Tampilkan postingan dengan label Curhat pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat pribadi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Desember 2017

Just In the Past

     Hari senin kemarin saya bertemu dengan teman perempuan setelah sekian lama tak berjumpa.

     Ketika bercakap-cakap tak tentu arah,sampai ke sebuah pertanyaan,apakah sudah mempunyai pacar? Dia berujar sudah. Kalau begitu apakah ada yang salah karena saya hanya berdua dengan dia?

     Dilanjutkan dengan pertanyaan apakah kamu memberitahu pacar kamu? Dengan santainya ia berkata tidak. Kan jika tidak ditanya. Jadi kalau tidak memberitahu kan tidak salah bukan?

     Saya hanya tertawa mendengarkan jawabannya.

     Saya sendiri termasuk golongan konservatif untuk hal-hal semacam ini. Karena kepercayaan itu susah untuk dibangun. Apalagi dalam membangun bahtera rumah tangga. Bagaimana jika anda diberlakukan seperti itu? Belum tentu  anda mau diperlakukan seperti itu.

     Berhubung saya menjadi partner in crime ya sudahlah. Toh memang tidak ada apa-apa.

Kamis, 19 Oktober 2017

Refleksi Diri

     Pernahkah kamu mempertanyakan eksistensi kehidupan kalian? Ataukah sekedar menjalani hidup hari demi hari seperti yang saya alami sekarang, hanya bekerja dari pagi hingga malam tanpa memiliki makna yang mendalam,sekedar mencari uang untuk bertahan hidup. Bayar listrik,PDAM , cicilan rumah maupun keliling dunia.
      Ternyata saya merasa semua itu semu , hal yang perlu saya pelajari adalah belajar bersyukur terhadap semua yang saya miliki. Ada tujuan lebih besar dari sekedar mencari uang,memberi impact kepada lingkungan bangsa maupun negara,belajar membuka wawasan lebih
     Tidak mudah, apalagi etnis saya yang menuntut untuk mengumpulkan uang dalam skala masif,ada sesuatu yang selalu mengusik hati,tapi hingga kini tidak bisa saya diamkan,entah itu rasa kuatir yang berlebihan,ketakutan akan masa depan yang hingga kini masih kabur.
     Sama juga dengan mencari rasa damai. Rasa damai itu tidak dicari keluar melainkan kedalam nurani itu. Seperti pertanyaan apa yang sudah kamu lakukan hari ini? Sudah puaskah kamu dengan kinerja hari ini? Sudahkah kamu membuka wawasan lebih? Tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna.
     Saya sendiri sering melarikan diri dari realita dengan cara baca komik , nonton film hingga tidur seharian,tidak mau menghadapi realita,padahal waktu terus berjalan. ternyata menulis membuat saya merefleksikan diri,menulis membuat saya lebih mengerti diri, sebagai sarana berdamai dengan diri sendiri.
     Rasa tertuduh membuat seseorang menjadi lumpuh,berdamai dengan diri itu diperlukan. Jangan terlalu banyak berpikir, jalani sebaik mungkin, dan liatlah hasilnya. Tidak instan,tapi pasti akan ada jalan yang terbuka.
     Takut itu wajar,karena manusia itu takut akan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Yang terpenting adalah mengendalikan diri sendiri. Tidak perlu cemas berlebihan,sukses dan kegagalan itu hanya setipis kertas. buatlah damai dirimu. Sayangilah jiwamu,sayangilah tubuhmu. Maka Tuhan pun akan tersenyum kepadamu.

Rabu, 16 Agustus 2017

Merayakan Hari Kemerdekaan

     Bagi saya yang tinggal di pemukiman warga yang masih menjunjung tinggi nasionalisme , suasana kemerdekaan terasa begitu nyata dalam wujud fisik. Mulai dari lampu warna warni yang menghiasi jalan, bendera yang berkibar di setiap halaman rumah warga maupun aneka lomba yang diselenggarakan oleh RT/RW  setempat.
      Menjelang malam kemerdekaan, berbagai tempat mengadakan acara kumpul warga, menyerukan pekik MERDEKA , MERDEKA , MERDEKA !!! Disertai hiburan musik yang memekakkan telinga dan makanan untuk warga yang menghadiri acara tersebut.
      Saya sendiri tidak menghadiri tersebut walau telah mendapatkan undangan. Hanya mendengarkan suara dari kejauhan. Apakah saya tidak nasionalis karena tidak menghadiri acara tersebut? Bisa ya , bisa tidak.
      Bagi saya pribadi kemerdekaan dalam masa sekarang hanya sebuah wacana. Ketika hari kemerdekaan lewat , saya kembali ke masa dimana melakukan aktifitas tanpa memikirkan makna kemerdekaan itu sendiri.
     Bagi para karyawan bisa menjadi sebuah hari libur yang menyenangkan bersama keluarga. 1 hari untuk melepaskan lelah dari rutinitas pekerjaan.
       Semoga tidak banyak orang yang berpikiran sama seperti saya. Jika banyak celakalah bangsa ini.

Minggu, 19 Juli 2015

KATANYA Itu Kata Siapa?

Kata si A kejadiannya seperti itu
kata si B kejadiannya seperti ini.
"Lah terus kamu selama kejadian ada dimana?" Tanya saya ke si C
"Saya sih ga tau,cuma katanya sih kejadiannya seperti itu" Ujar si C

     Sering bertemu dengan kejadian seperti itu? Selama hal tersebut hanya KATANYA itu tidak bermakna apapun. Toh terkadang katanya A itu bersumber dari katanya B. dan seterusnya. jadi selama kata kata itu tidak keluar dari mulut orangnya sendiri,maka tidak bisa dianggap valid. bahkan terkadang kalimat tersebut menjerumuskan.atau menyesatkan.bisa menyebabkan salah paham.
     Itulah kenyataan yang terjadi ,apalagi adanya infotaiment,:menurut orang yang terpercaya bla... bla...bla...Penuturan dari teman dekat bla... bla...bla... Toh orang yang menyebutkannya tidak ditampilkan. Yang katanya dirahasiakan sebagai sumber informasi. Takut menjadi penyebab tukang campur urusan rumah tangga orang.
     Nah lo terus ada kepentingan buat masyarakat umum tidak? Jika tidak ada urusan dengan masyarakat umum ngapain juga dibahas. Sebaiknya diam saja, toh mencampuri urusan orang lain apa gunanya? Tidak ada gunanya ! Buang waktu,buang tenaga.
     Tolol sekali orang yang ngurusin urusan orang lain,mending ngaca urusan diri sendiri udah benar semua belum?
      Tulisan di atas adalah "kata" saya,kata-kata yang bisa dipertanggungjawabkan. daripada ngurusin "kata" orang yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. Setuju?

Jumat, 17 Juli 2015

Komplain...Komplain...Komplain...

     Seorang kawan menggerutu mengenai keadaan ekonomi sekarang,mulai dari sepinya toko,keadaan yang tidak kondusif,pertikaian dimana-mana,USD yang  nilai tukarnya mencapai kisaran 13.500 rupiah.Bahkan mengenai kebijakan pemerintah ia persoalkan.
     Saya yang mendengarkannya menjadi jengkel,walau hal tersebut memang fakta yang terjadi di lapangan. Tetapi untuk apa juga kita mengeluh dan tidak melakukan perubahan apapun selain menjadi komentator. Toh dia juga tidak berbuat apapun. Memang paling mudah menjadi komentator,menjadi hakim akan segala tindakan tetapi tidak melakukan tindakan apapun.
     Dipercakapan selanjutnya ia bertanya pekerjaan apa ya yang enak,bisa menghasilkan banyak uang,tidak perlu banyak upaya,dan kompetisi ? Kalau misalkan pun ada yang menemukannya pun belum tentu berbagi bukan? Yang ada ya dikerjakan sendiri,ngapain juga bagi-bagi informasi. Malah menambah seorang pesaing. Nah kan jadi dilema bukan?
      Jika menggerutu menyelesaikan masalah maka orang yang paling sukses adalah penggerutu. Tapi yang bisa memecahkan masalah adalah orang yang melakukan tindakan,jika gagal dicemooh tetapi bila sukses bisa jadi pelakunya tidak mendapatkan apapun,karena MEMANG SUDAH KEWAJIBAN  untuk melakukan perubahan.
      Pada akhirnya penonton,tukang kritik hanya bisa dibungkam dengan hasil nyata,tapi apapun yang anda lakukan selalu ada haters bukan ? Jadi peduli amat dengan mereka semua. Toh penonton ya kerjaannya cuma melihat orang yang bekerja,tidak melakukan apapun dan mengkritik sesuatu bila keadaan tidak sesuai dengan keinginan mereka, dan hanya bungkam bila keadaan baik-baik saja.

Minggu, 12 Juli 2015

Plan B

     Banyak dari kita termasuk saya pribadi tidak mengandalkan 1 bisnis saja,melainkan memiliki beberapa core bisnis lain,jika tidak ada pemasukan dari satu maka yang satunya akan menolong pendapatan saya.
     Ini yang menyebabkan saya tidak fokus mengerjakan bisnis. Ketika menghadapi kendala maka mudah menyerah dan membanting setir memilih kerja di bidang yang lain. Selama bisnis itu mudah dijalankan maka semuanya akan beres. Jika sukar lewati saja,membuat saya tidak naik level ke level selanjutnya,wong yang saya cari kemudahan,ngapain juga cari yang sukar.
     Biarkan orang lain yang berupaya lebih keras,toh hasilnya belum tentu ketahuan. Bisa sukses bisa juga gagal. Orientasi yang salah bukan tidak memiliki asas mamfaat selain bagi diri sendiri.
     Ngapain juga mikirin orang lain wong perut sendiri aja belum tentu bisa kenyang malah mikirin orang lain yang belum tentu mikirin saya. toh bekerja juga yang terpenting dapat uang.

Selasa, 02 Juni 2015

Berinovasi atau Mati

     Mengingat ketika berkunjung ke pesta pora saya merasa sangat berumur,karena beraneka produk makanan penuh inovasi bertebaran dimana-mana. Saya yang terbiasa nyaman dengan makanan yang standar baku,tidak neko-neko malah merasa aneh. Apakah makanan seperti itu akan laku?
     Kota Bandung memberi bukti. Serabi beraneka macam rasa laris manis. Padahal serabi yang enak itu dibakar menggunakan arang tanpa perlu aneka macam toping. Tapi itu kan selera saya. Bukan selera pasar. Toh mereka yang berinovasi memiliki penggemarnya sendiri.
     Apakah saya kolot? Merasa sudah nyaman dengan keadaan sekarang,cita rasa yang sekarang,tidak bisa mengikuti perkembangan kulineri? Mungkin saja. Tapi hingga sekarang nasi,kentang goreng ,maupun mie tidak pernah bergeser dari makanan sehari-hari. Walaupun isinya bisa berganti-ganti.
     Sama juga seperti Hand Phone yang kini menjadi Smart Phone,padahal tujuan HP ya telepon, bukan untuk foto,sms,bbm an atau aneka pernak-pernik yang lain. Saya merasa seperti pemilik Smart Phone yang menggunakan hp hanya untuk telpon. Apakah salah? Toh yang terpenting saya bisa menghubungi ataupun dihubungi.
     Kembali lagi ke soal makanan,apakah makanan ini hanya menjadi sebuah booming sesaat atau akan bermetamorfosis terus menerus? Saya hanya bisa menanti. Seperti akankah membakar sate tidak menggunakan arang melainkan alat lain? Seperti juga cara mengulek,daripada pusing-pusing mending pake blender. Cari cara praktis kata para chef,jika ada cara gampang ngapain juga ruwet-ruwet.
     Sama seperti ayam goreng,dari dulu ayam goreng itu ya itu itu saja,tidak ada perubahaan berarti,yang ada cuma dikasih tepung atau tidak,disiram telur asin atau biasa,tidak ada yang terlalu ekstrim,toh peminatnya masih dan tetap ada.
      Jadi perlukah saya berinovasi? Atau biarkan saya menjadi penonton dari kejauhan saja?

Selasa, 19 Mei 2015

Nikah atau Tidak ?

      "Manusia tidak menikah tidak akan mati, tapi jika salah menikah hidupnya setengah mati".
     Membaca status teman di BBM membuat saya tersenyum. Setiap orang ketika membaca tulisan tersebut pun memiliki persepsinya sendiri .
    Sudut pandang orang yang telah menikah ataupun belum pasti berbeda. Status teman yang mencantumkan tersebut belum menikah. Maka saya asumsikan hal tersebut adalah pembelaan diri.
     Pun sama dengan saya, jika seseorang menikah kebanyakan tidak akan membongkar permasalahan mereka di depan umum,bahkan menyimpan rapat-rapat. Untuk apa diumbar ke khalayak umum? Hanya jadi pergunjingan.
     Pada hakikatnya setiap manusia berhak menentukan kehidupannya sendiri,baik menikah ataupun tidak. Toh yang menjalaninya orang itu sendiri. Tetapi norma sosial serasa menghukum orang yang berbeda pandangan dengannya.
     Jika lelaki tak kunjung menikah akan ada cap pilih-pilih,cerewet,galak dan mungkin saja gay ?Kalau wanita sama sajalah,padahal mungkin itu adalah pilihan sadar setiap pribadi.
     Bukan porsi saya untuk menilai,mengukur,bahkan menghakimi,toh pada akhirnya jika mereka bahagia dengan pilihannya mengapa kita harus bingung ? Toh belum tentu kehidupan anda lebih baik daripada mereka yang anda gunjingkan.
     

Rabu, 13 Mei 2015

Kisah Pohon Mangga, Tetangga, Istri Ngidam,dan Pencuri

     Jaman sekarang,jangan menanam tanaman/pohon yang berbuah seperti mangga di depan pekarangan rumah anda. Selain mengundang maling,mengundang hal hal yang tidak diinginkan, seperti kisah saudara saya. Ia mempunyai pohon mangga yang cukup lebat. ketika masa berbuah, maka yang datang adalah pencuri,orang ngidam,orang minta-minta.
     Melihat buah yang baru berbuah mereka akan mencurinya,walaupun belum matang,entah kenapa mentalnya memang mental maling. Bukan hak tapi ingin untuk mengambil. Sampai tidak habis pikir.
     Orang ngidam,bayangkan ada lagi alasan ngidam padahal yang datang pria,alasannya buat istri,tapi ya kok yang datang ya alasannya sama ,memang yang hamil ada berpuluh puluh orang? Jika dikasih pun masih merasa kurang,diberi 2 biji minta 4 biji. yang ngidam itu suaminya ato istrinya? Iya kalau emang orang tersebut punya istri.
     Belum lagi tetangga yang tidak pernah betegur sapa tiba-tiba senyum ketika berpapasan di depan rumah,senyum-senyum. Sudah bisa ketebak kan apa maunya? Minta buah. Apa balasan saudara saya? Dicuekin. Makin banyak orang tidak tahu diri. Kalau ada kepentingan saja senyum-senyum,biasanya saja pura-pura tidak kelihatan.
     Ada lagi yang lebih ekstrim,orang yang tidak pernah berkunjung tiba-tiba nonggol di depan rumah, datang buat basa basi dan diujung akhir pembahasan minta buah buat dibawa pulang.
     Apakah saudara saya orang yang pelit? Dengan jujur saya menjawab tidak,tetapi rasa jengkel yang membuatnya seperti itu. Bayangkan pohon yang dirawat dari kecil hingga berbuah, orang tidak memperdulikannya,tapi ketika berbuah maka dengan enaknya mereka datang meminta. Semua itu butuh proses,mengharapkan hasil tanpa memberi upaya.
      Kedua,mangganya belum matang, belum juga dinikmati oleh yang empunya malah maling sudah mengintai. Tidak bisa menikmati buah matang pohon. Masih mentah kalau tidak segera dipanen maka akan hilang terlebih dahulu digondol maling yang ngidam. Tiap hari pun selalu ada yang datang meminta. harga mangga sekilo tidaklah mahal,tapi yang gratisan selalu dicari.
     Apakah anda termasuk kategori demikian? Semoga saja tidak. Tulisan ini semoga membuka wawasan anda bahwa menanam pohon mangga di depan rumah hanya membuat masalah di kemudian harinya. Jika hendak menanam harus di halaman belakang. Menghindari permasalahan.

Rabu, 06 Mei 2015

10 Besar Website Kunjunganku...

     Pernah terpikir berapa banyak situs web yang ada akses selama ini? Dari jutaan alamat web mungkin hanya puluhan bahkan mungkin tidak sampai ratusan situs yang kita akses setiap harinya. Dan inilah beberapa situs yang saya akses setiap harinya. Dari situs yang kita akses menunjukkan kesukaan,minat,dan kualitas diri kita sendiri.
  1. www.klikbca.com : Mengecek transaksi keuangan setiap hari karena ini tuntutan pekerjaan.
  2.  Aneka macam Mail seperti yahoo,google mail : Update terbaru mengenai  berita,,milis, maupun ilmu pengetahuan saya subscribe terlampir disini.
  3. Blogger : wadah dimana saya mencoba berkomitmen untuk terus menulis melalui blogger
  4. www.youtube.com : Video yang hampir semua ada,membuka youtube rasanya sudah menjadi kewajiban bagi semua para pecinta internet,apalagi penuh dengan ilmu pengetahuan,tutorial, pengajaran maupun lelucon yang selalu up to date 
  5. www.goal.com : Berita sepak bola berbahasa indonesia dimana rumor,gosip maupun transfer pemain sepakbola diulas disini. karena saya pecinta bola tentu tidak boleh melewatkan website ini.
  6. www.mangamap.com : Bacaan komik gratis yang selalu up to date dalam versi inggris. Walau ini termasuk kriminalitas,bagaimanapun juga itu membuat saya berhemat untuk membeli komik.
  7. Kshownow.net : Streaming video Korea. Mulai dari variatif show ala Korea,drama, hingga ajang idol di Korea.
  8. IMDB . Situs website dimana para penggemar film disajikan thriler atau cuplikan film bioskop yang akan tayang maupun review dari film yang sedang tayang di bioskop maupun TV berbayar.
  9. Situs pribadi beberapa orang yang saya senangi. seperti https://rahard.wordpress.com/ seorang dosen dari ITB,webnya cukup sederhana,tapi ketika membacanya terasa tidak membosankan,mulai dari crita pribadi,pengetahuan di bidangnya hingga sekedar masalah remeh temeh diulas,bagi saya pribadi itu selalu menyenangkan. www.margarita.web.id . Web milik Margareta Astaman penulis buku after orchad,excuse me moi,fresh graduate dan banyak lainnya. Walau webnya jarang terupdate,tapi selalu seru dengan bacaannya yang tajam,dan berkarakter
  10. Media sosial seperti FB atau instagram. Tidak terlalu sering untuk dibuka karena terlalu banyak bacaan yang tidak bermutu,bahkan sekarang rasanya terlalu banyak barang dagangan yang bertebaran memenuhi wall.
     Itulah 10 besar web yang saya kunjungi,seharusnya saya lebih banyak berkunjung ke web lain. Untuk mendapatkan pengetahuan lebih yang berujung pada pembukaan google dan google yang akan menggiring saya ke web-web yang saya butuhkan, hidup terasa begitu sederhana bukan berkat google.

Selasa, 05 Mei 2015

Gaji Kecil atau Jadi Pengangguran ?

     Pilih mana pekerjaan berpenghasilan kecil atau mengganggur? Banyak dari kita yang memilih untuk menganggur dibanding gaji kecil,lebih baik tidur di rumah daripada kerja bakti. Hal itu terbukti dari lingkungan saya yang memilih menganggur hingga usia lanjut. Mengharapkan gaji ideal yang tak kunjung datang.
     Saya yang menyaksikan itu terasa miris,karena mereka memilih membuang waktu tanpa melakukan apapun. Memilih membuang waktu dengan ke mal,cafe,plaza,tidur di rumah,nonton DVD.
     Semua kembali ke pilihan masing-masing. tapi mereka tidak berpikir bahwa mereka tidak produktif, tapi listrik,air ,bensin itu akan terus keluar. Apakah mereka tidak merasa menjadi beban? Bagi beberapa orang itu tidak menjadi beban karena ada yang menanggung seperti orang tua, suami/istri atau anak yang menghasilkan uang bagi mereka. Atau bagi mereka yang memiliki uang berlebih menjadikan deposito sebagai pendapatan utama mereka.
     Siapakah saya yang mencela mereka? Saya hanya mengungkapkan pandangan saya pribadi. Banyak orang yang memilih menjadi pengangguran seumur hidup mereka,menggantungkan hidup mereka kepada saudara,maupun orang tua mereka. Jika itu seorang wanita saya anggap masih lumrah,tetapi sikarang menjadi kebalikannya. banyak istri yang bekerja sedangkan prianya memilih menjadi pengangguran. Bayangkan, istri disuruh bekerja suami di rumah tidur hingga siang,ketika malam bergadang berkumpul bersama rekan sejawat a.k.a pengangguran menghabiskan malam. Siklus itu terus berlanjut hingga sekarang. Saya sendiri tidak habis pikir. Apa yang ada di otak mereka.
     Tahukah anda jika pengangguran bertemu pengangguran apa yang dibahas? Sama seperti ibu-ibu arisan, bergosip. Bahkan otaknya makin tidak beres. mencurigai istri yang tidak tidak,seperti selingkuh dengan rekan kerjanya. Cemburuan. penyebabnya satu,sang suami merasa tidak berguna. pantas juga sang istri dekat dengan orang lain lah suaminya pengangguran.
     Bekerja itu tentu mempermasalahkan penghasilan. Tapi bagi orang muda,pengalaman itu tentu menjadi pertimbangan. ilmu yang didapat tentu menambah bobot didalam diri anda. tidak mudah memang untuk menerima hal tersebut.
     Untuk istri jika anda tidak bekerja bukan merendahkan martabat,tetapi mereka akan menjadi kuper,makanya arisan untuk meningkatkan aktualisasi diri mereka.
     Jadi masih berpikir untuk menjadi pengangguran?

Senin, 04 Mei 2015

Dilema Antara Efisiensi Dan Keperdulian Lingkungan

     Berapa banyak plastik yang kita buang setiap harinya? Mulai dari kantong plastik,minuman kemasan,dan lain sebagainya? Sebagian besar kita tidak memperdulikan hal tersebut. Padahal itu bersangkutan dengan kehidupan masa depan bumi itu sendiri.
     Contoh sederhana kita mulai dari minuman plastik,karena lebih efisien sekali pakai tinggal dibuang,padahal jika kita peduli dengan lingkungan kita bisa menggunakan gelas untuk minum,tetapi karena ingin ringkas,paling mudah ya gunakan air dalam kemasan.
     Untuk menjamu tamu di dalam rumah pun daripada menyediakan minuman di dalam gelas, lebih ringkas menyodorkan air dalam kemasan bukan? Jika sudah habis tinggal dibuang. Bahkan seberapa banyak brosur yang kita kumpulkan yang berakhir di tong sampah tanpa sempat kita baca?
     Saya hanya bisa berhemat semampu saya. Mungkin satu orang tidak akan mengubah apapun,tetapi saya yakin bahwa banyak orang akan sepaham dengan saya. bahwa membuang plastik hanya menjadikan bumi ini tersiksa. Kita tak bisa merubah dunia yang bisa kita rubah adalah kebiasaan kita sendiri. semua dimulai dari diri sendiri. jadi siapkah anda berubah? 

Minggu, 03 Mei 2015

Diet,Siapakah yang Diuntungkan?

     Diet itu untuk DILAKUKAN bukan untuk DIUCAPKAN. Berapa banyak orang disekitar kita mengucapkan "aku mau diet" atau "aku sekarang diet" dan hal-hal seputar itu. Saya yang mendengarkannya menjadi muak.
     Pertanyaan saya pada mereka yang akan diet, apa TUJUAN diet? Merasa gemuk? Badan tidak proposional? Ikut-ikutan teman? Atau apa? Saya tidak menghakimi tapi hanya memberi pandangan pribadi. Entah ini hanya sebuah luapan emosi karena jenuh membaca status orang yang akan diet dan lain sebagainya.
     Jika diet bertujuan mengurangi berat badan,kenapa tidak mencoba berolahraga? Atau yang paling ekstrem sedot lemak? Tapi hasilnya sama saja. Setelah itu berat badan kembali membengkak. Tidak percaya? Tanpa perlu menyebut nama ada 2 artis Indo yang hobinya seperti itu. Kurus beberapa saat tapi tidak lama akan kembali ke wujud aslinya.
     Tidak sempat / tidak ada waktu adalah jawaban paling standar yang paling sering saya dengar,tapi kalau jalan-jalan ke mall atau window shopping,maka waktu itu akan selalu tersedia. Apalagi kalau ada diskon,tidak ada waktu pun tiba-tiba ada waktu yang tersedia.
     Melihat status seorang teman,berdagang suplemen atau vitamin atau obat langsing, jujur saya langsung tertawa. Bayangkan jika yang dagang obat pelangsing badannya tidak proporsional, akankah produk tersebut laku? Foto beserta testimoni 2-3 minggu langsung turun drastis. Mungkin benar langsung turun drastis,tapi tidak lama bakal naik drastis lagi,sayangnya hal tersebut tidak mungkin diungkapkan di depan umum bukan? Bisa-bisa barangnya tidak laku. Bahkan dengan skeptis saya akan mencibir,minum saja obatnya tidak usah berolahraga. Saya tidak melarang penggunaan barang tersebut,tapi sebagai alat pembantu bukan menjadi prioritas.
     Ada pula saat dimana saya terheran-heran dengan wanita yang badannya sudah mungil tapi tetap merasa gemuk dan perlu melakukan diet,padahal badan tinggal tulang yang dibalut dengan kulit. Opini publik yang menggiring seseorang untuk menunjukkan kualitas ideal seorang wanita,baik bobot tubuh,penampilan,maupun segala pernik-perniknya. Siapa yang diuntungkan ? Silahkan anda tebak sendiri.
     Diet = DIE t

Selasa, 21 April 2015

Produktif ?

     Pentingkah berpikir? Pekerjaan yang harus dilakukan dengan terdiam, meskipun ada juga orang yang harus bergerak untuk berpikir. Sayangnya orang yang duduk terdiam itu seringkali diasosiasikan dengan tidak bekerja, nganggur, dan malas-malasan.
     Saya sendiri sering kesal kalau tidak menghasilkan sesuatu. Harus nulis. Bahkan membacapun kadang saya anggap tidak produktif. Artinya saya sendiri tidak menghargai berpikir. Membaca pun karena sembari lalu. Mengisi waktu luang,sekedar membuang waktu, ketika mencoba untuk mereview,ternyata tidak ada yang saya ingat. Kok bisa?
     Saya adalah penggemar koran. Ada 2 koran wajib baca yaitu Jawa Pos dan Kompas,belum lagi membaca via internet. jarang saya lewatkan. Tapi sebagian besar hanya saya konsumsi sendiri. Tidak dapat diolah dan menjadi sesuatu yang produktif bagi lingkungan maupun sesama. Mungkin saya harus mengurangi kegiatan membaca saya? Memulai mengaplikasikan apa yang telah saya baca. Bukan hanya mengkonsumsi melainkan menjadi produktif ataukah membaca sebagai tempat pelarian saya? Bisa saja.


NB: Tulisan ini saya kutip dari https://rahard.wordpress.com/ Untuk detail tidak sempat saya catat dengan detail karena saya berpikir tulisan iki untuk bahan bacaan saya pribadi Berhubung karena tulisan ini menarik perhatian saya,saya simpan di draft saya cukup lama untuk coba saya kembangkan dalam bahasa saya sendiri. Ternyata tidak mudah. Tapi bisa. Semoga bermanfaat dan yang punya tulisan tidak keberatan dengan beberapa kalimat yang saya comot mentah-mentah.

Sabtu, 14 Maret 2015

Kunci Sukses Menaklukkan Pujaan Hati dan Calon Mertua

     Melanjutkan tulisan saya mengenai bagaimana menjadi kaya dengan instan. Ini adalah sebuah tips yang persentasenya mencapai 99,9% untuk membuat calon mertua maupun target setuju untuk menikah dengan anda. Ini berlaku bagi pria maupun wanita.
     Tipsnya sederhana. Milikilah 5 kunci ini.

  1. Kunci Rumah.
  2. Kunci Mobil
  3. Kunci Pabrik
  4. Kunci Brangkas
  5. Kunci Kondominium
     Siapa yang tidak tertarik dengan hal seperti ini? Ingin memperoleh 5 kunci ini dengan singkat? Jadilah tukang kunci !

Kamis, 22 Januari 2015

Renungan Malam

Ingin Terkenal atau populer jadilah selebritis. Semakin diperbincangkan semakin populer. Tak peduli apa prestasi anda.
Ingin Kaya jadilah pengusaha,tak peduli cara apa yang anda tempuh,baik bersih ataupun kotor
Ingin merasakan kebebasan jadilah seniman, seni tak ada tolak ukurnya. Ada yang bisa mengukurnya? Anda menyukainya silahkan kerjakan.
Ingin terbebas dari beban hidup ? Bersyukurlah dan jadilah diri anda sendiri. Hidup ini bukan kata orang,tetapi kata Tuhan.
 
 

Sabtu, 03 Januari 2015

Sales,Menjual Barang atau Empati ?

    Pernahkah anda terganggu ketika berada di dalam mall ? Satu hal mengganggu ketika berada di mall adalah kehadiran salesman,walau tak bisa dihindari karena pemilik toko ingin segera mendapatkan pembeli karena banyak kompetitor.
    Bekerjasama dengan yayasan sosial menggunakan mahasiswa sebagai para salesnya sedang marak. Apabila kita membeli item tersebut maka kita turut menyumbang yayasan tersebut. Bagi saya oke-oke saja,tetapi nominalnya tidak disebutkan,dan yang difokuskan adalah memberi sumbangsih kepada mereka yang membutuhkan. Poin yang dijual adalah penunjukkan rasa empati dibandingkan produk yang dijual.
     Jika anda menelusuri lebih lanjut,ternyata mereka adalah marketing semacam voucher makanan seharga 100.000 rupiah,ketika saya telusuri lebih lanjut ternyata sumbangan ke yayasan tersebut hanya 10.000 rupiah,sedangkan marketing dapatt 25%, padahal marketingnya bilang ini untuk tujuan sosial,bla-bla-bla,mereka berucap bahwa mereka adalah mahasiswa yang sedang melakukan tujuan sosial.
     Hal-hal diatas sepertinya telah berubah menjadi trik-trik marketing yang secara tidak sadar menggiring para pedengar untuk membelinya. Ini adalah triknya.
  • Dengan menarik empati terlebih dahulu ,mendeskripsikan para penderita penyakit X,dan anda akan membantu beban mereka melalui pembelian voucher ini.
  • memberikan penawaran sensasional yang mungkin tidak dapat anda tolak. Seperti voucher makanan dan lain sebagainya
  • Pada akhirnya anda akan membeli dengan todongan."Beli 2 atau 3 pak?"
      Hal seperti ini hanya permasalahan pada etika,tapi di dunia seperti sekarang masih adakah hal seperti itu?

Kamis, 02 Oktober 2014

Modal Nekat dan Tekat !

     Sudah lama tidak berkomunikasi dengan teman saya yang satu ini,setelah ia menikah 8 bulan yang lalu,disamping itu juga rumahnya jauh setelah menikah. Kembali saya bertanya kabar kepadanya.

"Gimana (jura)gan kabarmu? Istri udah isi?"
"Sudah,baru dua bulan."
" Gimana kontrakan rumah? Bakal diperpanjang?
" Ini lagi pengajuan KPR."
"Nekat nih mau KPR?"
"Iya"

     Sekedar info ketika ia menikah,hanya bermodal nekat dan tekat. Modal hutang untuk menikah, kontrak rumah untuk membangun biduk rumah tangga. Sekarang malah nekat untuk KPR,belum lagi istri dalam 7 hingga 8 bulan kedepan akan melahirkan. Jagoan. Pekerjaan suami dan istri adalah karyawan pabrik.
     Saya membuat tulisan ini bukan untuk menghakimi,malah ingin mengacungi jempol atas tindakannya yang boleh dibilang nekat. Dibandingkan dengan saya yang hingga sekarang belum memiliki pasangan,penuh ketakutan akan masalah yang ada di depan. Walaupun teori dan dalih saya banyak untuk tidak segera menikah.
     Ketika melihat teman saya,saya malah merasa minder.kok berani beraninya untuk melangkah seperti itu. Walaupun teori kembali berbicara, "Masalah itu datang untuk dihadapi bukan untuk dipikirkan." Kebanyakan berpikir tidak akan bergerak maju,hanya diam di tempat dan menjadi penonton.Resiko mereka yang menanggungnya. Selamat berjuang teman.

Sabtu, 26 Juli 2014

Ingin Cepat Kaya

     Beberapa hari ini saya bertanya kepada beberapa teman saya.
"Dalam kehidupan ini apa yang ingin kamu capai?"
"Ingin menjadi kaya."
"Jika sudah kaya mau ngapain?"
"Kalau sudah kaya itu masalah nanti,ada uang mau ngapain juga mudah.Jalan-jalan ke luar negeri,belanja sepuas hati,beli rumah,mobil dan lain sebagainya."

     Tidak salah akan semua jawaban tersebut. Toh di dunia semua memerlukan uang,mulai dari membuka mata pada pagi hari hingga menutup mata. Saya juga jika diberi pertanyaan semacam itu jawabannya kurang lebih sama. Jika ingin dikemas lebih agamawi,semua itu demi Tuhan. Untuk memuliakan nama-Nya,dan lain sebagainya. Tulisan ini sangat subjektif,tetapi bagi saya yang belum merasa "kaya" selalu mencari cara tercepat menjadi kaya. Mulai dari money game,investasi high risk,dan lain sebagainya. Jalur normal tidak akan membuat cepat kaya. Padahal kaya itu sebenarnya adalah hasil dari upaya yang dilakukan. Bukan hanya sekejap mata. Kecuali anda anak orang kaya,atau memiliki mertua kaya,mendapat lotere dan lain sebagainya.
     Balik lagi soal kaya,ketika kaya pertanyaan selanjutnya seharusnya adalah fullfillment,atau tanggung jawab terhadap sesama,sesungguhnya itu yang paling penting. Bukan hanya mengenai diri sendiri tetapi mengenai sesama,tetapi bagaimana mengurusi sesama jika mengurusi diri sendiri saja tidak becus.
     Tulisan inipun hanyalah sebagai teori tanpa landasan valid,tulisan seorang yang bukan siapa-siapa. Bayangkan jika ini diciptakan orang yang kaya,populer,pasti mereka akan percaya dengan segenap hati dan jiwa,Semua akan mencap sang penulis tukang teori,dia juga belum praktek apa yang diteorikannya.
     Jika anda beranggapan demikian sedikit banyak anda keliru karena saya sedang mempraktekkan apa yang saya teorikan,saya sedang berupaya melalui tulisan ini.
     Di dalam benak ini sedang meluap-luap ide untuk ditumpahkan dan ditulis. Terkadang kita terlalu sibuk bekerja,tanpa mengambil jeda sejenak untuk merefleksi diri sendiri. Padahal itu yang membuat manusia berkembang karena belajar untuk mencari tahu,bukan hanya sekedar rutinitas,tetepi mengupayakan cita-cita.

Selasa, 17 Juni 2014

Wajah Pendidikan

     Tadi pagi saya meyaksikan seorang anak kecil bertubuh mungil,kisaran kelas 1 atau kelas 2 SD. Memakai tas ransel yang tingginya hampir sebesar tubuhnya.Tak sempat saya memfotonya,karena terburu-buru berangkat bekerja.
     Yang menjadi permasalahan bagi saya mengapa pendidikan memerlukan sebegitu banyak buku untuk dibawa,untuk seorang anak kecil yang bobot buku disertai aneka macam alat tulisnya seimbang dengan berat badan sang anak itu sendiri.
     Demi masa depan yang katanya indah gemilang.Tapi pada ujung pangkalnya tetap saja ilmu yang diterapkan sedikit.Ketika masuk dunia pekerjaan semua dimulai dari 0 lagi,ketika kebanggaan telah lulus dari perkuliahan pupus ketika menyaksikan realita yang tersaji di depan mata. Konyol? Idealis itupun semakin terkikis ketika dihadapkan dengan realita yang ada.
     Semoga wajah pendidikan berubah menjadi lebih baik,bukan kurikulum yang semakin padat ilmu tapi miskin moralitas.Tidak aplikatif,hanya jago berteori tanpa praktek. Toh pada kenyataannya hanya sedikit ilmu yang dapat digunakan ketika seseorang beranjak dewasa.