Tampilkan postingan dengan label Sehari-hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehari-hari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Agustus 2017

Mahal...

      Apa yang ada di benak marketing ketika ada calon pembeli ketika mereka mengucapkan kata mahal.

Mahal = tidak mau beli
mahal = tidak punya uang
mahal = belum mampu beli
mahal = alasan (cuma lihat-lihat)

     Banyak pembeli selalu beralasan barang yang dijual mahal , padahal mungkin orangnya tidak punya uang. Nawar pun tidak. Kalau semua orang bilang mahal kenapa juga barang yang dijual masih ada yang membeli?
     

Jumat, 08 Januari 2016

Masihkah Ada Budaya Membaca ?

     Ini adalah pengalaman saya ketika beriklan properti di OLX. Banyak kekonyolan yang terjadi semisal dengan orang yang masih saya bertanya tentang harga properti yang dijual. Padahal sudah jelas terpampang harga jualnya. Masih saja tidak dibaca, padahal itu sudah kelihatan besar.
     Belum lagi orang yang tanya alamat lengkap,padahal alamat yang dituju pun salah, saya tidak pernah memasang alamat X , tetapi orang ini bertanya alamat X. Padahal punya pun tidak.
     Bagaimana orang bisa maju jika untuk membaca hal yang sepele saja tidak bisa? Semua data sudah terpampang jelas masih saja bertanya.
     Seperti halnya buku panduan dalam barang elektronik. Siapa yang pernah membacanya? Paling juga langsung masuk dus atau malah masih tersegel plastik dengan rapi tanpa pernah dibuka bungkusnya. Padahal basic semua tercantum disitu. Jadi harus menyalahkan siapa juga?
     Apalagi sekarang dengan adanya VLOG dan sebagainya orang semakin malas membaca dan berpikir kritis, hanya dicekokin ilmu yang kebenarannya kadang perlu dikaji ulang.
     Masih berminat membaca tulisan ini sampai selesai? Atau malah sudah bosan karena hanya tulisan yang terpampang tanpa adanya gambar...Sekian dari saya,semoga bermanfaat.

Jumat, 01 Januari 2016

Resolusi 2016

     Resolusi, itu adalah penyataan yang selalu keluar di awal tahun , yang kebanyakan bersemangat pada awal tahun , melambat di pertengahan tahun dan pada akhirnya lenyap pada penghujung tahun.
     Itu pula yang terjadi pada diri saya. Rencana-rencana yang tertata rapi pada awalnya lama-lama hanya menjadi sebuah catatan yang tak pernah dibuka kembali.
      Seperti kutipan yang saya tulis pada awal tahun 2015
" My goal for 2015 is to accomplish the goals of 2014 which i should have done in 2013 because i promise them in 2012 and planned in 2011"
"Goal saya di tahun 2015 adalah menyelesaikan goal pada tahun 2014 yang seharusnya saya selesaikan pada tahun 2013 karena saya berjanji pada tahun 2012 dan merencanakannya pada tahun 2011. "

     Apakah berhasil ? Statusnya adalah berjalan ditempat, Seperti penulisan blog ini yang seharusnya menulis 1 hari 1 postingan ternyata hanya 135 posting dalam waktu satu tahun. Hanya 1/3 dari target yang seharusnya. Alasan klasik,begitu tulisan terlewatkan dalam waktu 1 hari maka hari berikutnya akan semakin malas.
     Pada akhirnya saya harus memutuskan arah blog ini, tidak bisa mencoba segala hal. Itu pula yang menyebabkan saya harus menentukan komitmen. Tidak hanya memulai target baru,tetapi menyelesaikan project yang berantakan di masa lalu. Bagaimana caranya mencapai target 365 posting per tahun jika penulisannya berjalan ditempat.
     Di tahun baru ini semua tentu bersemangat, dan semangat ini tidak boleh padam dalam sekejab,tetapi terus hangat hingga akhir tahun 2016.
      Semoga tahun baru di 2016 membawa berkat bagi kita semua ,tetap semangat,tetap berjuang demi hari esok yang lebih baik dan tulisan yang lebih bermutu.

Rabu, 23 Desember 2015

Menikmati Dekorasi.

     Sedang berada di Hotel Ciputra World lantai 8. Menikmati dekorasi interior yang terpampang. Menurut saya pribadi, hanya satu kata. MEMPESONA !


Minggu, 20 Desember 2015

Hilangnya Antusiasme

     Kehilangan antusiasme dalam menulis, terasa semakin membosankan. Salah satu penyebabnya karena jarang membaca, hanya menjalankan rutinitas.
     Apa yang harus dilakukan? Tetap menulis, sedikit atau banyak tetap harus dilakukan. Sudah vakum hampir 3 bulan.
      Penyebab lainnya  kurang jalan-jalan ,baik ke luar kota,tempat wisata ataupun sekeliling. Rutinitas yang sama menyebabkan saya mentok. Jadi memang harus refreshing.
      Tulisan seharusnya merupakan sarana pelampiasan emosi. tetap terasa hambar. yang terpenting mengeluarkan unek-unek.
     Tulisan hambar,tidak ada emosi sama sekali,hanya sekedar formalitas yang tertuang. Ada opsi lain selain berhenti? Tetap harus jalan terus bagaimanapun juga. Berhenti hanya berlaku bagi para pecundang.

Senin, 31 Agustus 2015

Sebuah Kenangan Manis...

     Tak terasa 1 bulan telah berlalu. Momen dimana masa kontrakan tempat saya berwirausaha telah habis. Telah 3 tahun lamanya saya berdagang di tempat ini. Suka duka telah saya lalui. Waktu berjalan bagaikan kedipan mata.
     3 tahun ternyata tak terasa lama,bahkan kenangan demi kenangan terkadang menyeruak. Saatnya membuka lembaran baru. Sebuah lembaran yang layak dikenang. Tutup bukanlah sebuah kegagalan melainkan proses belajar yang terus menerus. Suatu cerita yang kelak bisa diceritakan.
     Tiap sudut,lekuk,bahkan suasana jalanan terasa hingga sekarang. Mungkin hanya sebuah perasaan rindu sesaat. Yang akan hilang seiring berjalannya waktu.

Foto setelah tutup.





Kamis, 30 Juli 2015

Lawakan Abad Ini



     Baru kali ini saya ke ATM yang terletak di Alfamidi di Kupang Jaya Surabaya mendapat tulisan seperti " Jangan lupa berbelanja di Alfamidi". Saya yang sedang bad mood pengen ngelempar itu karton. Setelah kepanasan seharian dan lupa tidak membawa uang cash di dompet mendapat sambutan tulisan sampah seperti demikian pula. Saya rasa tidak etis untuk membuat tulisan seperti demikian.
     Kalau tidak berberbelanja berarti tidak usah ambil uang di alfamidi? Atau karyawannya sudah capai mengucapkan selamat datang di alfamidi tapi ternyata pengunjungnya hanya datang untuk mengambil uang di atm kemudian ngeloyor pergi?
     Kalau begitu buat apa ada atm di minimarket? Apakah minimarket tidak memperoleh profit dari menyediakan ruang untuk mesin atm? Atau hasil yang diharapkan tidak sebanding dengan realita yang terjadi di lapangan?
     Maksud atm yang diletakan di dalam minimarket bermaksud agar orang semakin konsumtif karena jika kekurangan dana tinggal ambil saja di dalam mesin atm. cuma selangkah,tidak pake ribet.
      Terima kasih Alfamidi buat pengingatnya.

Selasa, 07 Juli 2015

Bisnis Ikut-Ikutan

     Berawal dari percakapan di kantor,orang-orang sedang sibuk untuk membahas bisnis apakah yang enak untuk dikerjakan? Mulai dari jadi instruktur yoga yang sedang booming di seluruh dunia, bayangkan jadi instruktur yoga bisa dapat banyak penghasilan,peminatnya semakin banyak berarti semakin banyak uang yang bisa didapat bukan?
     Belum lagi bisnis cafe yang sedang menjamur di Surabaya,semua orang sedang kecanduan minum kopi padahal belum tentu juga mengerti apa beda kopi robusta dengan kopi arabica. Belum lagi bahasa yang saya tidak pahami seperti barista, kafe yang beraneka rupa dekorasi dan menu,membuat yang membaca menu pusing menentukan pilihan.
     Bisnis properti pun terlihat menjanjikan,maka berbondong-bondong orang berinvestasi di bisnis properti. Beli rumah,apartemen,gudang,office ruko untuk dijual kembali. Membuat harga properti semakin melambung.
      Semua orang seakan disetir oleh profit oriented,tidak memperdulikan asas manfaat. Tetapi mampukah mereka yang sekedar ikut-ikutan bertahan? Saya sendiri tidak bisa menjawab. Karena bisnis ikut-ikutan itu kebanyakan tidak memiliki kedalaman cara berpikir. Yang dilihat pertama adalah profit yang nampak dari luar,tidak tahu dalamannya seperti apa,ketika sudah terjun barulah mereka tahu akan segala problematikanya.
    Tahukah anda bahwa instruktur yoga harus bekerja 5-8 jam sehari menggunakan tubuh mereka. Tentu yoga bukan lagi berolahraga melainkan berlatih seperti layaknya atlit,yang selalu menempa diri setiap hari. Jika mereka tidak mengajar,mereka tidak mendapatkan uang. Bagaimana jika sakit,tubuh beristirahat tetapi tubuh tetap mengalami rasa lelah karena tidak digerakan. Masih berminat jadi guru yoga? Belum lagi ketemu orang yang ingin hasil instan tapi tidak mau berupaya.
     Bisnis kafe? Tahukah seberapa banyak kafe yang buka di Surabaya? Dan tahukah anda berapa banyak kafe yang tutup dalam beberapa tahun ini? Semua orang beranggapan bahwa bahwa bisnis kafe itu menyenangkan,tapi pernah tidak terpikir bahwa yang duduk-duduk di situ hanya segelintir orang yang berjam-jam bercakap-cakap dan hanya memesan secangkir kopi? Untung? Belum tentu. Belum lagi karyawan yang harus memiliki spesialisasi tertentu, Gajinya bukan karyawan rata-rata tentunya. Suasana nyaman.dekorasi bagus,kursi yang nyaman tentu membutuhkan uang yang tidak sedikit bukan?
     Bisnis properti,apabila keadaan ekonomi sedang lesu seperti sekarang apa yang terjadi? Harga properti stuck,para investor mengerem belanja,tapi jangan kuatir,bisnis properti memanglah bisnis jangka panjang,bukan jangka pendek. Bisnis properti tentulah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tentu anda akan kelabakan jika uang anda hanya diam di properti sedangkan harganya tidak naik. Maka ketika anda membutuhkan uang cepat diujung terakhir adalah jual rugi,siapkah anda merugi dalam jumlah besar?
     Itulah pro kontra bisnis, tidak bisa hanya direnungkan tapi harus dijalani,seperti layaknya berenang,anda tidak bisa belajar renang dari teori tapi harus menyelam bahkan mungkin tenggelam.

Rabu, 01 Juli 2015

Surabaya Cantik nan Mempesona



     Surabaya semakin cantik ketika malam tiba. Ada Titik lampu warna warni baru di Monumen Perjuangan Polri yang terletak di jalan Raya Darmo. Surabaya walaupun sudah cantik,tetapi ia selalu berbenah,membuat saya sebagai warga merasa nyaman akan Surabaya. KERJA NYATA dengan BUKTI NYATA bukan hanya sekedar WACANA.

Minggu, 28 Juni 2015

Bukan Perpisahan Melainkan Sampai Berjumpa Kembali

    Hari ini ada seorang kawan akan berpindah ke luar kota,maka diadakanlah acara perpisahan. Acara makan-makan pun menjadi ajang berkumpul.
     Keramaian pun terjadi,canda tawa betebaran,seakan tidak akan ada kata perpisahan. Sungguh pemandangan yang menajubkan. Tak memperdulikan lingkungan sekitar,walau banyak mata yang memandang aneh kearah kami.
     Ada beberapa yang berkata mungkin hal tersebut memalukan,tetapi bagi para pelakunya tidak ambil pusing,karena itulah makna dari berkumpul. Terkadang inilah yang diperlukan dalam komunitas,tidak ada kemunafikan,semua orang menunjukkan sifat aslinya. Toh tidak ada pula yang dirugikan. Jadi buat apa ambil pusing?
     Yang paling menyenangkan adalah moment berfoto. Hebohnya bikin gempar. Mulai dari berebut posisi foto,berpose,hingga lari kesana kemari demi mendapatkan tempat terdepan. Saya yang menyaksikannya bahkan tertawa terpingkal-pingkal. Tapi itulah arti persahabatan bukan? Tanpa menutupi satu hal dan yang lainnya. Menjadi diri sendiri.
     Selamat jalan dan sukses selalu kawan. Sampai berjumpa pada kesempatan berikutnya.

Kamis, 25 Juni 2015

Biaya Cek Parahita Gragnostic Center Surabaya

     Harga yang saya cantumkan pada waktu saya memeriksakan diri pada tanggal 9 Juni 2015

  1. HEMATOLOGI LENGKAP  Rp  92.000
  2. GOLONGAN DARAH          Rp  50.000
  3. URIN LENGKAP                 Rp  69.000
  4. SGOT                                Rp  45.000
  5. SGPT                                 Rp  45.000
  6. PROFIL LEMAK                  Rp 475.000
  7. BUN                                   Rp  50.000
  8. CREATININ                         Rp 50.000
  9. ASAM URAT                       Rp 50.000
  10. GLUKOSA PUASA              Rp 32.000
  11. GLUKOSA 2 JAM PP          Rp 32.000
  12. TEKANAN DARAH               Rp 10.000
  13. TINGGI/BERAT BADAN       Rp 1
     Untuk anda yang mengambil paket tipe Bronze anda akan mendapatkan diskon sebesar 15%. Cukup menghemat bukan?

Rabu, 24 Juni 2015

Hasil Cek Laboratorium



    Seorang kawan saya memposting tentang hasil dari tes lab yang ia jalani. Umurnya baru 29 tahun,hasilnya cukup mengejutkan. Triglisedanya mencapai 406 padahal batas normal <150mg/dl. Asam uratnya mencapai batas atas di angka 7.2 mg/dl. Sedangkan glukosa mencapai 111 dari batas nomal 70-100 mg/dl.
     Dari postingan tersebut saya bercanda dengan rekan se grup,membahas tentang hasil tersebut. Mulai dari gaya hidup,pola makan hingga hasil lab yang mungkin ngaco. Siapa tahu hasil labnya tertukar dengan orang lain. Hahaha...
     Banyak dari teman saya yang takut untuk mencek up kondisi tubuh,karena tahu akan hasil lab yang pastinya akan buruk. Sudah optimis duluan bahwa hasilnya akan buruk, Mereka lebih takut menghadapi kenyataan dari hasil uji lab,daripada menghadapi jarum suntik.
     Daripada mengetahui hasil lab,lebih baik tidak tahu serta menjalani kehidupan normal seperti tidak ada suatu hal buruk yang terjadi.
    Usia jelang 30 tahun tentulah bukan sesuatu yang menakutkan bagi saya pribadi,toh banyak orang yang hidupnya normal-normal saja ketika menginjak umur 30 tahun. Tetapi mengantisipasi tidaklah salah bukan. Toh mengetahui hasil lab bukanlah menjadi akhir dunia. Siapa tahu dengan mengetahui hasil lab kita bisa mengontrol gaya hidup,pola makan maupun berolahraga secara rutin. Setuju ?
     

Selasa, 23 Juni 2015

Himbauan Unik ala Pemkot Surabaya


"Timbang ngongkon arek cilik tuku rokok,wong gerang luwih becik budhal dewe" 
     Tulisan di atas jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai berikut. "Daripada menyuruh anak kecil membeli rokok lebih bijak pergi sendiri".
     Saya yang membaca tulisan tersebut hanya tersenyum,karena kenyataannya banyak anak kecil memang disuruh orang tuanya untuk membeli rokok. Dampak buruknya adalah hal tersebut menjadi sebuah hal lumrah. Padahal anak-anak mencontoh dari apa orang tua mereka contohkan.
     Sebuah tulisan yang menarik perhatian,tetapi kenapa tidak sekalian saja membuat tulisan untuk larangan merokok karena dampak tidak baik kepada anak anak pada umumnya. Toh gambarnya sudah ada rokok yang disilang. Hal seperti ini harus terus digalakan agar warga semakin sadar akan bahaya rokok. 

Senin, 22 Juni 2015

Identitas Dalam Berpakaian?



     Pakaian yang dikenakan karyawan saya merupakan salah satu contoh. Di kaosnya terdapat tulisan "Lihatlah betapa besar kasih yan dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah,dan memang kita adalah anak-anak Allah. 1 Yohanes 3 :1
Saya iseng bertanya.
"Bu, ga ditanyain sama orang-orang soal pakaian ibu?"
"Iya pak,saya ditanyain ke gereja mana?" Balas si ibu.
     Saya dan sang ibu terpingkal-pingkal mengenang kejadian tersebut. Karena ia adalah seorang muslim. Bagi dia tak ada masalah. yang penting kan bisa dipakai. bukan buat aksi propaganda ataupun Kristenisasi. Bahkan ia berujar,pakaiannya diberi oleh anaknya. Sayang kalau tidak dipakai jadi oleh si ibu dipakai saja,toh bisa digunakan. Toh tujuan dari berpakaian adalah menutup tubuh dari panas dan debu.
     Terkadang bahkan seringkali kita menilai seseorang dari pakaian. Orang kaya pakaiannya bagus,padahal siapa tahu itu barang pinjaman. atau curian? Kalau pakai pakaian dekit disangka tidak ada duit. padahal bisa aja dia pengusaha yang bekerja di lapangan sehingga membutuhkan kaos daripada kemeja. Untuk apa juga anda menggunakan kemeja jika semisal anda bekerja di tambak,perkebunan,bahkan mungkin peternakan.
     Konyolnya manusia,yang memberi impresi dari pakaian.Tapi siapa juga yang ga mau beli pakaian marks and spencer,burbery dan teman-temannya? itu kalau dompetnya tebal,lah kalo tidak? Bakal ditelan ambisi untuk menghidupi keinginan bukan?

Sabtu, 20 Juni 2015

Mengunjungi Ice Skating Surabaya

     Memasuki liburan sekolah beberapa mall seperti Lenmarc maupun Grand City menyediakan lahan untuk para anak yang berlibur untuk bermain ice skating. Jika anda berdomisili di Surabaya Barat anda bisa mengunjungi Lenmarc. Bertempat di LG floor,para anak maupun orang dewasa dapat bermain ice skating. Ruang gerak yang disediakan pun cukup besar.
Lenmarc
Lenmarc
          Jika anda berada di pusat kota tentu lebih mudah untuk berkunjung ke Grand City. Terletak di lantai Ground dekat pintu masuk Mall,tentu anda tidak akan kesulitan untuk menemukannya.


     Untuk dapat bermain Ice Skating anda cukup membayar 50.000 rupiah pada hari biasa , pada hari sabtu dan minggu uang sebesar 60.000 harus anda keluarkan untuk dapat masuk ke wahana ini.
     Bingung mau mengajak buah hati untuk rekreasi,tentu wahana ini bisa menjadi opsi pilihan anda bukan?

Kamis, 18 Juni 2015

Berfoto Bersama Makanan

     Lucu juga ketika menyaksikan seorang pria paruh baya di sebuah restoran steak,ketika makanan datang ia tidak segera menyantapnya melainkan berfoto dengan makanannya tersebut.
     Pergeseran budaya tampaknya menjalar ke seluruh lapisan masyarakat baik yang muda maupun yang tua tanpa terkecuali. Semuanya tampak ingin eksis,baik dalam lingkungan keluarga ataupun masyarakat,tanpa terkecuali.
     Apakah hal tersebut salah? Toh mereka membayar untuk makanan tersebut,tidak juga merugikan orang lain,mengganggu orang lain pun tidak. Atau malah saya yang salah karena KEPO?
    Pun sama dengan saya sendiri,terkadang foto untuk saya dokumentasikan atau saya tampilkan di blog ini,istilahnya jadi bahan tulisan pribadi. Kalau bisa malah menjadi referensi bagi orang lain, bermanfaat bukan?
     Tiap orang memiliki tujuannya masing-masing. O\Pada akhirnya saya hanya menjadi penonton dan saksi akan kejadian-kejadian seperti itu. Siapa tahu orang tersebut memfoto makanannya karena ia kesepian. Foto tersebut ditunjukkan kepada anak atau keluarga maupun rekan yang berada di luar kota atau luar negeri Menunjukkan bahwa ia sedang menyatap hidangan yang lezat. Berharap ada yang memberi tanggapan akan foto yang ia abadikan dalam bingkai kamera.
     Di penghujung tulisan ini semua adalah asumsi,tanpa statistik,tanpa resolusi,hanya perasaan empati. Berharap tulisan ini memiliki makna. Minimal bagi sang penulis sendiri.

Sabtu, 13 Juni 2015

Keruwetan Membesuk orang sakit.

     Ketika hendak mengunjungi rumah sakit untuk membesuk seseorang,hal yang menjadi permasalahan seringkali adalah datang membawa apa? Buah,roti, atau yang lain? Jika bawa buah,buah apa yang dibawa? Durian,nangka,alpukat ? Kalau kue,bawa kue apa? Kue tart,black forest,tiramisu ?
     Seringkali itu yang menghambat kunjungan saya. Pada akhirnya standarisasi yang saya bawa,roti tawar,atau roti sosis,keju atau coklat. Jika buah,apel,jeruk,pir adalah yang paling umum untuk dibawa.
     Bukan masalah sebenarnya apa yang kita bawa melainkan kehadiran kita yang diperlukan,untuk menunjukan keperdulian dan dukungan kepada orang yang sedang sakit,itu yang terpenting. Toh apapun yang anda bawa,bukan orang yang sakit yang menikmatinya melainkan yang sehat,bahkan mungkin penjaganya yang menyantapnya.
     Daripada meributkan hal yang remeh,lebih baik berfokus pada tujuannya bukan? Karena kehadiran terkadang lebih berarti daripada segala benda yang kita bawa. Setuju ?

Selasa, 02 Juni 2015

Berinovasi atau Mati

     Mengingat ketika berkunjung ke pesta pora saya merasa sangat berumur,karena beraneka produk makanan penuh inovasi bertebaran dimana-mana. Saya yang terbiasa nyaman dengan makanan yang standar baku,tidak neko-neko malah merasa aneh. Apakah makanan seperti itu akan laku?
     Kota Bandung memberi bukti. Serabi beraneka macam rasa laris manis. Padahal serabi yang enak itu dibakar menggunakan arang tanpa perlu aneka macam toping. Tapi itu kan selera saya. Bukan selera pasar. Toh mereka yang berinovasi memiliki penggemarnya sendiri.
     Apakah saya kolot? Merasa sudah nyaman dengan keadaan sekarang,cita rasa yang sekarang,tidak bisa mengikuti perkembangan kulineri? Mungkin saja. Tapi hingga sekarang nasi,kentang goreng ,maupun mie tidak pernah bergeser dari makanan sehari-hari. Walaupun isinya bisa berganti-ganti.
     Sama juga seperti Hand Phone yang kini menjadi Smart Phone,padahal tujuan HP ya telepon, bukan untuk foto,sms,bbm an atau aneka pernak-pernik yang lain. Saya merasa seperti pemilik Smart Phone yang menggunakan hp hanya untuk telpon. Apakah salah? Toh yang terpenting saya bisa menghubungi ataupun dihubungi.
     Kembali lagi ke soal makanan,apakah makanan ini hanya menjadi sebuah booming sesaat atau akan bermetamorfosis terus menerus? Saya hanya bisa menanti. Seperti akankah membakar sate tidak menggunakan arang melainkan alat lain? Seperti juga cara mengulek,daripada pusing-pusing mending pake blender. Cari cara praktis kata para chef,jika ada cara gampang ngapain juga ruwet-ruwet.
     Sama seperti ayam goreng,dari dulu ayam goreng itu ya itu itu saja,tidak ada perubahaan berarti,yang ada cuma dikasih tepung atau tidak,disiram telur asin atau biasa,tidak ada yang terlalu ekstrim,toh peminatnya masih dan tetap ada.
      Jadi perlukah saya berinovasi? Atau biarkan saya menjadi penonton dari kejauhan saja?

Senin, 01 Juni 2015

Mengintip Pesta Pemuda dan Olahraga Sutos 31/05/2015

     Ada 2 Event besar yang diselenggarakan di Surabaya pada hari minggu 31/5/2015 yaitu Festival Jajan Pasar Bango di Grand City dan PestaPora (Pesta Pemuda dan Olahraga) di Surabaya Town Square (Sutos). Kali ini saya membahas PestaPora.



     Jenuh dengan aktifitas keseharian saya mengunjungi Sutos untuk melihat PestaPora. Karena ingin tahu,saya melihat stand-stand yang berjejer mulai dari makanan hingga aneka kerajinan maupun seni lukis. Setelah berkeliling saya tidak ada niat untuk membeli karena makanan yang disediakan merupakan produk inovasi dan makanan ringan. Engga bikin kenyang. :p
     Sesuai dengan judulnya,maka banyak muda-mudi yang berdagang di sini,kecuali ada satu hal yang menarik,yaitu ada bule yang berdagang,saya sampai tidak bisa melihat ia berdagang apa karena berjubelnya orang yang mengantri.
     Karena kurang berani bereksperimen makanan,saya akhirnya menjadi penikmat dari kejauhan. Minimal sukses membuang rasa penat akan keseharian.

Rabu, 27 Mei 2015

Hujan = Banjir = Kemacetan

     Terkadang foto mampu berbicara lebih banyak daripada kata-kata.






     Pengen tidak kebanjiran? Lebih baik di rumah ketika hujan akan tiba. Aman kan? Paling apes genteng bocor. :p