Kamis, 31 Oktober 2013

Alasan Membuat Blog.

      Saya memulai bloging dari tahun 2011. Pada saat masa kekelaman,frustasi,tidak tahu harus melakukan apa,bercerita kepada siapa,kemanakah saya harus melangkah,karena kesalahan yang saya buat sendiri. Kehilangan uang cukup besar di forex.Akhirnya mencoba menulis di blog.
      Walaupun bloging hanyalah tempat pelampiasan sesaat setelah itu vakum lama. 2 tahun kemudian saya mencoba menulis lagi di blog. Dengan alasan yang berbeda. Kali ini saya butuh suatu wadah untuk menyalurkan apa yang ada di benak.
     Pertanyaan-pertanyaan yang kadang sentimentil,kadang absurd,tapi menambah wawasan walaupun terkadang tanpa jawaban yang memuaskan. Kalau memakai bahasa sekarang itu KEPO (Knowing Every Partical Object). Yang bagi saya itu menarik. Memahami karakter seseorang melalui pertanyaan yang saya ajukan,membuat penilaian berdasar apa yang saya rasakan. KEPO itu bagi saya positif. Basic wartawan pun dasarnya mungkin KEPO. Mungkin orang yang tidak mau di KEPO in itu punya banyak masalah. Manusia dasarnya itu senang dipuji,di ekspos prestasinya tapi tidak mau keburukannya nampak dari luar.
    Jika seseorang bertanya kepada saya bagaimana kabar si A,si B,si C,dan lain-lain,saya mampu menjawab detail dan objektif. Jika sedang bermasalah saya katakan bermasalah dan apa permasalahannya,jika sukses ya saya jelaskan ia sukses dan mengapa ia sukses. Mungkin orang bisa bilang saya ini kurang kerjaan. Jadi hati-hatilah berteman dengan saya.
    Tapi itulah kesenangan saya mengamati object yang disebut manusia. 1000 manusia 1000 pemikiran. Apa yang akan saya tulis di blog rata-rata akan berdasar dari pengamatan terhadap lingkungan saya,baik keluarga,teman,saudara,pemerintahan,dan lainnya. Saya mencoba untuk selalu kritis dengan selalu bertanya. Bukankah orang yang bertambah pengetahuannya itu selalu bertanya? dan apabila seseorang menganggap dirinya tidak tahu apa-apa itu lebih mudah untuk belajarnya daripada orang yang merasa mengetahui segala sesuatunya.
     Banyak orang bertanya "Menghasilkan uang tidak?"
 Bagi kebanyakan orang semua indikatornya adalah uang. Kalau menghasilkan mau,kalau tidak ngapain juga? lebih baik tidur,atau mengerjakan yang lain.
Maka saya jawab "Belum.Tapi kedepannya mudah-mudahan menghasilkan."
 Walaupun tidak menghasilkan uang,minimal saya menghasilkan tulisan buah pemikiran saya sendiri,membuat tulisan yang enak dibaca dan terakhir melatih komitmen saya untuk menulis setiap hari. Karena saya sendiri orang yang cepat bosan. Tapi bersyukur sudah 1 bulan ini minimal 1 tulisan saya hasilkan per harinya.
    Blog mungkin sudah kehilangan peminatnya,tergantikan dengan twiter yang lebih masive,FB beserta segala aktifitasnya,instagram dengan moto satu gambar menjelaskan banyak hal. Tapi bagiku blog merupakan tempat personal untuk berbagi,wadah yang membutuhkan komitmen untuk bercerita dan bertutur. Semacam cerpen bersambung,hingga sang penulis merasa sudah saatnya ini untuk diakhiri.

Rabu, 30 Oktober 2013

Memaknai Arti Pembantu Bukan Pelayan,Pesuruh,Ataupun Budak.

       Baru menyaksikan kisah penyiksaan pembantu di TV. Saya tidak habis pikir,kenapa harus disiksa? Lebih baik diberhentikan baik-baik,digantikan dengan yang lebih berkompeten.
       Pembantu dalam bahasa Inggris disebut assisten bermakna membantu  menyelesaikan pekerjaan,yang di INDONESIA berkonotasi seseorang yang mengerjakan segala urusan rumah tangga. Yang memberi gaji sibuk mengurus handphone,kutek,salon,arisan,foto-foto narsis,bergosip dan terakhir menjadi TUAN/NYONYA BESAR yang maunya terima beres. Anak diurus baby sister,bayi diurus suster, Pokoknya digaji,beres semua urusan.
       Pembantu Indonesia tidak bisa disamakan dengan assisten. Assisten,lebih berkonotasi ke pekerjaan yang lebih formal,jabatan di dalam perusahaan seperti "assisten manager." Saya tidak pernah mendengar ada orang berucap "pembantu manager."
       Dari tayangan TV terlihat betapa tolol majikannya. Melampiaskan amarah ke pembantu dan gaji pun tidak diberikan.Perlu dipahami pembantu itu pada dasarnya pendidikannya kurang,cara belajarnya lambat. Apalagi yang tidak punya pengalaman. Menyiksa orang tidak membuat orang semakin pintar. Tujuan utama pembantu adalah membantu apa yang dikerjakan majikan,meniru apa yang dicontohkan,dan berdikari secara perlahan,terlepas dari pengawasan majikan.
      Banyak yang bilang mencari pembantu itu susahnya setengah mati.Tetapi teman saya punya pembantu yang kerjanya sampai puluhan tahun. Saya memiliki pembantu rata-rata bekerja diatas 2 tahun. Sedangkan yang berucap di baris pertama itu pasti langganan makelar pembantu.Makelar pembantu yang hanya marak di Indonesia,per kepala dihargai 750 ribu. Rela membayar makelar 750 ribu tetapi setiap 3 bulan selalu mencari pembantu baru karena pembantu lamanya tidak betah,paling parah ditinggal minggat tanpa pamitan.
     Saya asumsikan yang bilang susah cari pembantu itu,yang majikannya cerewet,pelit,tapi keinginan banyak. Itu kenyataan. Pembantu pun manusia,layaknya seorang karyawan,apabila bosnya sabar,tidak terlalu menuntut karyawan.Minimal dikasih makan yang layak,saya rasa banyak yang cukup puas akan keadaan itu.
      Studi kasus. Banyak orang disekeliling saya selalu memberi makan pembantunya tahu,tempe, pindang. Tidak ada menu lain? Apakah layak? Jika posisinya dikembalikan ke diri sendiri maukah anda?
      Yang lain lagi,makanan yang sudah berhari-hari di kulkas,majikan sudah malas memakannya karena terlalu lama. Diberikan ke pembantu dengan tambahan kalimat. "Kalau tidak mau buang aja ke tong sampah." Saya yang mendengarnya jadi bergidik. Lebih baik dibuang daripada menjadi penyakit bagi yang memakannya.
      Kasus baru. Maaf jika menyinggung orang lain. Tapi memang saya pikirin,suka-suka saya yang nulis. Orang yang hobinya menuhin kulkas,tapi tidak pernah tahu apa isi kulkasnya. Apa yang saya maksud kulkas itu sudah penuh sampai isinya tidak jelas. Kue tart berumur beberapa minggu,makanan restoran yang tidak jelas kapan dapatnya.
     Saya terbiasa mengosongkan kulkas,maksimal 1 minggu. Daripada diisi hal-hal yang tidak penting, alangkah baiknya jika diberikan kepada siapa yang membutuhkan. Apa untuk menunjukkan bahwa seseorang itu kaya maka kulkasnya harus terisi penuh? Isinya? Sampah tidak berguna.
      Sampai ada trademark kalau dikasih dari si A lebih baik langsung dibuang. Daripada bikin sakit.Saya sendiri suka bingung dengan orang-orang disekitar saya. Punya pembantu banyak,kerjaannya padahal di rumah,nganggur,tidak ngapa-ngapain. Ngurus anak diserahin ke pembantu.Anak ini sebenarnya anaknya siapa? Pembantu atau majikan? Saya salut dengan orang barat yang pada umumnya mandiri,berdikari. Punya anak berapapun selalu diurus sendiri,jarang sekali memakai nanny atau baby sister. Victoria Beckham saja ngurus anaknya sendiri. mu Lebih sibukkah anda daripada Victoria Beckham? Ia mempunyai produk fashion,usaha parfum dan perusahaan yang bejibun. Masih sanggup ngurus 4 anaknya sendirian. Dibandingkan yang berkata sibuk tidak punya waktu. Tapi kalau dilihat dari FB,BB,instagram dan lain-lain selalu eksis tiap hari.
      Tulisan saya kali ini rada membela pembantu . Tapi ini pemikiran saya pribadi. Jika bisa dikerjakan sendiri mengapa juga memakai pembantu?

5 W and How

        Sedang belajar cara menulis yang baik dan benar. Bukan hanya enak dibaca,tetapi juga bermanfaat dan berbobot. Suka baca tulisan sendiri rasanya banyak kejanggalan,penuturan ceritanya agak skip.  Kurang lancar menceritakannya. Engga mengalir seperti kalau lagi bicara. Butuh banyak latihan dan proses.
        Untuk penulisan hal-hal yang harus dicakup adalah:
  • where(dimana)
  • when(kapan)
  • what(apa)
  • who(siapa)
  • why(mengapa)
 Itu masih basic,moga-moga bisa dipraktekin dalam waktu dekat ini. Lagi sibuk,tapi produktifitasnya jelek banget. Terlalu banyak gangguan beberapa hari ini.......

Selasa, 29 Oktober 2013

2 Pertanyaan Tak Lazim Untuk Calon Karyawan

         Artikel ini saya dapat dari  http://www.ciputraentrepreneurship.com/hrd/2-pertanyaan-tak-lazim-untuk-calon-karyawan. Maka saya akan mencoba mengisinya sembari memahami diri sendiri

--------"Apakah yang Anda tidak ingin lakukan 5 tahun dari sekarang?"  Maka saya akan menjawab,melakukan pekerjaan fisik,banyak orang yang bisa mengerjakan pekerjaan fisik,fisik saya lemah,dan saya lebih suka berpikir,menjadi seorang TINKER/CREATOR.
     
--------"Persepsi salah seperti apakah yang banyak orang miliki tentang diri Anda?"
Pemarah,bekerja dengan lamban.
-Pemarah,saya bukan orang sabar terhadap kesalahan sepele contoh tidak tepat waktu. Pola pikir orang yang tidak terstruktur,menciptakan alasan-alasan yang dibuat-buat. Tidak ada alasan. Lebih baik diam dan mengakui kesalahan. Just simple like that.
-saya memiliki pola cumulative thinker. Dimana dalam melakukan sesuatu saya harus tahu prosesnya dari awal hingga akhir,hingga memudahkan saya menstruktur apa yang akan saya kerjakan,tanpa harus mengulang belajar kembali. jadi terkesan lambat dalam berpikir.
       
Pertanyaan pertama untuk mendorong kandidat yang Anda wawancarai untuk berpikir tentang masa depannya secara mandiri, demi mengetahui tingkat adaptabilitasnya.

Pertanyaan kedua untuk menemukan Para kandidat teratas akan memiliki tingkat kesadaran diri yang tinggi dan akan dengan mudah menjawab pertanyaan ini. Mereka juga akan memahami persepsi ini merupakan realitas yang bisa ditemukan dalam berbagai kasus, dan mungki sudah memiliki rencana itu untuk membahasnya


Siapa yang tertarik meng-HIRE saya?

Memahami esensi Kredit

       Tulisan ini saya buat berdasarkan pengamatan saya terhadap sesuatu yang berbau kredit. Tampak mengiurkan dari luar,tapi menghancurkan dari dalam bagi yang tidak mampu mengendalikannya.
       Kredit pertama adalah credit card. CC yang semakin marak di indonesia,pengajuan aplikasi yang mudah,dengan iming-iming tanpa biaya admin,promo di sejumlah tempat makanan,restoran,kafe dan lain-lain.
      Bagi saya kartu kredit itu hanyalah alat penunda pembayaran untuk pemenuhan nafsu sesaat.Berdasar pengamatan saya,perilaku konsumsi akan meningkat ketika pemasukan/pendapatan naik. Contoh kasus; saya orang yang suka makan,saya hanya mampu membayar dengan tunai karena tidak punya CC. Jujur,sering sakit hati karena bayar tunai tidak dapat potongan,sedangkan jika dengan CC yang notabene hutang malah dapat potongan hingga 50%. Kalau dipikir masuk akal tidak sih?
     Yang dapat saya simpulkan adalah kita dididik untuk berhutang,semakin meningkatkan sisi konsumtif. Sampai sekarang saya tidak pernah makan XO Suki dengan ortu karena diskon CC BCA buy 1 get 1. Saya tidak punya CC BCA,jadi saya mundur daripada mengitung kerugian karena tidak dapat promo. Tapi bagi yang punya CC tingkat konsumsi akan dinaikkan karena "murah."
     Saya adalah orang yang paling anti kredit. Bagi saya HANYA 1 hal yang layak untuk dipertimbangkan untuk kredit. Yaitu kredit rumah. Selain itu,TIDAK.
     Pemahaman saya mengenai kredit adalah membayar secara mencicil. Untuk kategori rumah saya mengasumsikan bahwa harga rumah selalu naik,jadi layak untuk dicicil. Kendaraan bermotor,barang elektronik,dan lain-lain wajib dibeli kontan,sesuai dengan kemampuan kita membeli. Cicilan itu nikmatnya sesaat,deritanya berkepanjangan,
      Saya suka membayangkan ketika berurusan dengan kredit apabila saya seorang karyawan. Ketika menerima gaji sudah kena potongan buat bayar cicilan. Menambah beban hidup. Gaji dipotong aneka macam tagihan dan keperluan.Habislah itu gajinya bagi yang hidup pas-pas an.
     Hingga sekarang saya hanya punya motor keluaran tahun 2003,yang kalau dijual hanya 2,5 jt. Tapi hidup saya tenang. Bandingkan dengan orang yang kredit sepeda motor baru,DP cukup 500rb,tapi bisa nyicil sampai 3 tahun. I can't live like that. Tiap bulan selama 3 tahun gaji buat setoran wajib kredit,sedangkan motornya kalau dijual akan turun harganya.
     Banyak orang bangga akan motor baru,velg racing,cc lebih besar,model baru,injection dan lain-lain. Saya pribadi suka mentertawakan orang yang mengejek saya dengan berkata
"Sepeda motor kamu udah jelek gitu,tidak ganti?"
 "Saya nyaman dengan kendaraan ini,saya belinya KONTAN. Perawatan mudah,bensin irit,dan terpenting kalau hilang tidak bakal menangis meraung-raung."balas saya.
     Jangan pernah mendengar pujian atau hinaan dari seseorang hanya karena barang "baru"yang anda miliki. Sesuatu yang baru perlahan lahan dengan berjalannya waktu akan menjadi "bekas". Sepeda motor belum lunas aja dibanggain. Mendingan ngaca dulu.
    Sementara ini dulu tulisan saya mengenai kredit. Banyak pro dan kontra akan kredit. Semua balik ke pribadi masing-masing. Yang terpenting adalah bijak. Dan terakhir PIKIRKAN BAGAIMANA CARA BAYARNYA !!!

Perkawinan menurut Louis Kaufman Anspacher

Hubungan antara lelaki dan perempuan yang memiliki derajat kebebasan setara,memiliki

ketergantungan satu sama lainyang bersifat mutual,dan kewajiban yang bersifat imbal balik.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Getting older

      Kemarin malam datang ke acara ultah teman yang diadakan di Sutos. Tempat banyak orang berkumpul,untuk makan,kongkow,maupun sekedar ngopi. Di jelang umur 28 ini aku sudah merasa malas untuk berkunjung ke tempat yang penuh keramaian,belum lagi kemarin hari jumat,ada live music dengan audio mengalahkan suara di diskotik. Merusak mood.
      Saya adalah seorang yang introvert,berbeda dengan kenyataan yang keliatan dari luar apabila bertemu dengan orang baru adalah optimis,penuh energi,suka ngobrol. Bagi orang yang mengenal saya dengan lebih dalam,saya menyukai kesunyian,jauh dari hiruk pikuk,jauh dari sorotan lampu. Kamar adalah tempat ternyaman ditemani dengan komputer atau buku adalah kombinasi sempurna untuk ritual sehari-hari. Dilengkapi dengan hobi berenang,baca buku,maka lengkaplah diriku sebagai makhluk "anti sosial" julukan yang saya dapat dari teman-teman dekat saya.
     Balik lagi ke topik di atas,pergeseran acara ultah dari tahun ke tahun yang semakin bergeser,dari pesta meriah,siram-siraman air,lempar telur.tepung dan aneka keliaran anak muda. Hingga acara kemarin yang hanya makan sederhana,untuk sekedar bercerita hal sehari-hari yang terjadi. Dilanjut ngafe. Hanya itu saja. Tapi terasa memang itulah pergeseran roda waktu. Sudah saatnya menata kehidupan yang lebih dewasa. Time to grow up...

Jumat, 25 Oktober 2013

Only in Indonesia?


What do you think about this picture? It's happen in my restaurant. Because i don't want to argue with that person so i take a picture to make it funny. If they poor i will have a tolerance about that. But they come with that thing without shame and put that in the table,like nobody watch them. OMG !!!

Kamis, 24 Oktober 2013

Pacaran

      Baru berkunjung ke rumah teman,berhubung dia punya pacar maka kadar berkunjung saya kurangi. Mulai dari papa,mama,hingga adiknya aku kenal. Harap maklum,teman perlahan akan tersisihkan lambat laun,demi masa depan bersama sang calon istri.
      Dia sudah akan menikah dalam waktu dekat,yang tanggalnya hingga kini masih dirahasiakan. Yang malah bikin kadar KEPO saya meningkat tajam, tiap kali ditanya jawabannya selalu rahasia,tar aja biar surpise. Haduh...Saya salah kali ya jadi lelaki,yang doyannya penasaran sama urusan orang. Mungkin bakat terpendam saya adalah reporter (nanya keseluruh narasumber sampai mendapatkan berita yang aktual,terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan) Alasan klasik untuk pembenaran diri.
      Mampir ke rumahnya,dia sedang sibuk mengurus undangan pernikahan. Acara saya berkunjung tidak pernah jauh dari minta tolong download,minta tolong ini dan itu,yang selalu dibantu dengan tangan terbuka.Benar-benar teman yang ringan tangan,dan sekali lagi saya minta tolong dibuatkan tampilan baru di blog saya yang sekarang.Dapat dilihat sendiri tingkat kenarsisan saya. Sekalian mencocokan dengan judul Philosophy dengan The Thinker.
     Baru beberapa menit bercakap-cakap, tampak raut mukanya berubah,bingung. Sibuk chat dengan pacar. Sekali lagi memaklumi,mungkin ada masalah,kadarnya semakin intens.Saya datang disaat yang tidak tepat. Untungnya keperluan saya cuma sedikit,jadi tidak berlama-lama. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam.Tiba-tiba dia bergegas ganti baju,sibuk sendiri,pokoknya terburu-buru. Ternyata sang pacar sakit. Sang pacar kos sendirian di Surabaya. Sudah malam,tidak ada yang bisa dimintai tolong selain pacar. Maka berangkatlah ia ke apotik,membeli obat,lalu diantarnya obat itu ke kos-kosannya. Sedangkan saya pulang ke rumah.
     Pada perjalanan pulang saya merenung. Sampai sebegitukah pengorbanan buat pacar yang notabene belum jadi istri. Sudah menjadi stigma ketika menjadi pacar,perempuan yang berkuasa sedangkan lelaki adalah ajudan/sopir. Yang akan berputar 180 derajat ketika sudah menikah. Lelaki jadi raja,istri jadi pelayan. Walaupun tidak semua begitu.
     Tapi memang itulah cinta,terus diperjuangkan walau mungkin konyol bagi yang melihatnya. Saya sendiri pernah merasakan hal tersebut,walau tidak tahap ekstreme. Rela melakukan sesuatu demi seseorang yang dicintai,walau jika dipikir secara rasional itu hal absurd.
     Bukan wilayah saya untuk menjadi hakim atas segala tindakan konyol yang telah terjadi dan akan terus terjadi hingga anak,cucu,cicit kita.,mungkin cinta itu masih tetap buta. Walaupun masih bisa membedakan mana Mobil Alphard,mana motor bebek.

Lagi-lagi pernikahan

        Malam-malam bertemu teman di McD. Ngobrol panjang lebar,ujungnya membahas pernikahan. Maklum sudah usia menginjak 28 tahun,umur dimana sudah matang untuk menikah,dimana teman seangkatan sudah menikah,sedangkan 2 jejaka ini masih belum nikah. Bedanya yang satu jomblo kronis,yang satu lagi sudah berpacaran 2 tahun lebih.
       "Gimana kabarmu,kapan nikah?"tanyaku
       "Kabar sih baik,cuma kalo nikah itu yang belum jelas" sahut teman saya
       "Kenapa tidak jelas?
       "Ditanya oleh pacar,kapan mau nikahnya."
Sedikit banyak saya agak tertohok juga. Maklum belum punya pacar mendengarkan teman "ditodong" diajak nikah. Dalam hati saya "kamu dikejar deadline juga ya?" Pacaran sudah 2 tahun belum juga diresmikan dengan pernikahan.
     Kegalauan teman saya cukup beralasan. Dia menanggung orang tua,adik yang masih kuliah dan berbagai macam problematika keluarga,istilahnya tulang punggung keluarga. Diajak menikah lagi. Menambah beban lagi,ujar hati kecilku.
      "Terus kamu jawab kapan?"iseng tanyaku
      "2 tahun lagi. Tahun 2015."Balasnya sembari memakan nasi dengan ayam.
      "2 tahun lagi adikku lulus kuliah,beban jadi agak berkurang,usaha juga perlahan tapi pasti bakal maju." Jawabnya santai.
      "Sehabis ditanya kapan menikah,pertanyaan susulan keluar dari mulut pacarku.Nanti setelah menikah tinggal di mana?" Lanjutnya sembari mengigit ayam.
Mampus dah,mendengarnya saja udah menyesakan di dada. Salah satu alasan saya tidak mau pacaran dulu ya kena 2 pertanyaan tadi. Dari sisi finansial belum mampu,dari sisi mental juga patut dipertanyakan.
       "Apa jawaban kamu?"
       "Ya aku bilang kalau ada uang beli rumah tapi nyicil,kalo tidak ya kontrak dulu. Pacarku bilang sih ok."
Dalam hati "hebat ya pacar kamu sudah nikah masi mau tinggal di rumah kontrakan."Apalagi saya tahu pacarnya tinggal di rumah  yang kalau disebutin komplek perumahannya,yang mendengarnya bisa takut sendiri karena mahalnya. Tebak aja diantara 3 komplek perumahan Surabaya barat yang paling terkenal.
        Saya sudah 16 tahun bersahabat dengannya. Tahu jatuh bangunnya.Tahu susahnya,belum tahu senangnya. Masih berjuang terus untuk menghidupi keluarganya. Kurang lebih senasib. Tapi dibanding dahulu masih lebih mending sekarang.
          Dari beberapa percakapan di atas saya mengagumi kehidupannya. Berani pacaran,berani menjanjikan sesuatu,tidak mengeluh,rasanya hidupnya dijalani dengan santai,tanpa beban. Walaupun tanggungan segunung. Beda dengan saya yang penuh perhitungan,asumsi,probabilitas,resiko yang bakal dihadapi. Lebih baik menghidari masalah daripada menambah beban pikiran. Terkadang seperti lari dari kenyataan.
        Ucapan dalam hati saya "Semoga semakin sukses ya. Selamat berjuang. Saya sebagai teman hanya bisa mendoakan."
       Segini dulu deh ceritanya. Udah jam 2 pagi.Kalo diteruskan bisa sampai subuh ngetiknya.