Tampilkan postingan dengan label Lingkungan pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan pekerjaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Juli 2015

DIJUAL ! KAVLING GRAHA FAMILY BLOK O Surabaya

Kavling Graha Family yang dekat dengan Club House Rocca.

*uk 24 x 24 = 576m2 hadap Selatan Harga/m2 18 jt nego

*uk 19x29 =551 hadap Utara harga/m2 18 jt nego

*uk 15x30 = 450 hadap Utara harga /m2 18 jt nego

*uk 15x32 = 480 hadap selatan harga /m2 19 jt nego

*uk 22x28 = 616 hadap Selatan harga /m2 18 jt nego

Silahkan Hub Chris di 082131037011

Selasa, 07 Juli 2015

Bisnis Ikut-Ikutan

     Berawal dari percakapan di kantor,orang-orang sedang sibuk untuk membahas bisnis apakah yang enak untuk dikerjakan? Mulai dari jadi instruktur yoga yang sedang booming di seluruh dunia, bayangkan jadi instruktur yoga bisa dapat banyak penghasilan,peminatnya semakin banyak berarti semakin banyak uang yang bisa didapat bukan?
     Belum lagi bisnis cafe yang sedang menjamur di Surabaya,semua orang sedang kecanduan minum kopi padahal belum tentu juga mengerti apa beda kopi robusta dengan kopi arabica. Belum lagi bahasa yang saya tidak pahami seperti barista, kafe yang beraneka rupa dekorasi dan menu,membuat yang membaca menu pusing menentukan pilihan.
     Bisnis properti pun terlihat menjanjikan,maka berbondong-bondong orang berinvestasi di bisnis properti. Beli rumah,apartemen,gudang,office ruko untuk dijual kembali. Membuat harga properti semakin melambung.
      Semua orang seakan disetir oleh profit oriented,tidak memperdulikan asas manfaat. Tetapi mampukah mereka yang sekedar ikut-ikutan bertahan? Saya sendiri tidak bisa menjawab. Karena bisnis ikut-ikutan itu kebanyakan tidak memiliki kedalaman cara berpikir. Yang dilihat pertama adalah profit yang nampak dari luar,tidak tahu dalamannya seperti apa,ketika sudah terjun barulah mereka tahu akan segala problematikanya.
    Tahukah anda bahwa instruktur yoga harus bekerja 5-8 jam sehari menggunakan tubuh mereka. Tentu yoga bukan lagi berolahraga melainkan berlatih seperti layaknya atlit,yang selalu menempa diri setiap hari. Jika mereka tidak mengajar,mereka tidak mendapatkan uang. Bagaimana jika sakit,tubuh beristirahat tetapi tubuh tetap mengalami rasa lelah karena tidak digerakan. Masih berminat jadi guru yoga? Belum lagi ketemu orang yang ingin hasil instan tapi tidak mau berupaya.
     Bisnis kafe? Tahukah seberapa banyak kafe yang buka di Surabaya? Dan tahukah anda berapa banyak kafe yang tutup dalam beberapa tahun ini? Semua orang beranggapan bahwa bahwa bisnis kafe itu menyenangkan,tapi pernah tidak terpikir bahwa yang duduk-duduk di situ hanya segelintir orang yang berjam-jam bercakap-cakap dan hanya memesan secangkir kopi? Untung? Belum tentu. Belum lagi karyawan yang harus memiliki spesialisasi tertentu, Gajinya bukan karyawan rata-rata tentunya. Suasana nyaman.dekorasi bagus,kursi yang nyaman tentu membutuhkan uang yang tidak sedikit bukan?
     Bisnis properti,apabila keadaan ekonomi sedang lesu seperti sekarang apa yang terjadi? Harga properti stuck,para investor mengerem belanja,tapi jangan kuatir,bisnis properti memanglah bisnis jangka panjang,bukan jangka pendek. Bisnis properti tentulah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Tentu anda akan kelabakan jika uang anda hanya diam di properti sedangkan harganya tidak naik. Maka ketika anda membutuhkan uang cepat diujung terakhir adalah jual rugi,siapkah anda merugi dalam jumlah besar?
     Itulah pro kontra bisnis, tidak bisa hanya direnungkan tapi harus dijalani,seperti layaknya berenang,anda tidak bisa belajar renang dari teori tapi harus menyelam bahkan mungkin tenggelam.

Selasa, 26 Mei 2015

Budaya Rasa Malu Yang Harus Ditegakkan.


AKU MALU...

  • Datang terlambat
  • Berbuat salah
  • Melanggar aturan
  • Tidak berprestasi
  • Tidak disiplin
  • Merusak lingkungan
 Apakah anda masih memiliki rasa malu akan hal tersebut diatas?

Minggu, 29 Maret 2015

Berani Berkata Tidak !

     Hal yang menyebalkan ketika menjadi marketing adalah banyaknya para pemberi harapan palsu. Hal ini terjadi pada kota Surabaya. Membandingkannya dengan Jakarta itu sungguh berbeda. Disini orang bermaksud tidak ingin melukai perasaan orang lain,tetapi implikasinya malah menyebabkan pemberian harapan yang tidak berujung.
     Seorang rekan dari Jakarta berujar,di Surabaya ini orang tidak bisa berkata tidak. Perasaan tidak enak,gengsi,sungkan kental di dalam budaya. Membandingkan dengan Jakarta yang lebih straight to the point,disini orang terlalu berliku-liku dalam mengucapkan segala sesuatunya. Bisa dikatakan terlalu banyak basa basi yang tidak perlu. Wasting time to much.
     Saya sendiri tidak suka basa basi,menjengkelkan dan menyebalkan. saya hanya menebak-nebak mungkin mereka tidak cara untuk menolak dengan lebih halus. Padahal sebuah kata TIDAK itu menyatakan sebuah statement/ pernyataan bahwa mereka tidak mau diganggu.
     Jika anda bertemu dengan marketing yang ulet,anda akan kehabisan tenaga hanya untuk menolak sebuah percakapan yang akan menggiring anda kepada sebuah jawaban YA atau TIDAK.
     Berkali-kali saya menghadapi hal tersebut. Bagi marketing sebelum anda mengucapkan kata Ya atau tidak maka kemungkinan itu akan tetap terbuka. Tidak ada salahnya. Pekerjaan marketing itu selalu menghadapi penolakan,tetapi akan kembali bangkit, dan terus berjuang. Tahukah anda bahwa penghasilan tanpa batas bisa diperoleh dengan singkat hanya melalui jalur marketing?
     Marketing adalah pekerjaan yang paling dibenci orang pekerjaan marketing adalah pekerjaan yang menghasilkan banyak uang.
     Katakan dengan tegas ketika anda berkata tidak,maka orang akan menghargai anda. Memang segala sesuatu memerlukan waktu untuk berpikir,tapi  semua ada batas waktunya bukan?
     Apa susahnya berkata tidak? apakah anda ragu ? Berkata jujur tanpa ada maksud dibaliknya itu jauh lebih baik.

Sabtu, 28 Maret 2015

Tips Membeli Properti

Kekonyolan sering terjadi ketika seseorang hendak membeli rumah. ini beberapa tips dari saya ketika anda akan membeli rumah.
  • Uang. Pastikan anda memiliki uang yang cukup, Uang menjadikan penentu dalam membeli properti. Rata-rata untuk pembelian rumah baru membutuhkan uang muka sebesar 30% . Yang dapat diangsur beberapa kali tergantung kebijakan developer. Apabila anda membeli rumah second tentu bisa KPR atau cash keras,hanya anda yang mengetahui kemampuan untuk membeli bukan?
  • Lokasi. Setiap orang memiliki lokasi yang mereka idam-idamkan,tetapi ingat bahwa uang menentukan segalanya. Jangan mengharapkan anda memiliki rumah tengah kota dengan harga pas-pasan. Seperti minta spec rumah 2 lantai,depan jalan raya,tanpa banjir,tidak bising,anti macet,dekat dengan tol,dekat dengan mall dan berbvagai macam keinginan llainnya dengan budget hanya 1 miliar rupiah di kota Jakarta. Anda akan ditertawakan secara tidak langsung.
  • Jangan menunda. Ingat semakin anda menunda maka harga properti akan semakin naik. Populasi manusia di bumi ini semakin meningkat dan kebutuhan akan tempat tinggal pun akan meningkat. Harga sekarang dengan harga satu tahun kedepan tentu akan berbeda.
  • Jangan terlalu banyak memilih. Semakin anda berkeliling dari satu properti ke properti satunya anda bukan semakin yakin untuk membeli tetapi akan semakin dipusingkan dengan banyaknya pilihan yang ada. Dan pada akhirnya anda memutuskan untuk tidak membeli.
  • Pilihlah rumah sesuai karakteristik anda.  Apabila anda suka akan tanaman,tentu memiliki pekarangan yang luas akan menyenangkan bagi anda,tetapi bagi yang tidak menyukainya tentu akan menyiksa anda dalam membersihkannya bukan?
     Kesimpulan. Tidak ada rumah yang 100% ideal bagi anda,kecuali anda membangunnya dari tanah. Yang terpenting dari rumah adalah sebuah tempat untuk berteduh,dimana anda bisa berkumpul bersama keluarga tempat untuk melepas lelah setelah bekerja seharian. Tidak ada tempat yang lebih nyaman darpada rumah sendiri. Ruang dimana kita bisa berekspresi dan menjadi diri sendiri.

Sabtu, 21 Maret 2015

Tantangan keenam Membuka Rumah Makan. Sumber Daya Manusia

     Hal paling krusial dalam membuka rumah makan adalah SDM. Kejujuran adalah hal terpenting dalam aspek SDM. Terutama kasir karena ia adalah pihak yang memegang keuangan. Tahukah anda setiap kebobolan yang terjadi kebanyakan pelakunya adalah kasir. Ia tahu bagaimana kelemahan setiap sistem yang terjadi. Setiap sistem pasti ada kelemahannya. Solusinya hanyalah anda meminimalisir pencurian. Tidak bisa 100%,karena bagaimanapun juga pencuri selalu lebih pintar daripada polisi. Jika anda ingin aman 100% silahkan anda menjaga rumah makan itu sendiri.
    Setiap dari kita menginginkan rumah makan tersebut berjalan sendiri tanpa perlu kita menjaganya. Kita menginginkan pasif income, biarkan sistem yang berjalan. Tentu menyenangkan bukan? Pada kenyataannya tidak semudah itu. Apalagi anda yang baru memulai usaha rumah makan,anda terkadang bisa dibodohi oleh karyawan sendiri.
     Dunia bajak membajak pun sering terjadi bukan? Apalagi jika menyangkut gaji,selisih 100 ribu bisa berpengaruh besar. Walau tidak semua bisa saya generalisir. Toh karyawan saya sendiri awet selama hampir 3 tahun.
     Pembajakan tukang masak paling berpengaruh. Apalagi untuk chinese food. Setiap tangan memiliki kekhasan tersendiri. Walaupun resep sama,pengolahan bisa berbeda. tidak bisa dipungkiri hal tersebut berpengaruh besar. Jika tidak ingin dibajak,buatlah resep sederhana yang semua orang bisa buat. Tapi ada bahan tertentu yang menjadi penentu akhir dalam sebuah rasa. Semisal cabai yang tidak ada orang bisa menirunya,atau resep rahasia yang anda simpan sendiri.
     Mengendalikan SDM itu susah-susah gampang. Buatlah mereka patuh pada peraturan pada awal kerja,jangan sampai terjadi penegakan peraturan di tengah-tengah kerja. Kebanyakan mereka sukar beradaptasi. Buatlah aturan sejelas mungkin dan mudah dipahami. Ucapkanlah dari mulut anda sendiri. Jangan melalui anak buah anda,karena bisa terjadi salah paham.
     Tahukah anda,semakin lama pengabdian seorang karyawan bekerja,maka senioritas akan terjadi? Dan kebiasaan buruk pun terjadi. Senior semakin sukar diatur. Merasa sudah pintar,merasa dibutuhkan. Yang anda harus bisa lakukan adalah mengendalikan ego dari karyawan tersebut. Jangan bergantung pada satu orang kepercayaan,ingatlah dua orang lebih baik daripada satu. Selalu siapkan cadangan,untuk mengingatkan mereka bahwa mereka dapat TERGANTIKAN.
     Berilah kepercayaan mereka untuk berpikir dan memiliki rasa memiliki,jangan hanya mengomel ketika sedang sepi,sedangkan ketika ramai anda hanya diam saja seperti tidak terjadi apapun, berikanlah mereka bonus atau hadiah dalam keadaan tertentu,jangan terlalu kaku dan pakem terhadap aturan. Yang paling mudah tentu memberikan dalam bentuk uang.
     Membahas mengenai SDM tidak akan ada habisnya,ingatlah karyawan anda rekan kerja anda. Ajaklah mereka berbincang-bincang layaknya seorang teman,tapi tetap ingatkan mereka bahwa anda adalah atasan mereka. Tidak mudah,tetapi jika itu terjadi maka suasana kondusif dalam pekerjaan akan terjadi. 

Kamis, 19 Maret 2015

Tantangan Kelima Membuka Rumah makan. Lokasi dan Segmentasi

     Semua orang percaya dengan adanya lokasi yang mendukung,ketika anda berdagang pasti akan laku,pada kenyataannya tidaklah demikian. Semua membutuhkan proses untuk bertumbuh dan berkembang.
     Saya beri kesaksian saya pribadi.Pada awal berdagang ada 2 kemungkinan yaitu:
  • Dagangan anda akan langsung ramai karena yang datang adalah kerabat,kenalan,teman,sanak saudara atau relasi bisnis. Mereka akan datang untuk menghargai anda. Walaupun lokasinya jauh dari rumah, mereka akan datang berkunjung HANYA 1X. 
  • Sepi pengunjung. Penyebabnya anda belum memiliki relasi,atau baru memulai dari nol. Pangsa anda dimulai dari tetangga sekitar lingkungan anda. Mulai dari mereka yang sekedar mencoba karena rasa penasaran,atau untuk mengenal lebih dekat tetangga baru mereka.
     Banyak orang berkata masa kritis di 6 bulan pertama, bagi saya pribadi setelah 6 bulan itu adalah masa dimana usaha anda diuji ketangguhannya. Waktu 6 bulan akan menunjukkan respon dari pangsa pasar anda. Masa dimana orang akan datang kembali jika makanan anda enak,terjangkau,higienis serta sesuai dengan selera pasar.
     Kembali ke masalah lokasi. Lokasi menentukan segmentasi anda. Walau lokasi sekarang bisa "diakali" melalui delivery service,promosi gratis menggunakan media internet,tapi harap diingat itu berlaku untuk segmen anak muda,tidak berlaku untuk orang tua. Banyak orang tua yang gaptek,maupun tidak terlalu perduli dengan internet.
     Pada akhir semua itu,hanya satu hal yang menjadi penentu dalam berdagang makanan yaitu citarasa. Seperti masyarakat Sunda yang menyukai aneka macam sayuran apabila berdagang di Surabaya kemungkinan besar akan gagal karena di Surabaya masyarakatnya mencintai daging dan pembenci sayuran. Sebaliknya pula bila warga Surabaya berdagang ke Jawa Tengah akan babak belur karena masakan Jawa Timur yang memiliki citarasa masakan asin dihadapkan dengan citarasa Jawa Tengah yang didominasi rasa manis.
     Setiap segmen memiliki pasarnya masing-masing,tinggal anda memilih yang mana? Setiap kelas memiliki tantangannya sendiri. Saya pribadi merasa perputaran uang paling sehat adalah pedagang kaki lima. Dengan harga yang relatif sama dengan depot,mereka lebih efisien dalam segala aspek,seperti air,listrik,PBB,dan aneka macam iuran lainnya. Kekurangannya hanya satu yaitu tingkat higienis. Percayakah anda apabila omset kaki lima mampu mengalahkan restoran? Permasalahannya ada di harga diri. Jika anda sendiri ditempatkan dalam kasus ini,apa yang bakal anda lakukan?

Rabu, 18 Maret 2015

Tantangan Ke Empat Membuka Rumah Makan...Pelayanan

     Sadarkah anda apa yang membedakan restoran mahal dengan depot kaki lima? Sama-sama dilayani,tetapi yang membedakannya adalah pelayanannya. Dimulai dari seragam para karyawan, peralatan makan dan minum seperti bahan piring dan gelas maupun sendok garpu maupun kebersihan yang akan anda peroleh.
      Kembali ke soal pelayanan,jika anda membuka sebuah depot,beberapa hal yang wajib anda jaga adalah masalah kebersihan. Kecuali anda berdagang kaki lima,maka itu memiliki tantangan yang berbeda. Karena kaki lima terletak di pinggir jalan kebanyakan dari mereka tidak peduli dengan kebersihan,yang paling penting mejanya bersih. Pilihan anda hanya Take it or leave it.
     Kebersihan itu menyangkut lantai,meja dan kursi,alat makan,maupun toilet. Bagaimana orang hendak datang ke tempat anda jika keadaannya kotor tidak terawat,serta berdebu. Sebagai tambahan catatan,apabila anda memiliki wilayah outdoor usahakan agar ketika tamu duduk kita membersihkan mejanya terlebih dahulu.
     Untuk karyawan sendiri,alangkah baiknya jika karyawan diberi seragam,karena seringkali orang tidak bisa membedakan antara tamu dengan karyawan. Bagi anda itu mungkin itu kelihatan sepele, tapi percayalah hal itu memiliki pengaruh yang besar. Karena selera masing-masing karyawan dalam berpakaian itu berbeda-beda. Bahkan terkadang saya menemukan penampilan yang norak ataupun pakaian compang camping yang menurut mereka keren,tapi bagi saya tidak pantas. Jadi silahkan seragamkan pakaian mereka. Tidak perlu mahal,yang penting menyeragamkan pakaian mereka.
     Untuk kebersihan karyawan perlu diperhatikan. Mulai dari rambut,bagi pria yang penting rapi,jika wanita berambut panjang rambut diikat agar ketika bekerja tidak mengganggu dan rambut jatuh kedalam makanan. Untuk kuku jangan sampai nampak panjang dan kotor. Sederhana namun berpengaruh.
     Banyak orang tidak memahami pentingnya sebuah catatan. Ini pengalaman pribadi sebagai tamu maupun pengelola yang hingga kini membekas. Biasakan untuk mencatat pesanan,baik sedikit atau banyak. Banyak hal seringkali terlewatkan karena tidak mencatat,apalagi jika dalam kondisi ramai,berbagai penyebab seperti kekurangan karyawan,pengunjung yang tidak sabaran. menyebabkan kekacauan semakin parah.
     Usahakan tamu yang datang untuk diberi minuman terlebih dahulu,selain mengikat tamu untuk tetap di tempat,mereka bisa menenangkan diri dengan minum. Jangan sampai membuat tamu menunggu tanpa ada minuman,karena bisa saja mereka tiba-tiba menghilang karena merasa tidak dilayani. Dan yang terakhir,jangan menunda melayani tamu yang hanya duduk seorang diri. Tingkat kesabaran mereka lebih tipis daripada mereka yang datang berdua. Selain tidak ada teman untuk bercakap-cakap mereka mungkin sedang terburu-buru walau ada pula yang masih menunggu temannya. Seringkali saya terabaikan karena saya hanya datang seorang diri,dianggap tidak menghasilkan uang yang banyak dan ditelantarkan. Berhati-hatilah,karena akan keluar kalimat pedas dari mulut saya. Apalagi dalam keadaan lapar,emosi seseorang akan sukar dikontrol :p
     

Minggu, 15 Maret 2015

Tantangan Ketiga Membuka Rumah Makan...Serangan Binatang

     Jika anda berurusan dengan makanan tentu binatang tidak akan tinggal diam bukan? Saya beri contoh seperti lalat,semut,tikus,kucing akan anda sering jumpai.
  1. Lalat. Setiap restoran ataupun depot,kehadiran lalat tentu akan sering kita temui,apalagi pada musim hujan,lalat berkembang biak dengan masif. Cara penanggulangan sebenarnya sederhana, seperti menggunakan lilin. Cara menggunakan lilin ini kurang efektif,karena lalat tetap bergentayangan. Bisa juga menggunakan lem lalat. Penempatannya harus di tempat yang strategis. Yang merepotkan tentu saja memakan ruang,dan tidak sedap untuk dipandang menyaksikan puluhan lalat terperangkap di dalam lem kertas. Cara terakhir yang menurut saya paling efektif adalah menggunakan jasa pest control. Walaupun harga sedikit mahal,tetapi dijamin lalat tidak ada. Ada harga ada kualitas bukan?
  2. Semut. Saya sendiri tidak terlalu risau dengan semut,karena menggunakan kapur anti semut. Solusi murah meriah yang tandingannya belum saya temukan.
  3. Tikus. Siapa yang tidak tahu binatang pengerat satu ini. Pemberantasannya? Jika menggunakan racun tikus anda akan kewalahan mencari bangkainya apabila si tikus mati. Sama juga dengan lem tikus atau perangkap tikus. Sanggupkah anda untuk menghabisinya? Saya mengambil langkah terakhir yaitu pest control.
  4. Kucing. Ini yang lebih seru ketika berhadapan dengan kucing liar,beberapa kucing ketika saya siram air mereka akan lari. Tetapi beberapa kucing tampaknya bandel dengan air atau mungkin sering disiram air,jadi alternatif terakhir adalah membuang kucing ke tempat yang agak jauh agar tidak kembali.
     Itulah beberapa pengalaman saya menghadapi aneka macam binatang di pekerjaan saya. Hal seperti di atas sepertinya sepele,tetapi jika tidak diperhatikan dampaknya akan sangat besar,karena menyangkut kenyamanan para pengunjung. Apalagi jika bertemu dengan orang yang higienis,bisa-bisa tamu tersebut tidak akan memakannya.

Kamis, 12 Maret 2015

Tantangan Kedua Membuka Rumah Makan : Ragam Tamu

   

     Tahukah anda tantangan selanjutnya dalam menghadapi hal seperti rumah makan? Ya,kepribadian tamu yang beraneka ragam. Ada tamu yang datang duduk berjam-jam hanya membeli air mineral gelas 240cc seharga 1000 rupiah. Apakah menjadi masalah? Bagi saya selama keadaan tidak ramai pengunjung,tak mengapa. Tapi jika ramai,tolonglah pahami saya yang sedang mencari uang. Kalau ingin menunggu lama tanpa mengeluarkan uang,lebih baik di rumah saja. Tidak akan ada yang mempermasalahkannya.
      Belum lagi ada orang yang minta nasi dengan porsi banyak tetapi tidak mau mengeluarkan uang lebih. Ia beralasan badannya besar,jadi minta porsi lebih.Kelakuan itu berulang kali,berkali-kali tidak saya kabulkan tapi masih saja seperti itu. Jengkelnya sampai di ubun-ubun.  MEMANGNYA SAYA YAYASAN SOSIAL ?
     Ada lagi yang unik dan menyebalkan.Seorang tamu meminta air dingin ketika memesan minuman,dan meminta jeruk nipis dalam jumlah banyak. Tahu apa yang ia perbuat? Jeruk nipis tersebut ia peras kedalam air dingin,abra kadabra jadilah es jeruk nipis dengan hanya membayar segelas air putih. IRIT atau PELIT?
     Tamu higienis. Tahukah anda untuk menggoreng ayam yang bagus adalah merendam ayam dalam minyak panas. Untuk merendam ayam memerlukan minyak kurang lebih 3 hingga 4 liter menggunakan wajan besar. Kelakuan salah satu tamu saya adalah meminta minyak gorengnya untuk diganti dengan yang baru. Jikalau pesanannya 20 potong keatas mungkin akan saya kabulkan. Tapi ini hanya 1 potong,saya harus mengganti 3 hingga 4 L minyak goreng !!! Masuk akal tidak sih? Bawa pulang mentahnya, goreng sendiri saja di rumah !
     Tipe tamu tidak mau rugi. Di setiap rumah makan biasanya disediakan tisue di setiap mejanya. Saya ingat sekali kejadiannya,ketika tempat tisue itu penuh karena baru diisi tiba-tiba habis tak bersisa selembarpun. Ternyata tamu tersebut membuka tutup tissuenya dan memasukkannya kedalam tasnya ketika akan pulang. Seakan tidak ada perasaan bersalah sama sekali dengan santainya ia ngeloyor pergi.
     Beberapa tamu saya berkunjung hanya memesan makanan tanpa memesan minuman. Bagi saya mungkin mereka ingin berhemat,karena membeli air mineral tidaklah murah, tetapi yang bikin jengkel adalah membawa minuman dari luar karena berdekatan dengan minimarket maka mereka berbelanja di minimarket. Padahal sumber keuntungan sebuah restoran terletak di minuman. Mungkin itu sebabnya banyak restoran yang ditulisi pada dindingnya DILARANG MEMBAWA MAKANAN DAN MINUMAN DARI LUAR !
     Tamu yang paling ekstrem adalah tamu yang saya foto di atas. Datang,meminta ijin untuk duduk, kemudian membuka bekal sendiri dari minimarket,masih sempat untuk meminjam koran untuk dibaca,menonton televisi,walau semua kotorannya ia buang ke tempat sampah dan mejanya bersih,tapi ini contoh yang terkadang tidak masuk sampai di nalar saya.  Saya hanya mendiamkan saja kejadian tersebut. Bagi saya ini hanya menjadi bahan lelucon yang bisa saya kenang seumur hidup saya.

Kamis, 05 Maret 2015

Fakta Marketing

     Dunia Marketing adalah dunia yang ajaib. Dimana anda tidak dilihat dari seberapa lama anda berkutat di pekerjaan anda,melainkan seberapa banyak uang yang anda hasilkan bagi perusahaan. Tidak ada senioritas,yang ada hanyalah PRESTASI. 

Selasa, 17 Februari 2015

Duka HRD

     Pernah tidak mengalami menjadi Human Resource Development (HRD) ? Inilah duka saya.

  • Memberi surat lamaran tanpa memberi no telpon yang bisa dihubungi ! Emangnya saya  paranormal yang bisa tahu segala sesuatu ?
  • Pengalaman kerja tidak ditulis. Tahu apa alasannya? Takut nanti tidak diterima kerja karena CVnya berprestasi. Baru tahu ada orang yang tidak bangga dengan prestasi yang dicapainya.
  • Diteror orang yang melamar pekerjaan. Karena tidak dipanggil-panggil ia datang mencari saya. Tanpa sopan santun main menyelonong ke kantor. Minta penjelasan. Ampun...
  • Yang terakhir dan yang paling mengesalkan. Ketika sudah diterima,siap bekerja, tidak  datang pada waktu yang telah ditentukan,tanpa memberi kejelasan kabar berita. Parah ? Tentu saja. Gobloknya minta ampun !

Rabu, 11 Februari 2015

Ragam Pengunjung

     Selama beberapa hari menjaga pameran properti,ada beberapa hal yang saya perhatikan dari para pengunjung.
  • Jalan-jalan --- Tidak ada minat membeli,hanya ingin tahu produk yang ada. Window shopping ucap para wanita.
  • Pengumpul brosur --- Mengumpulkan seluruh brosur dan price list. Entah dipelajari di rumah atau dijual kembali ke toko barang bekas. Beberapa hari kemudian pengunjung sempat saya follow up dan bertanya ketika  dari pameran,apakah mereka membacanya? Yang ada mereka menumpuk brosur dan entah kapan akan membacanya.
  • Berniat membeli --- Datang,mengerti lokasi yang dituju,dan membeli. 
  • Yang terakhir dan yang paling menyebalkan --- Pura-pura menjadi pembeli. Entah itu broker yang menyamar jadi pembeli , atau para pemberi harapan palsu.

Senin, 09 Februari 2015

Jebakan Asumsi



     Untuk memulai tulisan ini,mari kita perhatikan angka dan menu harga yang tertera di atas. Ada yang janggal?
     Harga menu ikan laut terasa murah bukan? Harga tersebut bukan dihitung per ekor melainkan per ons. Bagi yang tidak tahu mungkin mereka tidak bertanya dan memesan serta menganggap harga tersebut murah. Pada waktu membayar mereka serasa terjebak.
     Peran penjual memiliki tingkat kesalahan yang besar karena tidak memberi informasi secara lengkap. Mengganggap semua pembeli mengerti. Bagi orang yang tidak memeliki pengetahuan merasa seperti terjebak.
     Pembeli pun seharusnya lebih kritis,termakan gengsi karena malu bertanya. Itu adalah salah satu teknik pengambilan untung yang "busuk" menurut saya.
     Penjual malah balik berucap."Mana ada  kakap merah harganya 18 ribu,yang masuk akal saja !" Jadi? Tetap teliti sebelum membeli,bertanya jika tidak paham. Selalu mawas diri. Karena semakin banyak akal-akal busuk yang siap menjebak para konsumen.

Jumat, 30 Januari 2015

Jam Buka Sky 36 Restaurant

     Mengingat banyaknya orang yang datang pada siang hari untuk berkunjung ke restoran ini. Maka saya informasikan bahwa jam operasional Sky 36 mulai dari pukul 16.00 hingga 22.00 setiap harinya.
    Untuk memastikan anda mendapatkan tempat,saya sarankan untuk reservasi ke nomor 0812 3059 2000 yang akan tersambung dengan Sky 36. Mengingat terbatasnya tempat.
    Kita juga bisa berkeliling di Apartemen Sumatra 36 untuk melihat show unit. Cukup datang ke lobi dan berkomunikasi dengan marketing yang ada di loby apartemen

Minggu, 25 Januari 2015

Antara Orang Kaya Lama,Kaya Baru,dan Si Miskin

     Bagaimana membedakan orang kaya baru atau orang kaya lama? Gampang-gampang susah. OKB lebih boros dalam mengeluarkan uang dibandingkan OKL, karena belum pernah memegang uang ketika masih dalam kondisi berkecukupan,ketika mendapat uang langsung heboh,uang tips pun mengelontor seperti air.
     Tingkat konsumsi. Kebiasaan OKB membeli barang konsumtif untuk meningkatkan status. OKL masih saja beli barang imitasi. Sudah kaya,walau barang yang dibeli aspal (asli tapi palsu),orang dengan mudah akan mempercayai barang yang dikenakannya asli.
     Si kaya dan si miskin perbedaannya tipis. Yang miskin ingin tampak kaya dengan penampilan bagus, sedang yang kaya tidak nampak mencolok. Tidak nampak kekayaannya. Walau kembali ke kepribadiannya masing-masing. Penampilan bagus tidak nampak,juga bisa disebabkan ingin menghindari pajak.
    Yang miskin ingin nampak kaya dengan berkeliling luar negeri,butuh pengakuan istilahnya orang tidak akan tanya habis berapa biaya untuk bepergian padahal untuk berhemat menggunakan sistem backpacker. Sedangkan si kaya pergi mengedap-endap,takut dititipi oleh-oleh. Gengsi kalau dititipin tapi nagih uang titipannya.

Rabu, 21 Januari 2015

Realita Kehidupan Marketing

     Anda ingin sukses dalam bidang Marketing? Anda hanya perlu  satu hal. PEROLEH OMSET YANG BESAR. That's it. Efeknya nama anda bergaung ke seluruh jagat.
     Rajin ke kantor,pintar berbicara/berdebat,banyak ilmu tapi tidak menghasilkan omset, anda akan dipandang sebelah mata sebagai marketing. Yang penting Omset. Masa bodoh dengan yang lain. Setujukah anda dengan saya?

Senin, 19 Januari 2015

Siap Menjadi Sales Properti ?

      Siapa bilang menjadi agen properti hanya bermodal ketrampilan berbicara? ini adalah beberapa modal yang diperlukan.
  • pointer (untuk menunjuk maket kan tidak bisa menggunakan tangan bukan?)
  • kartu nama (Kalau tidak ada kartu nama bagaimana pembeli mengingat anda?)
  • kalkulator (Buat hitung menghitung)
  • kendaraan pribadi 
  • pulsa telepon (modal buat follow up calon customer)
  • Buku tamu 

     Ada beberapa hal yang menjadi catatan tambahan yaitu jika anda menjual barang mahal,maka penampilan harus prima,menggunakan jas atau blazer,sepatu mengkilat,belum lagi rambut yang klimis atau make up yang menarik. Semua itu butuh modal...

Kamis, 15 Januari 2015

Bagaimanakah Memulai Sebagai Marketing ?

     Pernahkah terbayang bahwa diri anda menjadi marketing? Saya baru saja menjerumuskan diri saya kedalam dunia Marketing. Dunia dimana yang penting adalah omset atau penjualan.
     Tidak ada rumus pasti dalam berjualan,jika di benak anda perlu jago untuk berbicara. Belum tentu. Karena ada marketing yang tidak jago bicara tetapi bisa jual banyak.
     Tidak punya relasi dalam berjualan? Anda bisa saja menjadi marketing. Contoh nyata ya penulis ini sendiri,saya terdampar tanpa mempunyai data base. bisa menjual 1 unit rumah,padahal baru bergabung menjadi marketing dalam hitungan hari.
     Tidak punya kendaraan?  Anda tetap bisa bekerja menggunakan kendaraan umum. Dan beraneka macam permasalahan yang sebenarnya hanya menjadi sebuah alasan.
      Jika anda ingin menjadi marketing,hanya 1 hal yang perlu anda lakukan. Jalani dulu pikirkan kemudian.Anda berpikir terus maka tindakan tidak akan ada. Jika anda menganggap dunia marketing itu mudah,maka hal itu tidaklah salah. Jika anda mengganggap dunia ini keras maka itu tidaklah salah pula.
     Tahukah anda,jika ingin mempelajari ilmu marketing,lebih baik anda membaca buku yang tersebar di toko buku ? Akan ada benang merah yang akan anda temui. Bahwa ilmu marketing sendiri terus berkembang. Tidak statis,teori yang anda dapatkan tahun lalu mungkin sudah basi dengan perubahan dunia yang semakin berlari dengan kencang.
          Teringat akan pembelajaran marketing itu tumbuh seperti layaknya rumput liar. Tumbuh tanpa arahan dan akan membentuk karakter anda dalam menghadapi pembeli. Buku panduan itu tidak akan berlaku ketika anda menghadapi realitas yang sedemikian kompleks. Hanya memberi wawasan.
     Tidak peduli sepandai apapun anda selama anda tidak bisa berjualan anda hanyalah seorang pecundang di dunia marketing. Itulah realitas yang akan anda temui.

Sabtu, 01 November 2014

Dagang Lagi, Dagang Lagi

     Pernahkah anda bermimpi menjadi pedagang? Ini adalah salah satu kisah saya. Dalam berdagang terutama restoran ataupun rumah makan,keuntungan terbesar diperoleh dari menjual minuman. Tapi hal tersebut tidak dapat dinikmati apabila makanan tersebut dibawa pulang.
     Jika dilihat dari sudut pandang pembeli,saya pun sering kali membeli makanan tanpa minum, karena harga minuman tidaklah murah,jika membandingkan harga dengan bekal dari rumah atau beli ke mini market. Sungguh disayangkan jika harus membuang uang untuk membeli air putih atau teh.
     Bayangkan saja,satu minuman kemasan air putih seharga seribu rupiah dijual rata-rata tiga ribu rupiah. Keuntungan yang dapat diperoleh sebesar 200%. Dibandingkan anda menjual makanan, contoh mudah menjual ayam goreng,orang sering menyepelekan pernak perniknya. Mari kita sebut dari kecap manis,sambal,lalapan (timun,kemangi). Hal seperti itu sederhana tapi jika dihitung hitung ya keuntungan tidak sampai 50%.
     Belum lagi sambal,bila membeli ayam,meminta sambal banyak,jika harga cabai murah tidak ada masalah. Bayangkan jika hargai cabai meroket mencapai 100 ribu/ kg. Harap diingat kalau makanan jika dimasukan kulkas atau frezer tidak akan bertahan lama.Jika tidak laku apa yang harus dilakukan? Salah satu solusi dibuang,daripada menjadi masalah dikemudian hari. Makanya sekarang makanan berformalin merajalela,karena orang tidak mau merugi.
     Orang selalu berkata berdagang makanan itu enak,dibayar kontan,tidak ada  yang berhutang. Buktinya warung juga banyak yang diutangi oleh langganannya. Betul tidak?
     Ini juga salah satu kisah ronde "inge chen" yang dikenal di daerah Surabaya Barat. Ia berdagang ronde angsle dari sore hingga pukul 1 pagi. Tapi harap diingat bahwa produksinya dimulai dari pagi hari. Mulai dari membeli bahan baku ke pasar,membuat ronde, dan lain sebagainya. Tidak seperti orang kantor dari pagi jam 8 hingga pukul 4 atau 5 sore sudah pulang. Itulah harga yang harus dibayar.  Jangan hanya melihat mudahnya saja. Tetapi wajib untuk mengetahui kerja keras di balik hal tersebut.