Tampilkan postingan dengan label Jatuh Bangun Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jatuh Bangun Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Oktober 2017

Refleksi Diri

     Pernahkah kamu mempertanyakan eksistensi kehidupan kalian? Ataukah sekedar menjalani hidup hari demi hari seperti yang saya alami sekarang, hanya bekerja dari pagi hingga malam tanpa memiliki makna yang mendalam,sekedar mencari uang untuk bertahan hidup. Bayar listrik,PDAM , cicilan rumah maupun keliling dunia.
      Ternyata saya merasa semua itu semu , hal yang perlu saya pelajari adalah belajar bersyukur terhadap semua yang saya miliki. Ada tujuan lebih besar dari sekedar mencari uang,memberi impact kepada lingkungan bangsa maupun negara,belajar membuka wawasan lebih
     Tidak mudah, apalagi etnis saya yang menuntut untuk mengumpulkan uang dalam skala masif,ada sesuatu yang selalu mengusik hati,tapi hingga kini tidak bisa saya diamkan,entah itu rasa kuatir yang berlebihan,ketakutan akan masa depan yang hingga kini masih kabur.
     Sama juga dengan mencari rasa damai. Rasa damai itu tidak dicari keluar melainkan kedalam nurani itu. Seperti pertanyaan apa yang sudah kamu lakukan hari ini? Sudah puaskah kamu dengan kinerja hari ini? Sudahkah kamu membuka wawasan lebih? Tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna.
     Saya sendiri sering melarikan diri dari realita dengan cara baca komik , nonton film hingga tidur seharian,tidak mau menghadapi realita,padahal waktu terus berjalan. ternyata menulis membuat saya merefleksikan diri,menulis membuat saya lebih mengerti diri, sebagai sarana berdamai dengan diri sendiri.
     Rasa tertuduh membuat seseorang menjadi lumpuh,berdamai dengan diri itu diperlukan. Jangan terlalu banyak berpikir, jalani sebaik mungkin, dan liatlah hasilnya. Tidak instan,tapi pasti akan ada jalan yang terbuka.
     Takut itu wajar,karena manusia itu takut akan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Yang terpenting adalah mengendalikan diri sendiri. Tidak perlu cemas berlebihan,sukses dan kegagalan itu hanya setipis kertas. buatlah damai dirimu. Sayangilah jiwamu,sayangilah tubuhmu. Maka Tuhan pun akan tersenyum kepadamu.

Senin, 25 Mei 2015

Ketika Perbedaan Pandangan Memisahkan Seseorang

     Mendengarkan  sebuah cerita bahwa ada sepasang kekasih memutuskan untuk berpisah setelah 7 tahun bersama. Apa yang mereka alami?
     Perbedaan prinsip,sebuah jawaban klise yang saya dengar. Prinsip apa? Sang pria memiliki panggilan hidup untuk menjadi pengajar,sedangkan sang wanita mengharapkan sang pria menjadi pengusaha. Karena sang pria tetap kukuh dengan pendiriannya maka mereka berpisah.
     Siapakah pihak yang salah?  Sang Pria karena idealis? Atau sang wanita yang mengharapkan sebuah kemapanan yang kemungkinan besar tidak dapat diperoleh dari suami berprofesi guru?
     Silahkan anda renungkan sendiri,karena saya sendiri hanya bisa menerka-nerka apa yang harus dilakukan. Setiap pilihan yang memiliki konsekuensi dari para pelakunya.

Senin, 05 Januari 2015

Sebuah Pernyataan

     Tulisan ini  dibuat sebagai pernyataan sikap terhadap orang yang mengaku berkomitmen dalam keagamaan. Suatu kali saya berhadapan dengan pernyataan bahwa pemimpin saya sedang kelelahan,kering rohani,tidak adanya pertumbuhan,disertai dengan banyak problematika hidup yang datang silih berganti. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari apa yang disebutnya "pelayanan". Apakah hal itu salah? Maka dengan tegas saya menjawab tidak , karena itu adalah hak pribadi masing-masing individu.
     Apa sih pelayanan itu? Pelayanan itu memberikan sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu, berkomitmen dalam melakukannya. Tulisan ini bukan untuk menghakimi. Karena saya bukan hakim dan saya pun bukan siapa-siapa.Banyak orang yang mendefinisikan pelayanan lebih daripada itu,seperti berkorban waktu tenaga,uang yang secara ekstrem jika bisa selalu ada.
     Pelayanan dalam jangka waktu pendek tentu tidak memerlukan ketekunan yang berlebih,berbeda dengan  jangka panjang,apalagi yang disebut dengan keagamaan. Waktu yang diperlukan adalah seumur hidup. Dan tahukah anda bahwa pekerjaan yang paling membuat stres adalah Pemuka agama? Ia dituntut selalu tampak suci,agung,penuh pengetahuan,dan mampu melakukan berbagai macam hal yang orang lain belum tentu bisa lakukan.
     Ketika ia menyerah,maka banyak yang mencemooh,padahal pekerjaan ini penuh tantangan, dipenuhi dengan ekspektasi berlebih,tanpa menyadari bahwa mereka pun manusia biasa. Disamping mereka memiliki kebutuhan untuk berkumpul dengan keluarga tetapi mereka menjadi milik publik layaknya artis.Maka kebutuhan publik menjadi prioritas. Tampak agung di luaran tetapi secara tak langsung menelantarkan keluarga.
     Untuk sementara sekian penulisan saya.
     

Selasa, 29 April 2014

Menghapus Kata Putus Asa

     Entah mengapa saya memiliki perasaan tidak berguna terhadap diri sendiri. Tidak memiliki kemampuan spesifik,spirit yang melemahkan diri sendiri,suka melarikan diri dari kenyataan melalui membaca buku maupun bermain game. Rutinitas harian hanyalah menyaksikan karyawan bekerja dan menerima gaji,bagi saya kok rasanya biasa saja. Merasa tidak berdaya,mungkin ini hanyalah tulisan ratapan tidak berguna yang tidak layak dibaca orang.
     Ketika menemui hambatan biasanya saya melarikan diri. Jika saya mereview masa lalu dimulai dari ikut ekstrakulikuler taekwondo yang hanya bertahan 3 bulan. Kemudian menyaksikan seseorang bermain gitar terlihat keren maka sayapun mengikuti kursus gitar selama kurang lebih 2 tahun. Itupun berhenti ditengah jalan. Pembelajarannya semakin rumit dan memutuskan berhenti. Dilanjut kemudian sekolah grafologi,3 bulan pertama bersemangat untuk belajar,kemudian semangat itu luntur dikarenakan belajar statistik, mengukur,memang semua perlu diukur,tidak semudah main tebak-tebakan karakter seseorang.Bisa dimarahin juga orang yang dites.
     Yang terakhir adalah menulis,makin lama merasa tidak berkembang,tapi berhubung menulis tidak ada indikatornya,jadi seharusnya tidak ada masalah,semua butuh proses. Ataukah karena banyaknya tekanan terhadap diri sendiri maka saya merasa menjadi beban untuk sukses WAJIB hukumnya. Maka lari kembali kepada game,sebagai pelampiasan. Mungkin saya seorang pecundang,tapi siapa juga yang menghakimi saya kecuali saya sendiri. Ataukah karena tidak ada kegiatan maka otak berpikir yang tidak-tidak. Itu cerita lain. Coba saya melakukan semaksimal mungkin dan tidak berhenti di tengah jalan. #berandai-andai

Jumat, 11 April 2014

Peluang Penulis Indonesia

     Suatu ketika,saya berbincang-bincang dengan teman yang berprofesi penulis,ia berkata dengan gamblang bahwa kecintaan dia terhadap menulis semakin luntur,disebabkan kebebasan dalam berkarya semakin diperketat.Tidak ada apresiasi terhadap penulis,tuntutan untuk penulisan yang diburu deadline,sehingga menjadi beban bukan menjadi sebuah kesenangan.
     Ia berkata,semua orang diajak untuk entrepreneur,tidak ada kesenangan,yang ada hanya perburuan akan uang. Ia dilema. Menulis tidak bisa menghasilkan seperti luar negeri,jarang sekali ada penulis yang menjadi kaya raya,hanya segelintir,dan itupun tidak kaya seperti pengusaha di sektor lain.
     Idealisme saya mengenai bekerja sendiri tanpa memiliki anak buah pun luntur,haruskah saya tetap mengejar mimpi untuk menjadi penulis?
     Ia berkata di kota besar para penulis yang bekerja kantoran dituntut untuk menulis beberapa artikel setiap harinya.dengan gaji UMR. apakah itu menyedihkan ? Bagaimana menciptakan karya bagus jika tuntutan tinggi.mobilitas tinggi,akses informasi pun tak kalah cepat tuk melaju,meninggalkan para penulis statis.Tetapi semuanya homogen,menciptakan penulisan yang hari ini hangat dibicarakan tetapi besok sudah basi.
     Apakah mereka hanya main comot tulisan yang ada di web lain kemudian di terjemahkan ke bahasa indonesia? Sehingga serupa hanya dalam kemasan yang berbeda?Bisa saja. Tulisan itu layaknya hutan rimba,darimana asalnya kita tidak pernah tahu.
     Hingga kinipun saya mencari jalan yang tepat dalam memulai. Saya tidak ingin stop dalam menulis,jika bisa malah semakin mengembangkan diri.Dunia saya adalah membaca dan menulis,dunia yang hening,tanpa interupsi,sebuah wadah untuk berbicara tanpa dinterupsi oleh orang lain. Menulis sesuatu yang bermutu bukan hanyaa sebuah curhatan pribadi yang tak bermutu. Apalagi yang bisa diharapkan. Ada yang bilang semua itu tergantung dari siapa yang melihat,ada yang optimis ada yang pesimis.Bagi saya pribadi,Maju terus penulis indonesia.

Rabu, 26 Februari 2014

Tips Membuka Usaha Bersama Teman atau Saudara

Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi.
  • Pastikan memiliki visi yang sama. Seringkali melihat usaha yang bubar atau pertikaian karena tidak memiliki visi yang sama. Visi adalah harapan untuk ke depan,jangan hanya memandang masa yang sekarang. Contoh mudah. A ingin membuat perusahaan berbasis sosial,B ingin perusahaan berbasis profit. Tidak ada perusahaan sosial yang memiliki profit besar,karena uang yang diperoleh diolah lagi untuk didonasikan. Jangan sampai anda berpikir untuk membuat tempat ibadah karena berpikir dapat menghasilkan uang banyak. Jika terbesit pemikiran seperti itu bertobatlah anda.
  • Pikirkan jalan keluar yang damai apabila terjadi pertikaian,terkadang ketika berbisnis berdasarkan kekeluargaan,tidak memikirkan bagaimana jalan keluarnya. Karena bisnis seperti itu boleh dikatakan tidak akan selamanya. Walau bisnis keluarga yang sukses pun banyak.
  • Jika bisa,membuka usaha bersama harap kedua pihak bekerja,jangan sampai hanya satu pihak yang bekerja. Jika kedua belah pihak tidak mau bekerja, pekerjakan seseorang untuk menjadi penanggung jawab akan usaha tersebut. Maka sengketa di kemudian hari bisa tereduksi.

Selasa, 25 Februari 2014

Adakah Pertemanan Abadi ?

     Apakah dasar dari pertemanan? Jika jawaban saya salah tolong diperbaiki. Jawabannya semua hanya berdasar kebutuhan dan kepentingan, layaknya politik.Teman bisa menjadi lawan, lawan bisa jadi kawan jika memiliki tujuan yang sama. Disekolah persahabatan adalah yang nomor 1. Jika sudah menjejak dunia nyata semua hanyalah masalah materi.
     Percayakah anda jika seseorang bisa berteman sekaligus bersaing dalam suatu bidang? Jika begitu bagaimana menyeleksi pertemanan? Paling mudah dengan mencari teman ketika sedang dilanda kesusahan,jika dalam kondisi senang semua akan datang menghampiri,tidak tahu siapa teman sungguhan atau teman berbulu domba. Jika dalam keadaan susah maka akan tampak siapa teman betulan siapa teman dalam kesenangan.Itu pemikirin picik saya.
     Semua orang mengagung-agungkan pertemanan semasa sekolah ketika dewasa disuruh memilih teman atau harta? "Uang bisa membeli teman,tetapi teman belum tentu menghasilkan uang." Ucapan mantan bos saya kepada saya.
     Bahkan ada seorang yang dulunya miskin,tidak dianggap,tidak dihiraukan keberadaannya. Bahkan karena sakit hatinya ketika menjadi kaya hidup di alam materialisme, ia malah menunjukkan power of money,dan semua yang dahulu mengabaikannya berbalik arah menghormati. Entah menghormati orangnya atau menghormati isi dompetnya.
     Berbisnis dengan teman itu sama rumitnya. Jika anda berpikiran untuk usaha bersama teman pikirkan bukan hanya yang baiknya tetapi bagaimana cara bubar yang baik (exit plan). Jangan hanya bilang percaya, tak akan membohongi, dan lain sebagainya. Pikirkan yang terburuk tetapi harapkan yang terbaik.
     Beberapa kali saya bercakap-cakap dengan teman sejawat yang berbisnis bersama teman hasilnya kurang lebih sama, kalau tidak terjadi sengketa, ya perang dingin,malas ngobrol. Ada yang bilang harus profesional tetapi pada ujungnya ketika bertemu hanya sekedar say hello. Kalau tidak ya saling mengacuhkan saja,dengan alasan sok sibuk, atau sibuk beneran toh tidak ada yang tahu.
     Tulisan ini dibuat untuk mengutarakan unek-unek saja. Jangan ditanggapi dengan terlalu serius, bagi saya sendiri semua itu adalah pengalaman hidup.Nikmati saja,toh semua tetap akan ada yang namanya pro dan kontra,tidak perduli apakah tanggapan orang karena anda sendiri yang menjalani setiap pertemanan yang anda jalin.

Sabtu, 22 Februari 2014

Letih...

     Menjadi tegar itu berat,berdiri kokoh tak tergoyahkan layaknya batu karang yang tetap berdiri walau diterjang gelombang setinggi apapun,walau manusia bukanlah batu karang. Manusia terkadang butuh bahu untuk disandarkan,mengambil sebuah jeda untuk bernafas.
     Tegak menghadapi berbagai macam permasalahan,rongrongan,maupun tuntutan. Ada saatnya ketika semangat itu mengendur,berubah menjadi rasa frustasi yang berkepanjangan,apakah harus berbalik menjadi cengeng?
     Semua orang pasti mengalami apa yang saya rasakan, Ketika emosi bergolak terus menerus. Tak tahu harus bagaimana menumpahkannya.Lemah letih lesu,walau saya tahu semua itu akan berlalu, Ini bukanlah titik nadir,karena setelah badai mentari pasti kan bersinar. Rasa frustasi harus dilawan. Bukan untuk mengharu biru menikmati penderitaannya.
     Terlalu banyak hal yang harus dipikirkan? Mungkin saja. Terlalu berhati-hati menghadapi permasalahan,terkadang hanya ingin hanyut,larut dalam arus,tanpa perlu melawan,hanya menikmati. Mengikuti arus. Tak ingin menjadi berbeda,melainkan serupa dengan dunia.Walau harus membuang idealisme.

Jumat, 14 Februari 2014

Mempelajari Dokter Dari Kacamata Orang Awam

Ini adalah salah satu isi demo para Dokter di Indonesia ketika Dokter Ayu ditangkap polisi karena diduga melakukan malpraktek.

1.Sangat prihatin +cemas + ngeri karena dokter dipenjara saat gagal menolong pasien.

2.Jaksa menggunakan pasal-pasal KUHP pembunuhan untuk menjerat dokter=malpraktek jaksa.

3.Emboli/alergi anafilaktik/sindroma steven johnson bisa diprediksi bila gempa bumi sudah bisa            diprediksi.
4.Anak pejabat nabrak orang sampai meninggal-----> bebas !
   Anak artis nabrak orang sampai meninggal---------> bebas !
   Dokter niat baik nolong pasien tapi gagal----------->penjara!

5.Dokter berhasil dianggap biasa,dokter gagal divonis malpraktek,usaha+niat baik tidak dihargai

6.masyarakat dan orang hukum tidak mengerti dan tidak bisa membedakan "efek samping"/komplikasi dari mal praktek

Saya mencoba objektif dalam hal ini sebagai orang awam. Kasus malpraktek itu sukar untuk dibuktikan,disebabkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sangat kompak dalam menutupi kasus intern mereka. Sebagai orang awam,dapatkah kita paham apa yang para dokter jelaskan. Bahasa dokter yang begitu rumit,yang proses belajarnya pun memakan waktu 4 tahun,menjelaskan ke orang awam akan sia-sia.Bagaimana pembelajaran 4 tahun dijelaskan dalam kurun waktu 30 menit? Walau banyak yang berkata "bagaimana perasaan keluarga korban?"Harap diingat bahwa hidup mati ditangan Tuhan,dokter hanya berusaha membantu menyelamatkan jiwa.
     Saya memiliki teman berprofesi dokter. Ia berkata "Pikirkan berapa biaya untuk menjadi seorang dokter umum? 100 juta pun bisa lebih,setiap hari terus belajar,balik modal butuh berapa lama? Kalau terkenal tak masalah,kalau tak ada pasien bagaimana? Balik modal belum tentu,cuma titel aja yang keren dengan tulisan "dr X".
     Teman saya yang lain bekerja di dua klinik,gajinya dengan buruh masih tinggi buruh. Sekolah tinggi-tinggi penghasilannya sama dengan buruh. Apa bedanya buruh dengan dokter? Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Tapi pernahkah mendengar dokter berdemo soal gaji?
     Profesi dokter pun tak lepas dari orientasi uang,walau banyak yang menutupinya dalam kemasan "melayani masyarakat". Dokter juga butuh uang untuk makan,maka dokter pun mencoba untuk berbisnis. Seperti membuka rumah sakit,ataupun klinik spesialis.
     Jangan bilang "suruh siapa jadi dokter". Apakah anda sanggup menjadi dokter? Atau karena ilmu anda tidak cukup ketika tes menjadi calon dokter maka anda mencerca dokter? Dokter juga manusia, bisa melakukan kesalahan,jika seorang chef melakukan kesalahan dalam memasak,ia tinggal mengulanginya dari awal. Kalau dokter?begitu terjadi kesalahan ya harus terus berupaya,kalau bisa dibilang nasi sudah menjadi bubur,mau tidak mau buburnya harus tetap diolah untuk menjadi sesuatu yang tetap lezat.
     Tulisan ini bukan untuk mendukung dokter,tetapi mencoba lebih objektif. Banyak dokter berjuang di pedalaman yang tidak terekspos media,menolong banyak orang,tak terdengar gaungnya,tanpa pamrih. Lebih muliakah anda daripada para dokter tersebut? Sudikah anda menjadi penolong bagi sesama? Atau hanya menjadi pencela yang tidak berbuat apapun,hanya berteriak-teriak untuk memenuhi kebutuhan perut sendiri.

Rabu, 12 Februari 2014

Keadaan Manusia Pada Akhir Jaman

2 Timotius 3
1.Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2.Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3.tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4.suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5.Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatan-Nya. Jauhilah mereka itu!

     Ayat ini untuk saya sendiri,seperti ditampar di muka. Berkoar-koar bahwa saya mempercayai Tuhan,datang ke gereja,bernyanyi layaknya orang yang percaya,tetapi di dalam hati masih menyangsikan kekuatan-Nya. Masih mempercayai kemampuan diri sendiri. Uang berbicara,bukan Tuhan yang berbicara.

Kamis, 02 Januari 2014

Meningkatkan Pengunjung

     Beberapa hari ini saya mencari cara untuk meningkatkan pengunjung blog. Yang sedang tren adalah SOE (Search Optimize Engine). Saya tidak akan membahas tentang SOE karena itu bukan bidang saya,Opsi lain adalah membuat tulisan yang menarik dan banyak.Hal ini lebih rasional daripada SOE menurut saya karena dioptimize sebagaimanapun kalau tidak ada isinya ya tetap saja tidak menarik,datang sekali cukuplah.
     Tulisan menarik itu luas maknanya.Minimal menarik bagi diri sendiri. Selama tulisan itu menarik orang akan datang berkunjung kembali. Kenapa harus banyak? Orang suka akan variasi topik,layaknya sebuah restoran,menu makanannya itu-itu saja orang akan bosan dan malas berkunjung. Jadi buat variasi yang banyak. Toh suatu saat ada tulisan yang laku dibaca,dan ada yang menjadi sebuah arsip kehidupan. Saya tak akan pernah  tahu mana yang akan ramai dibaca dan yang mana yang tidak. Yang penting tulis saja dahulu.
      Yang saya lakukan pada blog ini hanya menulis secara rutin. Itu saja. Pada akhirnya saya berpikir ulang tentang tujuan awal membuat blog adalah merekam ulang apa yang telah saya alami sehari-hari. Tulisan di blog adalah refleksi diri dari pemikiran yang bertebaran,daripada dilupakan saya memilih untuk menulisnya. Pembaca pun lama-lama akan datang sendiri selama saya konsisten. Setujukah anda?

Rabu, 25 Desember 2013

Memaknai Natal

     Apakah aktifitas natal anda? Makan-makan bersama keluarga,pergi ke gereja,bekerja walaupun hari libur,atau hanya bersantai di rumah?
     Apa makna natal bagi anda sendiri? Waktu berkumpul bersama saudara seiman,acara tahunan yang rutin dirayakan,momen 'wajib' setiap tahun untuk datang ke gereja,atau tidak ada maknanya? Bagi saya pribadi tidak bermakna. Hanya aktifitas rutin setiap tahun. Merayakan natal itu merayakan kelahiran Kristus. Mungkin saya perlu bertobat karena menulis tulisan ini. Jika dianggap tidak bermakna mengapa juga saya mengaku Kristen. Bisa dimaki seluruh dunia dan ditertawakan. Tetapi bukankah lebih baik jujur terhadap diri sendiri daripada munafik? Yang ujungnya alasan klasik di atas.Merayakan kelahiran Kristus.
     Tetapi pada kenyataannya apa yang dilakukan? Bersikap apatis terhadap lingkungan.Menjadi batu sandungan,menjadi hakim untuk menuduh seseorang baik atau buruk,dan terakhir hanya menjadi penonton,bukan menjadi pelaku firman.
     Bertepatan dengan natal,saya pun lahir ke dunia ini. Walau bisa dianggap lahir bertepatan dengan kelahiran Kristus,tapi kalau bercermin rasanya beda jauh. Yang satu sempurna sedangkan saya penuh cacat cela. Saya mencoba memaknai segala hal yang terjadi hingga saat ini. Yang saya perlukan mungkin pengenalan pribadi akan Tuhan,bukan hanya sesuatu yang berlandaskan nalar/logika.
     Mengapa saya harus mempercayai Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Mengapa tidak ke yang lain? Apakah saya ini orang yang hanya berkata percaya hanya di mulut? Atau saya malah menjadi batu sandungan.
     Semoga tulisan ini sedikit mengusik nurani maupun iman anda.Karena pertanyaan ini bersifat personal,masing-masing dari kita seharusnya sudah bisa menjawabnya ketika anda berkata "saya percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat." Selamat natal 2013.

Sabtu, 21 Desember 2013

Keputusan



     Beberapa minggu ini saya dipusingkan dengan mengambil sebuah keputusan penting dalam pekerjaan. Ada 2 pekerjaan yang menarik perhatian saya,tetapi saya masih bingung untuk memilih yang mana. Mencoba membanding-bandingkankan antara yang satu dengan yang lain hasilnya kurang lebih berimbang.
     Dipikir menggunakan nalar hasilnya berimbang,mencoba mencari jawaban melalui doa pun sudah. Akhirnya malah menemukan sebuah kutipan yang saya tulis di selembar kertas pada tahun 2005.Sudah 8 tahun umur tulisan itu,menunggu untuk dibaca kembali."Tidak sulit membuat keputusan jika kamu tahu bagaimana menghargai sesuatu."
     Apa sih yang aku hargai? Pertanyaan mendasar yang jarang saya renungkan. Saya  menghargai 'waktu'. Begitu banyak waktu yang terbuang percuma untuk berada di jalanan. Dengan kemacetan yang semakin hari semakin parah. Saya membayangkan diri berada di tengah kemacetan,menua di jalan,menghabiskan waktu berpuluh-puluh jam hanya untuk menerobos kemacetan. Dan melalui tulisan ini saya menemukan sebuah petunjuk baru untuk mengambil sebuah keputusan,yaitu pekerjaan yang berorientasi pada hasil bukan pada sebuah angka absensi.

Jumat, 20 Desember 2013

Surat Untuk Ibu

     Bangga.Itu yang saya rasakan sekarang,ketika foto beserta tulisan saya terpampang di koran Jawa Pos tanggal 20 Desember 2013 pada halaman B10. Itu tulisan pertama saya yang terpampang di sebuah media cetak dengan porsi cukup besar. Walaupun tidak berbentuk artikel,cerpen maupun referensi buku yang berbobot,melainkan hanya sebuah surat cinta untuk ibu.
     Tulisan itu cukup sederhana,hanya sebuah ucapan terima kasih kepada ibu. Tapi itu memacu saya untuk berkarya menjadi lebih baik. Pujian dari teman,maupun kerabat akan tulisan itu membuat semangat untuk menulis semakin membuncah.Ternyata tidak sia-sia saya belajar menulis selama ini
     Hal yang terpenting yang saya dapat adalah "surat untuk ibu" yang terpampang di koran tersebut dibaca oleh mama saya. Matanya berkaca-kaca. Saya pun sedikit banyak ikut terharu,walau tidak sampai menitikkan air mata.
     Saya sendiri kurang bisa mengekspresikan diri ketika berinteraksi dengan orang tua saya. Bercakap-cakap pun hanya seperlunya. Dengan menulis saya lebih bisa mengekspresikan perasaan saya. Tetapi apapun media yang kita gunakan,yuk kita bahagiakan ibu kita.

Kamis, 19 Desember 2013

Tabiat Buruk

     Satu minggu lagi berulang tahun yang ke 28. Makin berumur,tapi merasa semakin tidak bisa mengontrol emosi.Topik yang masih saja menjadi masalah utama. Bukan sebuah alasan bahwa emosi tidak bisa dikontrol,tapi saya sendiri merasa lebih baik dikeluarkan dan tidak menjadi masalah kronis daripada menggerutu dalam hati,malah jadi penyakit. Tapi ya itu,kadang kalau sudah keluar sering kebablasan. Yang penting emosi keluar duluan,tidak peduli perasaan orang lain. Kemasan yang keluar isinya sampah beserta segala hewan kebun binatang terkadang keluar. Menyesal? Saya rasa tidak. Susah kan kalau ketemu orang bebal seperti saya.
     Solusi paling mudah akhirnya saya memutuskan tidak dekat-dekat dengan sumber masalah,sumber masalah saya cuma satu saja yaitu MANUSIA itu sendiri. Manusia-manusia yang tidak sepaham lebih baik saya jauhi daripada saya diam, karena jika saya buka suara ujungnya berargumen tanpa menemukan solusi dan akhirnya bikin emosi.

Kamis, 27 Oktober 2011

Kejutan.

     Tahukah kamu hal apa yang paling menyenangkan di dalam kehidupan ini? Sesuai dengan judul di atas maka aku akan menjawab " KEJUTAN ." Ketika kita mendapat kejutan yang menyenangkan maka kita akan tertawa,tersenyum,menjadi kenangan indah yang terlupakan. Sebaliknya ketika kita menghadapi masalah sebaliknya maka hasilnya akan terbalik.
     This is my story. 1 bulan yang lalu aku mendapat hadiah badai Tsunami dalam keuangan,tak lama kemudian pada hari ini aku mendapat "Earthquake." Lidahku sungguh kelu,pikiranku tak dapat berpikir jernih,hanya ada amarah yang ada di dada...penuh getaran negatif. Sekarang masalah dalam keluarga timbul,dan ini sangat parah. Datang penyakitnya orang kaya. "Stroke". Seolah masalah demi masalah datang hanya untuk menambah beban hidup,walaupun Tuhan tidak akan memberi percobaan di luar kemampuan kita.
     Aku hanya ingin melarikan diri dari kenyataan hidup yang pahit ini. Aku ingin mentertawakan kehidupan,tetapi aku selalu merasa kekecewaan dan kekecewaan yang datang bertubi-tubi. Hidup yang tak tentu arah. Tanpa tujuan tanpa harapan. Aku seharusnya bangga memiliki pengalaman ini,karena membuat hidupku lebih berwarna. Tetapi tidak,aku merasa lelah,baik fisik maupun mental. Tuntutan hidup yang tak berkesudahan membuat aku menjadi semakin lemah., bukan membuatku semakin terpacu. Aku merasa langit runtuh. Mungkin hanya perasaan melankolis yang sedang menjalar ke seluruh benakku.
     Ketika aku berdoa,aku hanya bisa diam,seketika jawaban itu datang. "Cukuplah kasih karunia-KU."Aku hanya bisa menangis...

Kamis, 06 Oktober 2011

Siapakah Kita Pada Penghujung Kehidupan?

         Pernah tidak berpikir apa yang bakal orang bicarakan di penghujung hidup kita? Apakah kekayaan ataukah kebaikan kita? Saya rasa yang nomor  2 yang bakal banyak orang pilih untuk diperbincangkan...
         Mungkin pada saat muda kita mentertawakan hal ini,tetapi taukah engkau bahwa sesungguhnya orang yang sudah di dipenghujung usianya banyak yang menyesali atas pilihan hidup yang dipilihnya. Ketika kita memilih harta sebagai hal yang nomor 1 maka sebagian orang rela larut dalam pekerjaan dan mengorbankan segala sesuatunya. Dan saya adalah salah satunya. Tetapi ketika kehilangan harta itu datang aku merasa hancur,aku bukanlah siapa-siapa tanpa harta. Nilai diriku aku nilai berdasarkan kekayaan.
         Aku lupa masih banyak hal yang lebih berharga daripada harta yaitu orang tua,kesehatan,pekerjaan, teman-teman yang menyayangi diriku. Di akhir hidup kita harta hanya mampu membelikan peti bukan kenangan akan apa yang aku telah perbuat di dalam hidup ini. Aku berharap menemukan jawaban itu ditengah perjalanan hidupku

Rabu, 28 September 2011

Revival

     Tanggal 26 September 2011,hal yang tidak pernah terbayangkan olehku terjadi. Uangku lenyap puluhan juta dalam waktu 3 hari. Karena kehancuran sebuah negara USA. Aku menulis ini sembari menahan tangis,goncang secara mental. Tak tahu harus berbuat apa. Hanya mampu meratapi,tak mampu berkata-kata,ini adalah monumen kehancuranku.
     Tapi aku sekarang lebih tangguh. Aku belajar bersyukur masih memiliki orang tua yang sayang kepadaku,badan yang sehat,umur yang muda. Masih ada banyak peluang,harapan,yang terbentang luas dihadapanku.
     Menghitung kebaikan yang Tuhan berikan kepadaku. Masih dapat bernafas dengan gratis tanpa memerlukan bantuan tabung oksigen. Thanks God,i can't repay what you have done to me. I'm just a human.

Note: 2 Tahun setelah tulisan ini terbit, saya membaca tulisan ini dan sekarang mampu tersenyum. Bahwa sejarah yang telah terjadi memang membuat diri saya menjadi lebih tangguh daripada dahulu kala.
Surabaya,17 Desember 2013

Sabtu, 28 Mei 2011

Andaikan...

        If only i can turn back time, So many things i want to repair. But right now it's only regret left. Ibarat nasi sudah menjadi bubur, makanlah jangan dibuang. Nikmatilah tiap kecapan,rasakan,bahwa bubur pun terkadang lebih enak daripada nasi.
        Masa lalu tidak bisa kita ubah,yang ada hanya memandang masa depan yang terhampar luas, penyesalan hanya meremukkan hati,mematahkan semangat.
       Tulisan ini dibuat bukan menyindir seseorang. Aku ingin mentertawakan tulisan ini suatu saat nanti. Berharap kelak menjadi inspirasi seseorang,mengingat bahwa orang sukses pun pasti melakukan banyak kesalahan,tetapi mereka tidak berdiam diri,melainkan memperbaiki,berjuang dan tidak duduk diam saja.Ketika mereka sukses menjadi inspirasi bagi banyak orang.
       Wake up,This is real world. Be tough. Face it.

Note : 21 Desember 2013---Tidak ada kata gagal yang ada hanyalah sukses atau belajar. By TDW