, permasalahan kecil itu ditiadakan. Maka friksi itu akan sangat tereduksi.

"Yang bernegosiasi dengan klien siapa? Masa kamu,kan kamu tidak bisa ngomong." Tanyaku.
Setahu saya dari dulu dia kurang bisa negosiasi.

"Ya aku,bayangkan saja aku tidak bisa negosiasi yang maju. Pacarku berarti lebih parah dong?"

Dan keluarlah friksi karena ucapan tadi.
Karena mengkritik pacarnya yang katanya tidak bisa negosiasi,tapi kalau bercakap-cakap dengan saya lancar-lancar saja. Yang saya pahami adalah menunjukan kelemahan seseorang,tidak akan membuat kamu tampak lebih terampil.
       Saya yakin setiap orang tidak suka dikritik,tapi kritik itu diperlukan dan akan lebih nyaman didengar jika dikemas dalam bahasa diplomasi. Walau saya sendiri kurang suka diplomasi, tetapi diplomasi itu memang untuk menghindari pertikaian.
       Saya akui suka marah dengan peryataan-pernyataan diplomasi. Diplomasi itu bertele-tele. Say it right to my face, i will not angry,it's more efficient. Say it right forward.don't waste time to say useless things.
       Jujur,kalau saya di posisi itu,kenapa tidak putus aja? Daripada tiap hari bertikai untuk hal sepele,menghabiskan banyak waktu,energi,untuk sesuatu yang tidak menemukan titik tengah. Untuk menunjukkan siapa yang benar siapa yang salah. Dalam setiap kesalahan,kedua belah pihak memiliki porsi kesalahan masing-masing. Bukan hanya salah satu pihak. Just admit it.
      Dunia cinta seperti misteri bagi saya,seperti mempertanyakan kenapa saya tidak bisa melupakan cinta pertama dan berpaling ke lain hati. Duduk diam dalam keheningan dan kenangan. Seorang diri.

Jumat, 01 November 2013

Ketidakpastian

           Apa sih yang dipikirkan ketika  keluar kata ketidakpastian? Konotasi yang mengarah ke masa depan. Bukan masa lampau atau masa sekarang.
          Setiap orang PASTI mengalami ketidakpastian dalam hidup. Dimulai dari masalah pasangan hidup,keuangan,karier dan lain-lain.
          Saya sendiri yang sudah 2 tahun bekerja sendiri,yang hidup dalam ketidakpastian akan keuangan,pasangan hidup,hingga sekarang masih bisa tersenyum simpul. 2 tahun lalu saya harus menghidupi ibu saya seorang diri,dengan pendapatan yang tidak menentu,dihantui oleh perasaan tidak mampu,tidak sanggup,harus bagaimana bertindak. Hingga sekarang bisa hidup cukup,bisa membawa jalan-jalan ke luar negeri yang di masa lalu mungkin tidak pernah terpikirkan.
          Nikmatilah hidup di masa sekarang,menengok masa lalu untuk menjadi pelajaran,dan menyongsong masa depan dengan optimis. Karena kekuatiran tidak membawa kita kemanapun,hanya membelenggu kita untuk melakukan tindakan.
         Walaupun terkadang Pikiran dan emosi tidak berjalan seiring. Melangkahlah.Lebih baik optimis dalam bertindak,daripada pesimis dalam ketakutan yang belum tentu terbukti. Walau mungkin banyak yang bilang susah,tapi bukan hal yang mustahil bukan untuk dilakukan?