Sabtu, 14 Maret 2015

Kunci Sukses Menaklukkan Pujaan Hati dan Calon Mertua

     Melanjutkan tulisan saya mengenai bagaimana menjadi kaya dengan instan. Ini adalah sebuah tips yang persentasenya mencapai 99,9% untuk membuat calon mertua maupun target setuju untuk menikah dengan anda. Ini berlaku bagi pria maupun wanita.
     Tipsnya sederhana. Milikilah 5 kunci ini.

  1. Kunci Rumah.
  2. Kunci Mobil
  3. Kunci Pabrik
  4. Kunci Brangkas
  5. Kunci Kondominium
     Siapa yang tidak tertarik dengan hal seperti ini? Ingin memperoleh 5 kunci ini dengan singkat? Jadilah tukang kunci !

Kamis, 12 Maret 2015

Tantangan Kedua Membuka Rumah Makan : Ragam Tamu

   

     Tahukah anda tantangan selanjutnya dalam menghadapi hal seperti rumah makan? Ya,kepribadian tamu yang beraneka ragam. Ada tamu yang datang duduk berjam-jam hanya membeli air mineral gelas 240cc seharga 1000 rupiah. Apakah menjadi masalah? Bagi saya selama keadaan tidak ramai pengunjung,tak mengapa. Tapi jika ramai,tolonglah pahami saya yang sedang mencari uang. Kalau ingin menunggu lama tanpa mengeluarkan uang,lebih baik di rumah saja. Tidak akan ada yang mempermasalahkannya.
      Belum lagi ada orang yang minta nasi dengan porsi banyak tetapi tidak mau mengeluarkan uang lebih. Ia beralasan badannya besar,jadi minta porsi lebih.Kelakuan itu berulang kali,berkali-kali tidak saya kabulkan tapi masih saja seperti itu. Jengkelnya sampai di ubun-ubun.  MEMANGNYA SAYA YAYASAN SOSIAL ?
     Ada lagi yang unik dan menyebalkan.Seorang tamu meminta air dingin ketika memesan minuman,dan meminta jeruk nipis dalam jumlah banyak. Tahu apa yang ia perbuat? Jeruk nipis tersebut ia peras kedalam air dingin,abra kadabra jadilah es jeruk nipis dengan hanya membayar segelas air putih. IRIT atau PELIT?
     Tamu higienis. Tahukah anda untuk menggoreng ayam yang bagus adalah merendam ayam dalam minyak panas. Untuk merendam ayam memerlukan minyak kurang lebih 3 hingga 4 liter menggunakan wajan besar. Kelakuan salah satu tamu saya adalah meminta minyak gorengnya untuk diganti dengan yang baru. Jikalau pesanannya 20 potong keatas mungkin akan saya kabulkan. Tapi ini hanya 1 potong,saya harus mengganti 3 hingga 4 L minyak goreng !!! Masuk akal tidak sih? Bawa pulang mentahnya, goreng sendiri saja di rumah !
     Tipe tamu tidak mau rugi. Di setiap rumah makan biasanya disediakan tisue di setiap mejanya. Saya ingat sekali kejadiannya,ketika tempat tisue itu penuh karena baru diisi tiba-tiba habis tak bersisa selembarpun. Ternyata tamu tersebut membuka tutup tissuenya dan memasukkannya kedalam tasnya ketika akan pulang. Seakan tidak ada perasaan bersalah sama sekali dengan santainya ia ngeloyor pergi.
     Beberapa tamu saya berkunjung hanya memesan makanan tanpa memesan minuman. Bagi saya mungkin mereka ingin berhemat,karena membeli air mineral tidaklah murah, tetapi yang bikin jengkel adalah membawa minuman dari luar karena berdekatan dengan minimarket maka mereka berbelanja di minimarket. Padahal sumber keuntungan sebuah restoran terletak di minuman. Mungkin itu sebabnya banyak restoran yang ditulisi pada dindingnya DILARANG MEMBAWA MAKANAN DAN MINUMAN DARI LUAR !
     Tamu yang paling ekstrem adalah tamu yang saya foto di atas. Datang,meminta ijin untuk duduk, kemudian membuka bekal sendiri dari minimarket,masih sempat untuk meminjam koran untuk dibaca,menonton televisi,walau semua kotorannya ia buang ke tempat sampah dan mejanya bersih,tapi ini contoh yang terkadang tidak masuk sampai di nalar saya.  Saya hanya mendiamkan saja kejadian tersebut. Bagi saya ini hanya menjadi bahan lelucon yang bisa saya kenang seumur hidup saya.

Rabu, 11 Maret 2015

Menatap Kolam Renang Dari berbagai Tempat dan Ketinggian

     Selalu menyenangkan bagi saya ketika menyaksikan warna biru yang terpancar dari air di kolam renang,bentuk kolam renang yang berbeda-beda pun menambah daya tarik bagi saya ketika memandangi kolam. Meneduhkan.


Foto ini saya ambil dari balkon lantai 5 Apartemen Water Place Tower E Surabaya. Bentuk kolamnya yang melingkari apartemen menambah daya tarik tersendiri ketika menyaksikan dari atas.



Diambil dari lantai 3 Hotel Swiss Bell-inn Seminyak Bali. Kolamnya terletak di tengah-tengah hotel. Menjadi pusat perhatian ketika pertama kali saya datang disini.


Pengambilan foto dari Apartemen Puncak Permai tower B lantai 8.


Apartemen Ciputra lantai 17. Bentuknya seperti kacamata menurut pandangan saya pribadi.

Senin, 09 Maret 2015

Tantangan Dalam Membuka Rumah Makan Bagian 1

     Banyak orang dengan ringannya berkata bahwa bisnis makanan adalah bisnis  berLABA besar. Padahal tantangannya tidaklah mudah. Ini adalah pengalaman saya dalam mengelola usaha makanan berbasis ayam.

Bahan Mentah.
      Dalam memasak tentu bahan mentah seperti ayam beserta jeroan seperti hati,ampela,usus serta aneka macam bumbu seperti cabai,merica,lada,minyak goreng,daun kemangi,kecap,ketimun,jeruk nipis.  Barang-barang diatas adalah barang wajib ada untuk berdagang. Pernah membayangkan ketika harga cabai meroket? Menjadi 100.000 rupiah/kg. Atau suply ayam mendadak langka? Barang semacam ini pun sangat riskan,terlalu lama disimpan bahan menjadi rusak,walaupun di freezer. Bahan pangan sangat rentan,apalagi jika terlalu lama disimpan baik di lemari es,ataupun dibiarkan begitu saja.

Cara Penanggulangan.
     Membuat stok opname. Buat data statistik akan banyaknya penggunaan bahan,dan perkiraan waktu habis. Tidak bisa 100% tepat,tapi amat membantu dalam menakar perputaran barang. Untuk rumah makan sederhana tentu hal tersebut tidaklah terlalu sukar. Jika anda tidak mengerti cara membuat stok opname,mintalah bantuan kepada teman anda yang bekerja  pada perusahaan keuangan atau bekerja pada bidang administrasi untuk mengajari anda.
     

Sabtu, 07 Maret 2015

#Pertanyaan Konyol

     Kenapa ketika tidur menggunakan pendingin ruangan (AC) kebanyakan dari kita berselimut? Apa gunanya coba? Susah-susah mendinginkan ruangan pada ujungnya berselimut. Menghangatkan tubuh.#PertanyaanKonyol

Jumat, 06 Maret 2015

Popularitas

"Tidak seberapa penting anda MENGENAL banyak orang,
melainkan seberapa banyak anda DIKENAL orang."
 
# POPULARITAS By Me

Kamis, 05 Maret 2015

Fakta Marketing

     Dunia Marketing adalah dunia yang ajaib. Dimana anda tidak dilihat dari seberapa lama anda berkutat di pekerjaan anda,melainkan seberapa banyak uang yang anda hasilkan bagi perusahaan. Tidak ada senioritas,yang ada hanyalah PRESTASI. 

Rabu, 04 Maret 2015

Berlari Mengejar Ketertinggalan

     Apakah anda merasa waktu berjalan cepat? 3 bulan telah terlewati di tahun 2015 . Apa yang telah dicapai? Masih jalan di tempat?  Atau sudah menciptakan prestasi?
     Yang saya lakukan hanya kerja...kerja...kerja. Mengharapkan hasil yang terbaik di pengujung tahun. Menuntaskan resolusi baru di tahun yang baru.

Selasa, 03 Maret 2015

Cara-Cara Instan Menjadi Kaya

     Ide tulisan ini saya dapatkan ketika bercakap-cakap dengan seorang kawan lama. Percakapan panjang tiba-tiba mencapai sebuah titik dimana ia mengucapkan ada 3 cara untuk menjadi kaya dengan instan.
  • Terlahir kaya. Pernyataan yang tidak dapat dipungkiri kenyataannya. Pertanyaan selanjutnya apakah ketika meninggal masih tetap kaya? Silahkan anda sendiri yang menjawab.
  • Menikah dengan orang kaya. Anda sedang menikah dengan harta atau dengan manusia? Siapkah anda dengan realita yang nantinya tidak seindah dongeng. Berapa banyak wanita yang menikah dengan kekayaan pada akhirnya bernasib tragis? Menjadi simpanan,dicaci maki,ditampar,direndahkan martabat dan derajat karena harta. Percayalah kejadian diatas terjadi berulang kali,jika anda menikah karena harta bersiaplah anda diberlakukan selayaknya benda,baik wanita ataupun pria,dicampakan layaknya benda yang sudah tidak terpakai adan dibuang layaknya benda yang tak berguna.
  • Bergaul dengan orang kaya. Hingga sekarang saya masih belum menemukan esensi dari kalimat tersebut. Tidak semua orang kaya itu baik seperti semua orang miskin itu buruk. Semua kembali ke pribadi orang-orang tersebut. Walau ada kemungkinan anda dipekerjakan, atau dijadikan rekan bisnis.
     Yang ini seharusnya ditambahkan , kaya melalui Forex, Saham, MLM, maupun money game yang sedang marak. Berapa banyak orang yang merugi tetapi tetap saja berkecimpung di tempat itu? Termasuk juga saya. Puluhan hingga ratusan juta telah saya bumi hanguskan disana. Apakah saya jera? Tidak. Apa alasannya? Karena banyak orang yang kaya mendadak karena hal di atas. Tetapi saya melupakan berapa banyak orang yang menjadi miskin karena hal diatas.
     Begitu banyak cara instan untuk menjadi kaya,tetapi apa yang di benak saya,mengapa orang tidak pernah percaya dengan kaya itu membutuhkan proses. Tidak bisa langsung,butuh jatuh bangun berkali-kali. Nurani saya berkata tidak ada cara instan jadi kaya. Karena kerja keras selalu dibayar dengan PANTAS.
     Pertanyaan Terakhir untuk orang yang ingin kaya. Jika sudah kaya apa yang anda mau lakukan?

Senin, 02 Maret 2015

Review Pipe And Barrel


Grandma's Creamy Fettuccine

     Hampir setiap hari saya melewati jalan Polisi Istimewa Surabaya saya baru sadar bahwa ada restoran yang bernama Pipe and Barrel. Letaknya cukup tersembunyi. Berada di deretan restoran Daun Lada.
     Karena terburu-buru,saya tidak sempat untuk memfoto dekorasi restoran ini. Langsung saja saya membahas makanan dan minuman yang disajikan.
     Cara pemesanannya saya harus mendatangi kasir terlebih dahulu untuk melihat foto-foto makanan menggunakan smartphone tanpa ada NAMA maupun HARGA. Setiap kali hendak memesan harus bertanya ke kasir. "Terbuat dari bahan apakah ini? Isinya apa saja ?" Dan lain sebagainya . Tidak efisien,menjengkelkan serta membuang waktu,apalagi jika antrian panjang,dan yang pesan masih belum menjatuhkan pilihan.
     Saya memesan Grandma's Creamy Fettuccine seharga 58.000 rupiah,harga tersebut belum termasuk PPn dan service charge sebesar 3%. Untuk minuman saya memesan ice lemon tea seharga 18.000 rupiah. Yang paling lucu adalah saya baru mengetahui nama pesanan makanan saya dari bill yang telah dibayar.
     Untuk fettuccine rasanya nikmat,hanya untuk bakso salmonnya membuat saya tidak mood untuk datang kembali kesini. Rasanya ASIN total. Entah yang masak ingin menikah lagi,atau indra perasanya yang mati total. Tidak ingin ribut dan rasa lapar yang mendera maka saya habiskan,toh sudah bayar mahal sayang kalau tidak dihabiskan.
     Tampaknya tampilan yang menarik belum tentu cocok dengan lidah.Mungkin waktu itu adalah hari buruk saya bersantap disini,karena setiap saya melewati tempat ini selalu ramai dipenuhi pengunjung. Itulah penyebab saya berkunjung kesini.