Rabu, 21 Januari 2015

Realita Kehidupan Marketing

     Anda ingin sukses dalam bidang Marketing? Anda hanya perlu  satu hal. PEROLEH OMSET YANG BESAR. That's it. Efeknya nama anda bergaung ke seluruh jagat.
     Rajin ke kantor,pintar berbicara/berdebat,banyak ilmu tapi tidak menghasilkan omset, anda akan dipandang sebelah mata sebagai marketing. Yang penting Omset. Masa bodoh dengan yang lain. Setujukah anda dengan saya?

Selasa, 20 Januari 2015

Ask Google or Human?

      Bertanya kepada Google atau manusia? Beberapa tahun kebelakang,manusia lebih suka bertanya kepada manusia daripada ke Google,sekarang kebalikannya. Penyebabnya? Kebanyakan manusia ketika ditanya tidak memiliki empati,menjawab dengan acuh tak acuh,bahkan menyesatkan.
     Ambil contoh mengenai petunjuk jalan. Saya seringkali bertanya kepada penduduk setempat, seperti tukang becak mengenai alamat yang akan saya tuju, jawabannya akan  saya peroleh dengan mudah dan diberi penjelasan secara ramah.
     Mebandingkan dengan sekarang,jawaban tidak tahu,bahkan jika orang itu dalam keaddan mood tidak baik maka kita akan disesatkan ,hal tersebut bukan hanya saya alami sekali dua kali,melainkan berkali kali. Maka Google map menjadi andalan dalam pencarian alamat hingga sampai tujuan. Jarak tempuh beserta perkiraan kedatangan akan kita ketahui dengan mudah.
     Belum lagi untuk pertanyaan sederhana,kita bisa langsung bertanya ke google walau jawabannya belum tentu valid tetapi jawaban yang didapatkan cepat. Coba bertanya kepada manusia jawaban tidak tahu,tidak mengerti dan lain sebagainya akan kita dapatkan dengan mudahnya. Belum lagi jika kita dibodoh-bodohkan oleh sang pemberi jawaban.
      Google itu buatan manusia,anak kecil pun terkadang lebih suka bertanya pada google daripada ke orang tua ,karena kesibukan orang tua atau karena kecuekan orang tua,yang repot adalah ketika disuruh menghafal mereka dengan entengnya menjawab kan ada Google,jadi ngapain juga repot repot belajar. tinggal tanya Google.
     Jika anda tidak memiliki akses internet anda akan kelimpungan, pengetahuan minim untuk bertahan di alam terbuka adalah tantangan tersendiri. apakalah google perusak komunikasi antar manusia? Jawabannya tidak.
     Google adalah alat yang berfungsi mendukung proses belajar seseorang,bukan menjadikan kita bergantung sepenuhnya kepada Google. dengan begitu banyaknya aplikasi yang memudahkan malah membuat kita malas untuk berkembang. apa jadinya jika google tidak ada? Apakah dunia akan kiamat? Kembali jawabannya tidak. Malah komunikasi antar manusia akan lebih terjalin secara real. Apakah bisa? Coba saja anda praktekkan kehidupan tanpa gadget dan internet selama 1 minggu. Anda akan menemukan jawaban bahwa anda bisa.

Senin, 19 Januari 2015

Siap Menjadi Sales Properti ?

      Siapa bilang menjadi agen properti hanya bermodal ketrampilan berbicara? ini adalah beberapa modal yang diperlukan.
  • pointer (untuk menunjuk maket kan tidak bisa menggunakan tangan bukan?)
  • kartu nama (Kalau tidak ada kartu nama bagaimana pembeli mengingat anda?)
  • kalkulator (Buat hitung menghitung)
  • kendaraan pribadi 
  • pulsa telepon (modal buat follow up calon customer)
  • Buku tamu 

     Ada beberapa hal yang menjadi catatan tambahan yaitu jika anda menjual barang mahal,maka penampilan harus prima,menggunakan jas atau blazer,sepatu mengkilat,belum lagi rambut yang klimis atau make up yang menarik. Semua itu butuh modal...

Minggu, 18 Januari 2015

Ambil Atau Buang?

     Maukah anda jika digaji jutaan hanya untuk datang,duduk,diam,menanti tamu datang,jika tidak ada kunjungan maka anda akan bengong selama 8 jam setiap hari? Menghabiskan waktu menunggu.
     Duduk di depan pintu bercakap-cakap dengan sekuriti,ditemani suara air bergemericik yang ditimbulkan oleh air mancur. Dinginnya lantai marmer,diiringi hembusan angin air conditioner menemani 8 jam anda.
     Masih berminat dengan pekerjaan ini?

Jumat, 16 Januari 2015

Definisi Orang Sukses

     Orang sukses itu umumnya adalah ahli dalam menyederhanakan masalah hidup. Sehingga ia selamat dari perdebatan,argumen,perbedaan pendapat,dan keragu-raguan yang tidak perlu.
     Ia memotong serangkaian masalah dengan solusi yang dibutuhkan oleh semua orang.

~Michael Korda~

Kamis, 15 Januari 2015

Bagaimanakah Memulai Sebagai Marketing ?

     Pernahkah terbayang bahwa diri anda menjadi marketing? Saya baru saja menjerumuskan diri saya kedalam dunia Marketing. Dunia dimana yang penting adalah omset atau penjualan.
     Tidak ada rumus pasti dalam berjualan,jika di benak anda perlu jago untuk berbicara. Belum tentu. Karena ada marketing yang tidak jago bicara tetapi bisa jual banyak.
     Tidak punya relasi dalam berjualan? Anda bisa saja menjadi marketing. Contoh nyata ya penulis ini sendiri,saya terdampar tanpa mempunyai data base. bisa menjual 1 unit rumah,padahal baru bergabung menjadi marketing dalam hitungan hari.
     Tidak punya kendaraan?  Anda tetap bisa bekerja menggunakan kendaraan umum. Dan beraneka macam permasalahan yang sebenarnya hanya menjadi sebuah alasan.
      Jika anda ingin menjadi marketing,hanya 1 hal yang perlu anda lakukan. Jalani dulu pikirkan kemudian.Anda berpikir terus maka tindakan tidak akan ada. Jika anda menganggap dunia marketing itu mudah,maka hal itu tidaklah salah. Jika anda mengganggap dunia ini keras maka itu tidaklah salah pula.
     Tahukah anda,jika ingin mempelajari ilmu marketing,lebih baik anda membaca buku yang tersebar di toko buku ? Akan ada benang merah yang akan anda temui. Bahwa ilmu marketing sendiri terus berkembang. Tidak statis,teori yang anda dapatkan tahun lalu mungkin sudah basi dengan perubahan dunia yang semakin berlari dengan kencang.
          Teringat akan pembelajaran marketing itu tumbuh seperti layaknya rumput liar. Tumbuh tanpa arahan dan akan membentuk karakter anda dalam menghadapi pembeli. Buku panduan itu tidak akan berlaku ketika anda menghadapi realitas yang sedemikian kompleks. Hanya memberi wawasan.
     Tidak peduli sepandai apapun anda selama anda tidak bisa berjualan anda hanyalah seorang pecundang di dunia marketing. Itulah realitas yang akan anda temui.

Rabu, 14 Januari 2015

Kutipan

     Kutipan ini saya ambil dari Broadcast BBM Bapak Xavier Quentin Pranata,seorang pendeta dari HFC (Happy Family Center)Surabaya. Semoga menjadi berkat bagi orang yang membacanya.

"Batu permata yang paling bermutu adalah waktu "
"Kita seringkali lupa bahwa mukjizat Tuhan seringkali terjadi justru dalam kejadian keseharian" 
"Ketika kamu takut untuk menghadapi masa depan,  hadapilah pemegang masa depan."
"Bukan panjang pendeknya usia yang terpenting namun bagaimana kita mengisi kehidupan dengan memberikan hidup."
"Jika kita tidak bisa menjaga emosi,kita pasti merusak reputasi."
"Ada yang memberi buku,ada yang menghadiahi pembatas buku. Tetapi bagian terpenting adalah membaca buku itu dan mengamalkan isinya." 
 
 

Selasa, 13 Januari 2015

Sneak Peek Sky 36 Restaurant at Sumatra 36 Apartment

     Sebentar lagi akan ada Restoran fine dining muncul di Surabaya,soft launching akan diadakan pada tanggal 15 Januari 2015,untuk para undangan. Penasaran dengan lokasinya?
     Berlokasi di jalan Sumatra 36 Surabaya. Anda akan menemukan Sky36 restaurant di rooftop Apartemen Sumatra 36 Surabaya. Jika anda tidak tahu dimana lokasinya,jika anda tahu restoran Domicile,letaknya persis di sebrang restoran tersebut.
   

       Info yang saya dapat restoran ini dikelola oleh pihak Intiland selaku developer dari Apartemen Sumatra 36. Penasaran dengan tampilannya? Foto dibawah saya ambil pada saat senja. Pemandangan river view dan city akan anda dapatkan. Untuk menu makanan saya masih belum mendapatkan bocorannya.
     Membayangkan suasana pada malam hari ditemani kelap kelip lampu yang menerangi jalanan tentu akan mengesankan bukan?

Senja menjelang

     

Senin, 12 Januari 2015

Akuntan VS Marketing

     Akuntan adalah seorang pandai berhitung. Marketing berorientasi menjual. Bagi marketing yang penting adalah target tercapai tidak perduli apa yang terjadi dan bagaimana caranya pokoknya jualan.Mereka tidak mau tahu biaya produksi yang penting capai target. Bahkan terkadang ada marketing yang setiap berdagang pasti menjawab bisa. Tidak ada yang tidak bisa bagi para marketing.
     Para akuntan seringkali dibuat pusing oleh kelakuan marketing. Marketing terkadang menjanjikan yang muluk-muluk,sedangkan akuntannya yang membereskan semua permasalahan administrasi. Terdengar familier?
     Ingin mendapat pendapatan tanpa batas jadilah marketing,jangan jadi akuntan. Akuntan menjadi "tukang" hitung keuangan. Mencatat kekayaan orang lain,sedangkan marketing bekerja demi komisi,semakin banyak pembeli apapun itu produknya mereka pendapatan mereka akan meningkat. Jadi tidak salah apabila marketing ujung tombak perusahaan, sedangkan akuntan mensupport dari belakang. Keduanya penting bagi perusahaan. Masih tertarik menjadi akuntan atau marketing? Atau ingin langsung jadi ownernya?

Minggu, 11 Januari 2015

Jeprat Jepret di Pasar



     Ketika berada di pasar saya menemukan pemandangan menarik. Gerobak penjual DVD bajakan dengan 2 subwofer yang tertanam di dalam gerobak. Belum lagi televisi dan DVD playernya. Hanya satu pertanyaan saya. Dari mana sumber listriknya? Ada yang bisa menjawab?