Tampilkan postingan dengan label kisah bersama sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah bersama sahabat. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juli 2015

Perlukah Kuliah Untuk Berwirausaha ?

     Berawal dari bbm seorang kawan,ia ingin duduk di bangku kuliah untuk belajar berwirausaha. Saya tidak mencegah maupun mendorong dia untuk kuliah,karena keputusan ada di tangannya. Tetapi saya ingin menulis secara objektif.
     Tulisan ini bisa menjadi pro kontra,tapi ini adalah buah pemikiran saya . Jika anda berniat beriwirausaha bisa dimulai sesegera mungkin tanpa perlu kuliah,tanpa merendahkan arti perkuliahan itu sendiri. Karena di perkuliahan kita akan diberi pemahaman untuk berbisnis dan dasar dasar berbisnis. Yang hasilnya mungkin berbeda jika langsung terjun ke lapangan. Salah satu contoh adalah bisakah anda menemukan para penipu di dunia usaha? Itu diperlukan jam terbang tinggi dan tidak ada diperkuliahan.
     Perkuliahan tentu tidak bisa diremehkan,walaupun terkadang teori perkuliahan tidak sama dengan hasil yang diharapkan di dunia nyata. Bahkan sebagian besar orang tidak mengunakan ilmu perkuliahannya dalam berwirausaha.
     Semakin berilmu menyebabkan seseorang terlalu banyak menganalisa dan akhirnya tidak segera bertindak karena banyaknya pertimbangan. Dalam kewirausahaan itu sudah langkah mundur,karena orang lain mengambil start dahulu. Hal itu pun saya pernah alami.
      Gigih,ulet,tekun adalah 3 hal yang tidak bisa dilepaskan,dan harus dimiliki oleh para pengusaha,. Tidak cengeng,mudah menyerah itu tidak akan mampu bertahan dalam dunia berwirausaha. Dan di perkuliahan itu tidak diajarkan. Antusiasme dalam berwirahusaha pun tidak akan anda temui dengan mudah. Saya pun gagal berkali-kali. dan bangkit pun berkali-kali,tidak perlu meratapi kegagalan tetapi mampu untuk bangkit itu diperlukan.
      Perkuliahan pun tidak dapat diacuhkan begitu saja,apalagi anda yang ingin menjadi profesional di bidang anda. Tentu menjadi dokter tidak bisa tanpa menempuh perkuliahan,bisa-bisa anda dipenjara bukan karena salah mendiagnosis.
     Jika ingin melamar pekerjaan tentu membutuhkan ijasah. Kalau jadi pengusaha,tidak perlu berijasah bukan? Siapa juga yang bakal menanyakan ijasah anda?
     Mantan bos saya yang lulusan SMP,memandang rendah orang yang bergelar dengan berkata "Lihat itu yang gelar sarjana,saya yang kasih gaji ke mereka,buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau masih bekerja ke lulusan SMP". Saya yang mendengarnya hanya terdiam.
     Perjuangan orang yang kuliah ataupun tidak itu sama sukarnya,jadi apapun pilihannya,jangan menyesali. Hanya jika anda berijasah S1 diusia 30 tahun silahkan bersaing dengan anak muda fresh graduate yang tentu lebih lincah,memiliki semangat muda dan energi yang lebih tinggi. Sanggupkah anda?

Minggu, 28 Juni 2015

Bukan Perpisahan Melainkan Sampai Berjumpa Kembali

    Hari ini ada seorang kawan akan berpindah ke luar kota,maka diadakanlah acara perpisahan. Acara makan-makan pun menjadi ajang berkumpul.
     Keramaian pun terjadi,canda tawa betebaran,seakan tidak akan ada kata perpisahan. Sungguh pemandangan yang menajubkan. Tak memperdulikan lingkungan sekitar,walau banyak mata yang memandang aneh kearah kami.
     Ada beberapa yang berkata mungkin hal tersebut memalukan,tetapi bagi para pelakunya tidak ambil pusing,karena itulah makna dari berkumpul. Terkadang inilah yang diperlukan dalam komunitas,tidak ada kemunafikan,semua orang menunjukkan sifat aslinya. Toh tidak ada pula yang dirugikan. Jadi buat apa ambil pusing?
     Yang paling menyenangkan adalah moment berfoto. Hebohnya bikin gempar. Mulai dari berebut posisi foto,berpose,hingga lari kesana kemari demi mendapatkan tempat terdepan. Saya yang menyaksikannya bahkan tertawa terpingkal-pingkal. Tapi itulah arti persahabatan bukan? Tanpa menutupi satu hal dan yang lainnya. Menjadi diri sendiri.
     Selamat jalan dan sukses selalu kawan. Sampai berjumpa pada kesempatan berikutnya.

Rabu, 24 Juni 2015

Hasil Cek Laboratorium



    Seorang kawan saya memposting tentang hasil dari tes lab yang ia jalani. Umurnya baru 29 tahun,hasilnya cukup mengejutkan. Triglisedanya mencapai 406 padahal batas normal <150mg/dl. Asam uratnya mencapai batas atas di angka 7.2 mg/dl. Sedangkan glukosa mencapai 111 dari batas nomal 70-100 mg/dl.
     Dari postingan tersebut saya bercanda dengan rekan se grup,membahas tentang hasil tersebut. Mulai dari gaya hidup,pola makan hingga hasil lab yang mungkin ngaco. Siapa tahu hasil labnya tertukar dengan orang lain. Hahaha...
     Banyak dari teman saya yang takut untuk mencek up kondisi tubuh,karena tahu akan hasil lab yang pastinya akan buruk. Sudah optimis duluan bahwa hasilnya akan buruk, Mereka lebih takut menghadapi kenyataan dari hasil uji lab,daripada menghadapi jarum suntik.
     Daripada mengetahui hasil lab,lebih baik tidak tahu serta menjalani kehidupan normal seperti tidak ada suatu hal buruk yang terjadi.
    Usia jelang 30 tahun tentulah bukan sesuatu yang menakutkan bagi saya pribadi,toh banyak orang yang hidupnya normal-normal saja ketika menginjak umur 30 tahun. Tetapi mengantisipasi tidaklah salah bukan. Toh mengetahui hasil lab bukanlah menjadi akhir dunia. Siapa tahu dengan mengetahui hasil lab kita bisa mengontrol gaya hidup,pola makan maupun berolahraga secara rutin. Setuju ?
     

Senin, 25 Mei 2015

Ketika Perbedaan Pandangan Memisahkan Seseorang

     Mendengarkan  sebuah cerita bahwa ada sepasang kekasih memutuskan untuk berpisah setelah 7 tahun bersama. Apa yang mereka alami?
     Perbedaan prinsip,sebuah jawaban klise yang saya dengar. Prinsip apa? Sang pria memiliki panggilan hidup untuk menjadi pengajar,sedangkan sang wanita mengharapkan sang pria menjadi pengusaha. Karena sang pria tetap kukuh dengan pendiriannya maka mereka berpisah.
     Siapakah pihak yang salah?  Sang Pria karena idealis? Atau sang wanita yang mengharapkan sebuah kemapanan yang kemungkinan besar tidak dapat diperoleh dari suami berprofesi guru?
     Silahkan anda renungkan sendiri,karena saya sendiri hanya bisa menerka-nerka apa yang harus dilakukan. Setiap pilihan yang memiliki konsekuensi dari para pelakunya.

Selasa, 03 Maret 2015

Cara-Cara Instan Menjadi Kaya

     Ide tulisan ini saya dapatkan ketika bercakap-cakap dengan seorang kawan lama. Percakapan panjang tiba-tiba mencapai sebuah titik dimana ia mengucapkan ada 3 cara untuk menjadi kaya dengan instan.
  • Terlahir kaya. Pernyataan yang tidak dapat dipungkiri kenyataannya. Pertanyaan selanjutnya apakah ketika meninggal masih tetap kaya? Silahkan anda sendiri yang menjawab.
  • Menikah dengan orang kaya. Anda sedang menikah dengan harta atau dengan manusia? Siapkah anda dengan realita yang nantinya tidak seindah dongeng. Berapa banyak wanita yang menikah dengan kekayaan pada akhirnya bernasib tragis? Menjadi simpanan,dicaci maki,ditampar,direndahkan martabat dan derajat karena harta. Percayalah kejadian diatas terjadi berulang kali,jika anda menikah karena harta bersiaplah anda diberlakukan selayaknya benda,baik wanita ataupun pria,dicampakan layaknya benda yang sudah tidak terpakai adan dibuang layaknya benda yang tak berguna.
  • Bergaul dengan orang kaya. Hingga sekarang saya masih belum menemukan esensi dari kalimat tersebut. Tidak semua orang kaya itu baik seperti semua orang miskin itu buruk. Semua kembali ke pribadi orang-orang tersebut. Walau ada kemungkinan anda dipekerjakan, atau dijadikan rekan bisnis.
     Yang ini seharusnya ditambahkan , kaya melalui Forex, Saham, MLM, maupun money game yang sedang marak. Berapa banyak orang yang merugi tetapi tetap saja berkecimpung di tempat itu? Termasuk juga saya. Puluhan hingga ratusan juta telah saya bumi hanguskan disana. Apakah saya jera? Tidak. Apa alasannya? Karena banyak orang yang kaya mendadak karena hal di atas. Tetapi saya melupakan berapa banyak orang yang menjadi miskin karena hal diatas.
     Begitu banyak cara instan untuk menjadi kaya,tetapi apa yang di benak saya,mengapa orang tidak pernah percaya dengan kaya itu membutuhkan proses. Tidak bisa langsung,butuh jatuh bangun berkali-kali. Nurani saya berkata tidak ada cara instan jadi kaya. Karena kerja keras selalu dibayar dengan PANTAS.
     Pertanyaan Terakhir untuk orang yang ingin kaya. Jika sudah kaya apa yang anda mau lakukan?

Senin, 05 Januari 2015

Sebuah Pernyataan

     Tulisan ini  dibuat sebagai pernyataan sikap terhadap orang yang mengaku berkomitmen dalam keagamaan. Suatu kali saya berhadapan dengan pernyataan bahwa pemimpin saya sedang kelelahan,kering rohani,tidak adanya pertumbuhan,disertai dengan banyak problematika hidup yang datang silih berganti. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari apa yang disebutnya "pelayanan". Apakah hal itu salah? Maka dengan tegas saya menjawab tidak , karena itu adalah hak pribadi masing-masing individu.
     Apa sih pelayanan itu? Pelayanan itu memberikan sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu, berkomitmen dalam melakukannya. Tulisan ini bukan untuk menghakimi. Karena saya bukan hakim dan saya pun bukan siapa-siapa.Banyak orang yang mendefinisikan pelayanan lebih daripada itu,seperti berkorban waktu tenaga,uang yang secara ekstrem jika bisa selalu ada.
     Pelayanan dalam jangka waktu pendek tentu tidak memerlukan ketekunan yang berlebih,berbeda dengan  jangka panjang,apalagi yang disebut dengan keagamaan. Waktu yang diperlukan adalah seumur hidup. Dan tahukah anda bahwa pekerjaan yang paling membuat stres adalah Pemuka agama? Ia dituntut selalu tampak suci,agung,penuh pengetahuan,dan mampu melakukan berbagai macam hal yang orang lain belum tentu bisa lakukan.
     Ketika ia menyerah,maka banyak yang mencemooh,padahal pekerjaan ini penuh tantangan, dipenuhi dengan ekspektasi berlebih,tanpa menyadari bahwa mereka pun manusia biasa. Disamping mereka memiliki kebutuhan untuk berkumpul dengan keluarga tetapi mereka menjadi milik publik layaknya artis.Maka kebutuhan publik menjadi prioritas. Tampak agung di luaran tetapi secara tak langsung menelantarkan keluarga.
     Untuk sementara sekian penulisan saya.
     

Senin, 24 November 2014

Duka Dosen Bagian 2

     Taukah anda duka dosen? Memberi nilai. Ya betul,memberi nilai. Apa susahnya coba memberi nilai A hingga E ? Berat banget.
     Kembali ke kisah Dosen Mrs Y,ada satu kelas yang ia ajar. Muridnya "telo"(bahasa jawa dungu) semua. Bayangkan untuk sebuah kelas sastra Inggris,tentu mahasiswa memiliki Vocabulary  yang banyak bukan? Tetapi untuk kata pair saja,satu kelas banyak yang tidak bisa menjawab. Kalimat-kalimat dasar pun banyak yang tidak mengerti,jadi kelas itu harus diapakan? Paling mudah ya diberi nilai C- atau D sekalian,biar mengulang untuk semester depan. Tetapi apakah semudah itu? Tentu tidak.
     Jika di satu kelas nilai C lebih dari 2/3 jumlah murid maka dosennya akan ditegur. Jika pada kenyataannya murid tidak layak lulus apakah layak untuk dipertahankan? Maka terjadi argumen antara Dosen dan pihak kampus. Apa hasilnya? Pasti terjadi sengketa kepentingan. Pihak kampus tentu tidak ingin citranya jelek karena susah meluluskan mahasiswanya,sedangkan dosen tentu memiliki standar tersediri dalam meluluskan mahasiswanya.
     Di manapun anda bekerja tentu ada dilema bukan? Cerita seperti ini membuat saya menyadari bahwa hidup itu tidak jauh dari permasalahan,tergantung bagaimana kita menanggapinya dan merespon serta bernegosiasi.
     Jadi masih tertarik menjadi dosen?

Kamis, 20 November 2014

Duka Dosen

     "Pilih mana murid ramai sendiri waktu pelajaran atau punya murid cengeng?" Itu adalah status salah seorang teman di BBM saya. Saya pun tergelitik untuk bertanya.

"Mending punya murid cengeng dong." Jawab saya.

"Pengen nabok !" ujar Mrs Y

"Nangis karena dimarahi ?"

" Ga dimarahi. Presentasi ndredeg (ndredeg kalau bahasa jawa adalah gemetaran) terus nangis."

      Saya pun tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban seperti itu.  Percakapan tersebut tidak saya lanjutkan,karena jika diteruskan bakal panjang ceritanya. Bagaimana bisa seorang MAHAsiswa melakukan presentasi ketakutan dan kemudian menangis. Tapi itulah kenyataan. Sekolah jarang sekali menanamkan pelatihan mental, seperti contoh diatas,presentasi dihadapan mahasiswa lain tentunya lebih mudah,karena pertama tentu banyak orang yang kita kenal di lingkungan kelas tersebut,untuk penyebab bisa saja sang mahasiswa tidak mempersiapkan materinya dengan matang.
     Mengingat masa lalu saya pun sempat seperti itu,ini adalah kisah semasa SD saya,ketika disuruh menyanyi di depan kelas,saya menyanyi sembari menutup mata. Karena takut menatap puluhan mata teman-teman saya. Tidak ada yang salah bukan? Toh yang penting saya menyanyi,liriknya tidak lupa,nada dinyanyikan dengan tepat dan berirama.
     Saya mungkin bisa tertawa mengingat masa tersebut. Apakah hal tersebut umum terjadi? Saya rasa hal tersebut adalah wajar,bahkan penyanyi ketika akan melakukan pentas akan selalu merasa cemas walaupun sudah berkali-kali menyanyi di panggung. Jika anda dihadapkan dengan permasalahan seperti itu bagaimanakah perasaan anda? Lari atau tertantang untuk menghadapi hal tersebut?

Jumat, 14 November 2014

Berkunjung Ke Rumah Duka

     Ini adalah pengalaman teman saya. Ia berkunjung ke sebuah rumah duka bersama orang tuanya. Apa sih yang menyenangkan dari rumah duka? Saya rasa hampir tidak ada kecuali menikmati hidangan yang disajikan oleh sang tuan rumah. Seperti kacang,kuaci,air mineral,lemper,roti,dan jika yang sedang berkabung memiliki uang berlebih maka soto,atau ronde/angsle bisa anda dapatkan.
      Kenapa yang dibahas malah makanan? Ya karena inilah kelakuan saya biasanya jika berkunjung, sembari menunggu waktu untuk pulang. Kembali lagi ke kisah teman saya. Karena bingung mau melakukan apa ia akhirnya memutuskan BBM an dengan saya,padahal ia jarang sekali berkomunikasi dengan saya. Ia hanya menjawab bosan dan meminta untuk ditemani BBM an.
     Penyebab kebosanan di rumah duka adalah,kita tidak mengenal dengan dekat orang yang meninggal ,terkadang kita hanya kenal tetapi tidak memiliki hubungan emosional dengan orang yang tersebut. Hanya sebagai bentuk penghormatan terakhir.
     Penyebab lainnya adalah kita tidak kenal dengan tamu yang lain,jadi tidak ada teman untuk diajak mengobrol. Beruntunglah anda yang memiliki gadget,jadi anda berkomunikasi dengan orang lain,tapi jika ada yang memperhatikan anda bakal dianggap sebagai orang anti sosial. Tapi peduli amat dengan omongan orang bukan?
     Itu beberapa hal yang saya tangkap dari pembicaraan dengan teman saya. Terkadang ketika berkunjung ke rumah duka,janjian dulu dengan teman atau saudara lain yang lebih dekat,sehingga ketika berkunjung ada teman. Sebenarnya hal tersebut tidaklah menjadi masalah,toh hanya beberapa jam berada disana. Tidak sampai berhari-hari.

Rabu, 15 Oktober 2014

Bahasa Inggris, Siapa Takut?

     Ini adalah beberapa kisah dari seorang teman berprofesi dosen Bahasa Inggris di sebuah Universitas Surabaya. Dalam sebuah sesi tanya jawab ringan ini adalah perbincangan antara dosen dan sang mahasiswa.

Contoh 1
"Please tell me about your life (Tolong ceritakan tentang kehidupannya." Ujar sang dosen
"My life is flat,nothing special (Hidup saya datar tidak ada yang istimewa)."Ujar sang mahasiswa
Bayangkan jika anda menjadi dosen,bagaimana anda bisa memberi penilaian jika jawabannya singkat,tidak padat,dan tidak bermakna? Layakkah jawaban seperti itu menjadi cerminan sebuah mahasiswa?
Karena sang dosen sedang jengkel maka ia menjawab. "So I can't give you a score.That's it" (Jadi saya tidak bisa memberi anda nilai,sekian).

Contoh 2
Dalam sebuah ujian ada sebuah gambar dan sang mahasiswa disuruh mendiskripsikan gambar tersebut.
.
Tell Me what Antonio's Wearing.(Beritahu kepada saya apa yang Antonio kenakan).
Dan inilah jawaban sang mahasiswa
He wearing black hair,he wearing clock. (Ia mengenakan rambut hitam,ia menggenakan jam) Clock sebenarnya lebih mengarah ke jam dinding,lebih tepat menggunakan watch.
Dalam kesenewenan sang dosen menulis (#wearing hair gundulmu). Bagi anda yang mengerti Inggris mungkin akan mentertawakan tulisan ini. Bagi yang tidak mengerti lebih bagus menggunakan wig bukan daripada rambut).  Saya yang membacanya jadi tertawa sendiri. Dan ini adalah tulisan mahasiswa terkemuka di Surabaya. Bagaimana bisa lulus coba dari SLTA dengan kemampuan bahasa Inggris yang amburadul begini?

Contoh 3.
Ada sebuah sketsa seseorang mengunakan sepeda. Sang mahasiswa menulis Eddy Wimcycle. Maksudnya apa coba menulis nama seseorang dengan nama belakang salah satu merk sepeda terkenal?
Sang dosen mencoba menelaah sendiri dengan mengartikan Eddy is riding a bike.

Contoh-contoh diatas sungguh membuat miris saya yang bukan seorang mahasiswa sastra Inggris,hanya sebagai pengamat, Saya sempat bertanya,dari mana asal para mahasiswa sakti ini? Kebanyakan dari luar kota Surabaya, Tidak perlu saya sebut,karena mahasiswa "sakti" ini tidak perlu melalui ujian tapi bayar saja uang bea masuk yang besar maka semua akan lancar bukan.

Kamis, 02 Oktober 2014

Modal Nekat dan Tekat !

     Sudah lama tidak berkomunikasi dengan teman saya yang satu ini,setelah ia menikah 8 bulan yang lalu,disamping itu juga rumahnya jauh setelah menikah. Kembali saya bertanya kabar kepadanya.

"Gimana (jura)gan kabarmu? Istri udah isi?"
"Sudah,baru dua bulan."
" Gimana kontrakan rumah? Bakal diperpanjang?
" Ini lagi pengajuan KPR."
"Nekat nih mau KPR?"
"Iya"

     Sekedar info ketika ia menikah,hanya bermodal nekat dan tekat. Modal hutang untuk menikah, kontrak rumah untuk membangun biduk rumah tangga. Sekarang malah nekat untuk KPR,belum lagi istri dalam 7 hingga 8 bulan kedepan akan melahirkan. Jagoan. Pekerjaan suami dan istri adalah karyawan pabrik.
     Saya membuat tulisan ini bukan untuk menghakimi,malah ingin mengacungi jempol atas tindakannya yang boleh dibilang nekat. Dibandingkan dengan saya yang hingga sekarang belum memiliki pasangan,penuh ketakutan akan masalah yang ada di depan. Walaupun teori dan dalih saya banyak untuk tidak segera menikah.
     Ketika melihat teman saya,saya malah merasa minder.kok berani beraninya untuk melangkah seperti itu. Walaupun teori kembali berbicara, "Masalah itu datang untuk dihadapi bukan untuk dipikirkan." Kebanyakan berpikir tidak akan bergerak maju,hanya diam di tempat dan menjadi penonton.Resiko mereka yang menanggungnya. Selamat berjuang teman.

Rabu, 01 Oktober 2014

Memang Enak Jadi Instruktur?

      Salah seorang teman saya telah lulus menjadi seorang instruktur yoga. Banyak orang beranggapan jadi instruktur itu enak,hanya bermodal cuap-cuap doang,tidak ngapa-ngapain bisa dapet uang. Apakah memang demikian?
     Inilah hasil dari cerita sang Instruktur. Siapa bilang hanya bermodal memberi instruksi? Tidak mungkin,karena instruktur harus memberi contoh. Mana ada cuma mengajar tanpa berkeringat? Guru matematika juga harus terus berlatih untuk mengasah kemampuan bukan? Jangan sampai muridnya mengalahkan sang guru.
     Kalau mengajar di kelas,semua ingin melihat contoh yang diberikan oleh instruktur. Mana mungkin instruktur duduk diam sementar muridnya berlatih. Instruktur juga harus membenarkan posisi yang salah. Posisi yang salah dalam berlatih bisa membuat cedera.
     Ingat juga bahwa instruktur itu terus berolahraga.  Berolahraga selama 30 menit hingga 1 jam baik untuk tubuh,Olahraga yang berlebihan tentu tidak baik, Bayangkan instruktur mengajar selama 4 hingga 5 jam maksimal,sesuai dengan kemampuan tubuh. Segala sesuatu yang berlebihan berbahaya bukan? Kecuali berlebihan harta.
      Belum lagi kelelahan secara fisik apalagi berkendara sendirian,tentu lebih melelahkan.Menembus kemacetan jalan,mengajar dari satu tempat hingga ketempat yang lain. Masih banyak cerita lain yang unik dan menarik. Seperti murid yang hanya ingin berlatih ala kadarnya. Membatalkan janji seenaknya ketika membuat perjanjian latihan privat. Belum lagi bertemu klien yang rewel nan bawel,menawar harga pelatihan dan lain sebagainya.
     Masih berminat menjadi instruktur?

Selasa, 25 Maret 2014

Modal Sedikit,Untung Besar,Tanpa Resiko, Mau?

     Sering ditawari bisnis tanpa perlu bekerja dapat menghasilkan keuntungan hingga 30% per bulan? Belum lagi ada bisnis dapat 1,5% per hari. Bukannya ingin meremehkan,sok tahu dan segala kesombongan yang lain. Masuk akal? Mana ada. Disaat orang sukses berkata mencari uang itu jatuh bangun dan penuh perjuangan dan pengorbanan,ini malah berkata tidak perlu bekerja uang datang sendiri.
     Manusia selalu dibutakan dengan imbal keuntungan yang besar,termasuk saya,tapi keuntungan besar selalu beresiko tinggi. Bermain saham,valas termasuk resiko potensi tinggi.
     Banyak orang menepis resiko karena tergiur bunga tinggi tanpa memerdulikan resiko,sudah buta dan tuli yang terpenting uang berlipat kali ganda. Ketika uang hilang maka menyalahkan orang lain,merasa tertipu,dan akhirnya menyalahkan semua orang kecuali dirinya.
     Sikap dasar manusia adalah serakah/tamak. Inginnya duduk,diam,dapat uang. Siapa juga yang tidak mau? Tapi sadarkah kalian bahwa seorang CEO pun masih terus bekerja walaupun mereka sudah bebas secara finansial?
     Ketika ketamakan menutupi hati,maka rasional terkadang tidak dipakai. Dahulu MLM selalu mengatakan sistem yang berjalan,tak perlu bekerja,pemasukan datang sendiri. Pada kenyataannya mereka harus bekerja layaknya orang kantoran,ketika kedudukan tinggi mereka maintenence downline layaknya mengurus anak buah,yang kelakuannya aneh-aneh,mulai dari mudah menyerah, pengeluh,suka menyalahkan orang lain.Tapi tidak suka menyalahkan diri sendiri.
     Semua membutuhkan pembuktian,bahwa mereka sukses dan lain sebagainya. Ketika sukses kita apatis,menyesal kenapa tidak ikut dari dahulu. Ketika gagal maka kita mentertawakan mereka,dan berkata bahwa pandangan kita yang benar.
     Saya mencoba berhenti menjadi orang yang mengharapkan perubahan tanpa melakukan apapun tetapi menjadi pelaku perubahan,melalui tulisan ini saya berharap menjadi pelaku perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Bahkan membuat tulisan inipun membutuhkan pengorbanan waktu,tenaga dan pemikiran. Tertarik untuk menjadi pelaku perubahan?

Senin, 03 Maret 2014

Carl's Junior Terminal 2 Juanda Surabaya

Portobello Mushroom burger with French Fries

     Carl's Jr akhirnya membuka gerainya di Surabaya. Yang sedikit mengherankan adalah mereka membuka gerainya di bandara Internasional Juanda Surabaya Terminal 2,di terminal kedatangan di sisi kanan gedung. Apakah target mereka hanya orang yang hendak bepergian?
     Saya pernah merasakan Carl's di Jakarta,kini saya pergi bersama beberapa teman mengunjungi bandara Juanda Surabaya hanya untuk menyantap burger ini. Kegiatan ini jika dipikir agak kurang waras.Ternyata disana saya pun bertemu beberapa teman yang juga iseng berkunjung hanya untuk makan burger ini. Jadi yang tidak waras bukan hanya saya.
     Bagi yang belum pernah merasakan,burger ini memiliki beberapa varian isi dari ayam,sapi,jamur, jalapeno(cabai besar ala mexico),bahkan bacon (babi). Jadi sebelum membeli pastikan dulu apa yang akan anda beli. Harga sebuah burger ala carte dimulai dari 35 ribu hingga 70 ribu.
     Saya membeli mushroom burger dengan kentang + minum ukuran large,biaya yang saya keluarkan sebesar 95 ribu rupiah. Cukup mahal untuk masyarakat Surabaya pada umumnya,karena dibandingkan dengan Big Mac paket lengkap hanya perlu mengeluarkan uang 43 ribu. hampir separuh dari harga Carl's. Atau karena di bandara maka harganya melambung?
     Secara keseluruhan saya katakan burger ini nikmat,dengan irisan bawang bombay,selada,tomat segar menciptakan sensasi tersendiri. Untuk kentang rasanya biasa,untuk minuman dengan adanya isi ulang sepuasnya,saya rasa itu cukup menguntungkan bila bersama beberapa teman,apabila anda tidak memiliki urat malu maka satu gelas tersebut bisa digunakan beramai-ramai,cukup bermodal beberapa sedotan.Tapi siapkanlah lambung anda,karena yang bisa direfill hanyalah minuman bersoda.
     Jika anda ingin mencoba burger dengan sensasi yang berbeda mungkin anda bisa mencoba Carl's Junior,walau menunya tidak selengkap di Jakarta,serta siapkan kesabaran anda karena perjalanan untuk menikmati burger ini memakan waktu karena letaknya berada di perbatasan Surabaya-Sidoarjo.


Update :
  • Portobello Burger ala carte Rp. 57.273
  • Combo Large Famous Star with cheese Rp.69.091 
Harga diatas belum termasuk ppn 10%

Selasa, 25 Februari 2014

Adakah Pertemanan Abadi ?

     Apakah dasar dari pertemanan? Jika jawaban saya salah tolong diperbaiki. Jawabannya semua hanya berdasar kebutuhan dan kepentingan, layaknya politik.Teman bisa menjadi lawan, lawan bisa jadi kawan jika memiliki tujuan yang sama. Disekolah persahabatan adalah yang nomor 1. Jika sudah menjejak dunia nyata semua hanyalah masalah materi.
     Percayakah anda jika seseorang bisa berteman sekaligus bersaing dalam suatu bidang? Jika begitu bagaimana menyeleksi pertemanan? Paling mudah dengan mencari teman ketika sedang dilanda kesusahan,jika dalam kondisi senang semua akan datang menghampiri,tidak tahu siapa teman sungguhan atau teman berbulu domba. Jika dalam keadaan susah maka akan tampak siapa teman betulan siapa teman dalam kesenangan.Itu pemikirin picik saya.
     Semua orang mengagung-agungkan pertemanan semasa sekolah ketika dewasa disuruh memilih teman atau harta? "Uang bisa membeli teman,tetapi teman belum tentu menghasilkan uang." Ucapan mantan bos saya kepada saya.
     Bahkan ada seorang yang dulunya miskin,tidak dianggap,tidak dihiraukan keberadaannya. Bahkan karena sakit hatinya ketika menjadi kaya hidup di alam materialisme, ia malah menunjukkan power of money,dan semua yang dahulu mengabaikannya berbalik arah menghormati. Entah menghormati orangnya atau menghormati isi dompetnya.
     Berbisnis dengan teman itu sama rumitnya. Jika anda berpikiran untuk usaha bersama teman pikirkan bukan hanya yang baiknya tetapi bagaimana cara bubar yang baik (exit plan). Jangan hanya bilang percaya, tak akan membohongi, dan lain sebagainya. Pikirkan yang terburuk tetapi harapkan yang terbaik.
     Beberapa kali saya bercakap-cakap dengan teman sejawat yang berbisnis bersama teman hasilnya kurang lebih sama, kalau tidak terjadi sengketa, ya perang dingin,malas ngobrol. Ada yang bilang harus profesional tetapi pada ujungnya ketika bertemu hanya sekedar say hello. Kalau tidak ya saling mengacuhkan saja,dengan alasan sok sibuk, atau sibuk beneran toh tidak ada yang tahu.
     Tulisan ini dibuat untuk mengutarakan unek-unek saja. Jangan ditanggapi dengan terlalu serius, bagi saya sendiri semua itu adalah pengalaman hidup.Nikmati saja,toh semua tetap akan ada yang namanya pro dan kontra,tidak perduli apakah tanggapan orang karena anda sendiri yang menjalani setiap pertemanan yang anda jalin.

Minggu, 16 Februari 2014

Resepsi Pernikahan

"Resepsi pernikahan begitu-begitu saja ya? Nyanyi,makan-makan,foto-foto,kenyang lalu pulang deh.Sampai bosan menjalaninya." Keluh seorang teman yang sebulan ini mendapat 8 undangan pernikahan.
     Dalam hati pun menjadi bertanya,apa yang sebenarnya diharapkan dari sebuah pernikahan? Kehadiran yang diundang untuk memeriahkan acara? Rutinitas untuk mengesahkan pernikahan melalui resepsi,dan bagi yang mengundang merasakan menjadi Raja dan Ratu semalam,karena dielu-elukan pada acara tersebut tetapi pada kenyataannya tetap menjadi rakyat jelata keesokan harinya.

Hasil mengamati pernikahan beberapa teman hasilnya tetap seperti yang teman saya katakan di atas. Sama saja. Di undangan acara dimulai pukul 18:00,sebenarnya rata-rata dimulai 19:00. Dimaksudkan agar tamu dapat hadir lebih awal. Toh tetap saja banyak yang datang terlambat.

Resepsi ditilik dari penyajian makanan:
*Resepsi menu prasmanan :
Tamu hadir - Mempelai datang - Acara di depan panggung untuk menghormati sang mempelai - menu dipersilahkan untuk dinikmati- foto bersama- begitu kenyang tamu pun bubar.
Poin paling penting dari acara prasmanan adalah begitu perut kenyang,tamu dipastikan bubar,beberapa acara prasmanan hanya memakan waktu 1,5 jam.
*Resepsi menu meja :
Tamu datang - mempelai hadir - Acara di depan panggung untuk penghormatan terhadap sang mempelai - Menu perlahan lahan dikeluarkan untuk menahan sang tamu untuk tidak segera beranjak dari acara - musik dan tarian berkumandang terus hingga akhir acara - menu ke-6 atau ke-7 biasanya tamu beranjak dari tempat duduk,karena yang tersisa hanya makanan pencuci mulut atau nasi goreng/mie goreng. Acara berlangsung 2 hingga 3 jam,tergantung dengan padatnya acara,dan juga berbagai macam hiburan yang disajikan tuan rumah.

Tips untuk mengikat tamu agar tetap hadir hingga penghujung acara : Kasih door prize yang WAH!!! Cincin berlian,atau apapun yang bernilai jutaan rupiah,dijamin tamu akan sabar menanti walau hingga tenggah malam. Hal ini saya pun mengalaminya.
Note: Bagi yang hendak melaksanakan ide diatas,harap di cek dengan isi dompet, atau kalau ingin sedikit licik (buat aja settingan siapa yang ingin dimenangkan).

Jumat, 14 Februari 2014

Mempelajari Dokter Dari Kacamata Orang Awam

Ini adalah salah satu isi demo para Dokter di Indonesia ketika Dokter Ayu ditangkap polisi karena diduga melakukan malpraktek.

1.Sangat prihatin +cemas + ngeri karena dokter dipenjara saat gagal menolong pasien.

2.Jaksa menggunakan pasal-pasal KUHP pembunuhan untuk menjerat dokter=malpraktek jaksa.

3.Emboli/alergi anafilaktik/sindroma steven johnson bisa diprediksi bila gempa bumi sudah bisa            diprediksi.
4.Anak pejabat nabrak orang sampai meninggal-----> bebas !
   Anak artis nabrak orang sampai meninggal---------> bebas !
   Dokter niat baik nolong pasien tapi gagal----------->penjara!

5.Dokter berhasil dianggap biasa,dokter gagal divonis malpraktek,usaha+niat baik tidak dihargai

6.masyarakat dan orang hukum tidak mengerti dan tidak bisa membedakan "efek samping"/komplikasi dari mal praktek

Saya mencoba objektif dalam hal ini sebagai orang awam. Kasus malpraktek itu sukar untuk dibuktikan,disebabkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sangat kompak dalam menutupi kasus intern mereka. Sebagai orang awam,dapatkah kita paham apa yang para dokter jelaskan. Bahasa dokter yang begitu rumit,yang proses belajarnya pun memakan waktu 4 tahun,menjelaskan ke orang awam akan sia-sia.Bagaimana pembelajaran 4 tahun dijelaskan dalam kurun waktu 30 menit? Walau banyak yang berkata "bagaimana perasaan keluarga korban?"Harap diingat bahwa hidup mati ditangan Tuhan,dokter hanya berusaha membantu menyelamatkan jiwa.
     Saya memiliki teman berprofesi dokter. Ia berkata "Pikirkan berapa biaya untuk menjadi seorang dokter umum? 100 juta pun bisa lebih,setiap hari terus belajar,balik modal butuh berapa lama? Kalau terkenal tak masalah,kalau tak ada pasien bagaimana? Balik modal belum tentu,cuma titel aja yang keren dengan tulisan "dr X".
     Teman saya yang lain bekerja di dua klinik,gajinya dengan buruh masih tinggi buruh. Sekolah tinggi-tinggi penghasilannya sama dengan buruh. Apa bedanya buruh dengan dokter? Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Tapi pernahkah mendengar dokter berdemo soal gaji?
     Profesi dokter pun tak lepas dari orientasi uang,walau banyak yang menutupinya dalam kemasan "melayani masyarakat". Dokter juga butuh uang untuk makan,maka dokter pun mencoba untuk berbisnis. Seperti membuka rumah sakit,ataupun klinik spesialis.
     Jangan bilang "suruh siapa jadi dokter". Apakah anda sanggup menjadi dokter? Atau karena ilmu anda tidak cukup ketika tes menjadi calon dokter maka anda mencerca dokter? Dokter juga manusia, bisa melakukan kesalahan,jika seorang chef melakukan kesalahan dalam memasak,ia tinggal mengulanginya dari awal. Kalau dokter?begitu terjadi kesalahan ya harus terus berupaya,kalau bisa dibilang nasi sudah menjadi bubur,mau tidak mau buburnya harus tetap diolah untuk menjadi sesuatu yang tetap lezat.
     Tulisan ini bukan untuk mendukung dokter,tetapi mencoba lebih objektif. Banyak dokter berjuang di pedalaman yang tidak terekspos media,menolong banyak orang,tak terdengar gaungnya,tanpa pamrih. Lebih muliakah anda daripada para dokter tersebut? Sudikah anda menjadi penolong bagi sesama? Atau hanya menjadi pencela yang tidak berbuat apapun,hanya berteriak-teriak untuk memenuhi kebutuhan perut sendiri.

Senin, 27 Januari 2014

Menjadi Panitia Reuni Part 2


     Hal yang cukup rumit dalam mengadakan acara reuni adalah menghadirkan para anggotanya. Acara reuni itu ibaratnya acara pernikahan. Kalau tidak memiliki hubungan yang dekat maka memilih tidak datang. Nah sama juga dengan acara reuni,syarat dan ketentuan berlaku,apalagi sudah tidak berjumpa selama 15 tahun. Misal,Mr S akan datang jika anggota yang datang berjumlah 15 orang keatas. Karena ia datang jauh-jauh dari luar kota hanya demi bereuni.
     Sebagai panitia saya harus mengkontak siapa yang kira-kira bisa datang. Ketika ditanya rata-rata berujung wait and see. Lihat dulu siapa yang bakal datang. Kalau seperti ini siapa yang akan memulainya? Saya mencoba melobi teman yang dekat dengan saya. Memulai secara personal. Satu per satu dihubungi untuk memastikan kedatangannya. Anggap seperti jaringan MLM teman akan mengajak teman.
     Akhirnya teknik yang ini bisa dikatakan berhasil,beberapa orang konfirmasi akan datang,walau ada beberapa belum dapat memastikan kehadirannya. Tak apalah pikirku,sebagai permulaan cukup bagus.Pada hari H cukup banyak mengatakan datang. Tinggal menunggu kehadirannya. Kendala tetap saja ada. Dimulai dari mereka yang bekerja kantoran,ada beberapa yang rapat dadakan,sehingga tidak bisa datang,ada pula yang tak memberi kabar hingga hari H.
     Pukul 19:00 saya datang ke tempat yang telah ditentukan. Baru satu orang yang telah muncul. Waktu telah menunjukan pukul 19:30 hanya saya berdua,sembari was-was bagaimana dengan yang lain. Kok belum datang? Akhirnya satu per satu mereka hadir. Dari yang jumlahnya sekitar 20an yang datang susut hingga menjadi 13 orang. Karena ada beberapa permasalahan di tempat pekerjaan.
     Bagi saya ini adalah sebuah kebahagiaan tersendiri ketika berhasil mencari dan mengumpulkan beberapa teman yang terhilang,walaupun masih jauh dari kata sukses tapi menjadi sebuah pengalaman baru,tantangan yang bisa saya lewati dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan. Sekedar bertegur sapa menanyakan kabar,waktu 2 jam tersebut cukup banyak untuk mengetahui apa yang mereka kerjakan selama ini. Tidak ada keuntungan pribadi,yang ada hanyalah semangat untuk mengenang masa lalu.

Minggu, 26 Januari 2014

Menjadi Panitia Reuni Part 1


Reuni Setelah 15 tahun tak bersua

     Pernah menjadi panitia untuk acara reuni sekolah? Baru-baru ini saya mengalaminya. Dimulai dari rasa ingin tahu bagaimana kabar teman-teman SD Kristen Petra 2 Kapasan tahun 1992-1998. Sekedar info,dahulu dari TK hingga kelas enam SD,kami selalu bersama-sama disebabkan hanya ada satu kelas yang hanya tersedia jadi kurang lebih hampir 8 tahun menempuh pendidikan dan pertemanan yang berkesinambungan.
     Delapan tahun adalah waktu yang cukup lama untuk mengenal masing-masing dari pribadi.Karena pertemanan selama delapan tahun tersebut,kami mengenal nama orang tua yang lain. Pada jaman dahulu "olok-olokan" nama orang tua menjadi hal yang sering didengar. Bahkan hingga sekarang ada beberap dari mereka masih hafal dengan nama orang tua yang lain.
     Ternyata menjadi panitia itu tidak mudah,mulai dari mencari para anggotanya,yang tersebar hingga mancanegara yang beberapa tak diketahui rimbanya. Hingga mencocokkan jadwal agar bisa meluangkan waktu untuk sekedar datang bereuni. Membutuhkan waktu hingga 3 bulan untuk menemukan 30 orang yang tersebar di belahan dunia. Hyperbola banget yang nulis. :p
     Jadwal pun mulai saya atur.Dimulai dari pemilihan hari,opsi Sabtu dan Minggu dihilangkan disebabkan hari tersebut undangan pernikahan maupun acara keluarga biasanya padat. Maka saya jatuhkan pada hari Jumat,karena hari terakhir bekerja para pekerja pada umumnya.
     Pemilihan pekan juga harus saya pertimbangkan,karena ada beberapa yang dari luar kota hendak melowongkan waktu untuk datang sekaligus untuk jalan-jalan di Surabaya. Akhirnya saya putuskan untuk diadakan hari Jumat tanggal 13 Desember 2013. Momennya pun pas menjelang liburan sekolah maka mereka bisa mengajak anak-anaknya untuk datang bersama. Walaupun tidak bisa mengakomodasi semua.
     Permasalahan kedua,acaranya diadakan dimana? Pemilihan lokasi harus dipertimbangkan,tempat tinggal yang tersebar di belahan Surabaya harus bisa diakses oleh semua. Setelah dipertimbangkan maka saya memilih Surabaya Pusat. Dari manapun anggotanya tidak terlalu jauh untuk diakses.
     Pertanyaan ketiga. Mau makan apa? Hampir semua akan berkata,terserah,kemana saja ok. Jawaban yang membuat kepala berkunang-kunang. Dengan asumsi yang datang kurang lebih 20 hingga 30 orang maka sedikit tempat yang sanggup menampung. Maka saya pilih food court. Menu makanan yang bervariasi,mereka pun dapat memilih yang sesuai selera dan dapat disesuaikan dengan isi kantong.To be continued...

Sabtu, 25 Januari 2014

Barang Kesayangan

     Punya barang kesayangan? Saya sendiri mempunyai barang kesayangan yaitu buku. Bagi penggemar buku,ketika melihat buku dibuka lebar-lebar rasa takut halaman buku akan terlepas dari sampulnya,ketika buku terjatuh ke lantai jadi kotor,membaca buku ditekuk membuat bentuknya menjadi menggelembung, membaca di meja makan takut kena kuah atau saos dari makanan. Pembawaannya paranoid.
     Dahulu saya memandang lucu dulu para kolektor tas yang setiap hari pekerjaannya memandangi, membersihkan tas setiap hari sembari menonton televisi. Tas tertata rapi di lemari kaca bahkan ada yang masih kondisi terbungkus rapi,tapi jarang dipakai. Sudah gila mungkin orang-orang itu. Tapi ketika saya bercermin kelakuan saya kurang lebih seperti itu. Walau tidak separah para kolektor tas yang menghabiskan budget hingga ratusan juta bahkan milyar.Tapi tetap saja kelakuannya hampir serupa.
     "Gila kamu beli buku terus menerus dibaca sekali terus ditaruh di rak,kurang kerjaan,hidup di dunia khayal dan buang-buang uang." Ujar temanku
     Teman saya yang berujar tersebut tidak berkaca,padahal di rumahnya terdapat banyak botol minuman keras baik label lokal maupun luar negeri untuk dipajang di rumahnya. Digunakan untuk memenuhi rak ruang tamu. Apakah itu juga sesuatu yang berguna? Saya memilih untuk tidak berargumen,akan melelahkan.
     Pada akhirnya saya merasa bukan wilayah saya untuk menghakimi seseorang,selama itu tidak merugikan orang lain it's fine.