Senin, 31 Maret 2014

The Raid 2 :Berandal



     Sudah Menonton Film ini? Film ini baru saja Premiere tanggal 28 Maret 2014 pada hari Jumat. Ekspektasi lebih pasti dinanti oleh para penggemarnya. Apalagi sesudah menonton The Raid yang pertama.
     Saya tidak akan mengulas alur ceritanya,karena sudah banyak yang mengulas film ini. Saya hanya mengungkapkan alasan mengapa The Raid 2 ini harus ditonton.
     Pertama film ini adalah film Indonesia yang mampu menembus jajaran Box Office. Soal kualitas jangan dipertanyakan lagi.
     Kedua,film ini saya harus acungkan jempol untuk adegan perkelahiannya. Benar-benar realistis, tanpa efek CGI,benar-benar murni. Koreografi pukulan,tendangan,sabetan,tembakan,darah,maupun sayatan nampak nyata. Dibandingkan dengan film 300 Rise of an Empire. Saya menyukai film ini jauh.
     Yang ketiga,peran Julie Estelle sebagai Hammer Girl di film ini,menjadi warna tersendiri,dia satu-satunya wanita yang terlibat dalam adegan perkelahian di film ini. Bukan saja sebagai pemanis, tetapi menjadi musuh yang sukar dikalahkan. Sudah cantik,pandai berantem lagi,siapa juga yang tidak terpikat. Hm...
     Keempat,pertarungan tidak hanya menggunakan tangan kosong,melainkan berbagai macam senjata yang di film manapun jarang digunakan,macam palu,pemukul baseball,dan pisau kerambit(Pisau kecil melengkung mirip celurit),dan adegan kejar-kejaran ala film barat pun tersaji disini.
     Kelima,melalui film inilah diperkenalkan seni beladiri pencak silat,porsi yang cukup besar disajikan dan ditonton masyarakat bahwa Indonesia pun mempunyai seni beladiri yang layak untuk diakui dunia.

     Film berdurasi 150 menit ini tidak terasa ketika ditonton. Jadi siapkan waktu anda untuk menonton film ini. Dukunglah perfilman Indonesia dengan menonton film ini di bioskop kesayangan anda.

Catatan penulis : Jika anda tidak menyukai darah,jangan tonton film ini,apalagi membawa anak kecil menonton film ini,sangat tidak disarankan. Mungkin karena itulah Malaysia mencekal film ini. Adegan demi adegan cukup brutal,tapi buat saya pribadi,film ini benar-benar action banget !!!

Kutipan Mengenai Menulis

"Writing is a way of talking without being interrupted." 

Jules Renard

Minggu, 30 Maret 2014

Jalan Seorang Penulis

Tulisan ini saya kutip dari rubrik Opini koran Jawa Pos hari Minggu 30-3-2014

"Jalan untuk menjadi penulis itu dipenuhi onak dan duri. Melawan diri sendiri,butuh konsentrasi tinggi,menyuarakan hati nurani,tak jarang harus berujung dan bersua dengan kata "mati". Namun,Chairil Anwar telah mewanti-wanti,sekali berarti setelah itu mati.Adakah yang lebih berarti selain jujur pada hati nurani?"

Perlukah memberi Uang Tip?

     Suatu ketika dalam perjalanan mengirim barang,saya berserta sopir bercakap-cakap ringan.
"Enak jadi sopir terkadang dikasih tips,lumayan buat tambahan uang makan atau rokok".Ujar si sopir.
Saya pun hanya tersenyum simpul ketika mendengarnya.
     Saya tidak bisa menyalahkan sopir tersebut,namanya dikasih,pura-pura menolak tapi dalam hati sih mau banget. Terlalu normatif,tapi mengingkari hati sendiri.
     Ini cerita dari karyawan lain,sebut saja si B. Kalau mengirim barang milih-milih,kalau yang memberi tips pasti didahulukan,kalau tidak ada uangnya ditunda saja,terkadang melemparkan ke sopir yang lain. Yang lain cuma bisa melongo,karena sopir ini cukup senior.Gara-gara tips tadi,sang sopir memiliki prioritas yang berbeda,mendahulukan yang memberi uang,kalau tidak berduit nanti dulu. Pengalaman tersebut pernah saya praktekan sendiri,mendukung yang memberi uang. pelayanan jadi lebih sigap,cepat.
     Mendidik mental tanpa tips itu susah,seperti kita mencela pemerintahan yang korupsi besar-besaran,tapi kita juga suka diberi uang ucapan terima kasih. Lah uang kecil aja suka apalagi uang besar? Membandingkan dengan Jepang yang warganya menolak untuk diberi tips,sungguh perbadingan yang terlalu jauh.
     Kerja tanpa pamrih saya sudah jarang terjadi. Kalaupun ada itu karena tidak adanya kesempatan. Andai ada pasti lain cerita.
     Saya pribadi tidak suka memberi tips.Orang akan bilang saya kikir,pelit dan lain sebagainya. Terserah anda yang menilai,toh saya melakukan apa yang saya anggap benar.
     Pertama-tama orang yang memberi tips serasa menjadi raja karena uang,tapi itu semua memiliki maksud,tolong prioritaskan saya. Kalau tidak bisa jadi uring-uringan. Kan konyol. Jalur cepat. Kalau bisa cepat menggunakan uang,ngapain juga harus repot-repot. Mengubah paradigma masyarakat luas tidak akan pernah mudah,sukar tetapi bukan berarti tidak mungkin dilakukan.

Sate Daging Kelapa Ondomohen Surabaya


Tampak luar,asap dari pembakaran sate yang tidak pernah berhenti
     Jika anda jalan-jalan ke Surabaya jangan lewatkan kesempatan untuk menyantap sate kelapa Ondomohen ibu Asih di jalan Ondomohen 36 Surabaya. Sate daging sapi dilengkapi dengan parutan kelapa yang digoreng ditemani irisan bawang merah dan cabe utuh.Nikmat sekali. Saran saya jangan dibawa pulang,tetapi langsung disantap di tempat. Karena ketika dibawa pulang terasa sangat liat ketika dikunyah.
     Harga 1 porsi berisi 10 tusuk sate seharga 21.000 rupiah,jika anda merasa isinya terlalu banyak, anda bisa pula membeli hanya 5 tusuk.Penjualannya cukup flexibel. Saya membeli sate 5 tusuk dengan nasi cukup dengan 13.500 rupiah,harga minuman botol kemasan berkisar 3000 rupiah.
     Di sekitar daerah Ondomohen banyak sekali yang berdagang sate kelapa,tetapi pelopor utamanya adalah sate milik ibu Asih. Buka setiap hari dari pagi ( saya berkunjung jam 8 pagi sudah buka) hingga pukul 8-9 malam.

Fotonya agak berantakan,karena sesudah makan baru ingat belum difoto.:p

Kamis, 27 Maret 2014

Review : Cocari Restoran All You Can Eat




     Anda menyukai acara makan-makan hingga kenyang? Cobalah berkunjung ke Cocari di Jalan Indragiri No. 20 Surabaya. Dengan harga 106.000 rupiah (harga pada tanggal 15 Maret 2014) anda sudah bisa makan minum sepuasnya dengan batas waktu 3 jam. Tempat yang cocok untuk bercengkrama bersama keluarga,rekan atau sahabat.
     Dengan menu yang terbilang cukup lengkap,dengan adanya daging sapi,ayam,udang,kerang,cumi dan aneka sayuran seperti selada,bawang bombay,tahu,maka menu makanan yang disediakan pasti memenuhi keinginan para penikmat makanan.
     Ada 2 cara untuk mengolah makanan ini,dengan cara direbus atau dibakar menggunakan arang. Apabila grill sudah agak gosong maka akan diganti dengan segera oleh para karyawannya.  Jika anda tidak ingin susah payah dalam memasaknya,anda bisa meminta tolong karyawannya untuk membantu memasaknya.
     Sebagai pembuka ada salad bar,anda bisa memilih sendiri apa yang anda inginkan. Jika tidak anda bisa membuat es campur sesuai dengan selera anda sendiri. Sebagai penutup ada ice cream aneka rasa,seperti kacang hijau,coklat,durian, strawberry,ketela,dan toping yang bervariasi semakin melengkapi waktu bercengkrama anda.
     Untuk minuman,ada banyak pilihan,seperti ice tea,lemon tea,lemon squash dan macam-macam minuman bersoda. Jadi jika anda menyukai makanan all you can eat,jangan lewatkan restoran satu ini.

Suasana pada hari Sabtu
     Luas ruangannya cukup memadai,ketika saya berkunjung dengan delapan teman saya,langsung tersedia tempat,walau nampak selalu padat. Jika anda tidak ingin mengantri anda bisa reservasi dengan menghubungi nomor (031)5677379

Merancau Ala Dewi Lestari Mengenai Penulisan

     Tulisan ini saya ambil dari tweet @deelestari. Saya Mencoba mengarsipkan apa yang dibagikan oleh para penulis terkemuka ketika mereka berbagi tips dalam menulis. Dan inilah tips menulis ala Dewi Lestari.
  • Level 1: belum pernah menulis tapi mau belajar. Di sini berguna menulis sebanyak-banyaknya, baca sebanyak-banyaknya. Kuantitas dulu. Yang dicari wawasan kreatif.
  • Level 2: sudah menulis tapi jarang selesai. Di sini teknik jadi berguna. Menulis dengan tujuan, dengan struktur dan kerangka.
  • Level 3: sudah menulis tapi ingin meningkatkan kualitas. Di sini menulis tidak lagi jadi perkara mudah. Bukan lagi kuantitas. Teknik level presisi.
  • Jadi pembelajaran menulis memang sebaiknya bertahap. Tergantung kita sdh sampai di mana, dan tujuannya mau ke mana.
  • Tantangan setiap level beda-beda. Seperti makan Mak Icih. Jangan rakus di awal, jangan pula terlena di akhir. Karena pembelajaran terus berjalan.
  • Untuk buka wawasan kreatif, baiknya jangan loncat langsung ke menulis karya, tapi melatih pikiran peka dulu pada ide.
  • Jurnal atau diary adalah pelatihan baik di awal. Tapi jangan berhenti di situ. Begitu diary mau jadi buku, tetap harus pakai teknik dan struktur.
  • Di level 2, penulis sudah mulai ngeblog, self-publish, atau menulis 1-2 buku. Saatnya menajamkan kualitas. Jangan terlena.
  • Level 3 sebetulnya lebih "berbahaya". Penulis sudah cukup mapan, punya pembaca setia. Di sini penulis bisa mentok kalau berhenti mengembangkan kualitas.
  • Kalau kita sudah tahu sudah sampai level mana, kita bisa bikin tantangan sendiri. Contoh: di level 1, baca 1 buku/minggu, bikin 1 blog +/- 400 kata/minggu.
  • Di level 2: bikin karya dengan deadline. Contoh populer: gerakan NaNoWriMo (bikin 1 novel +/- 50.000 kata dalam 1 bulan)
  • Di level 3, keluar dari comfort zone. Cerpenis mencoba menjadi novelis. Novelis pendek (<50.000 kata), coba bikin yang >75.000 kata.

Rabu, 26 Maret 2014

Peluang Bisnis Bagus. Ada atau Tidak sih?

     Jika anda bergaul dengan para pengusaha,maka akan selalu ada percakapan seperti ini.
"Ada bisnis apa nih?"
"Belum ada pandangan nih.Kalau kamu?"
"Belum juga,bingung mau bisnis apaan."
"Sama dong."

     Percakapan diatas adalah percakapan standar menjurus membosankan. Padahal banyak peluang yang tersedia. Contoh sederhana,membuka makanan pada malam hari hingga subuh. Sepi pesaing pangsa pasarnya besar. Ingin lihat contoh kongkritnya? McD,selalu tampak ramai tak perduli waktu sudah larut malam.
     Suatu saat ada teman bertanya kepada saya,bisnis apa ya enaknya? Ketika saya menyebutkan segala macam jawaban,pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana keuntungannya? Ini yang susah dijelaskan mengenai keuntungan,semua ingin langsung menghasilkan,tanpa melalui proses,ingin langsung untung,tanpa proses rugi,dan kalau bisa untungnya langsung besar.
     Ketiga,nanti ujungnya tetap tidak dilaksanakan,melakukan kegiatan seperti biasanya,dan basa-basi pertanyaan diatas akan terulang kembali. Bisnis itu bukan hanya mencari uang yang besar,mengingat jaman saya SMA dahulu,booming MLM,kemudian asuransi,sekarang Properti,seakan mengikuti arus yang ada,hanya mengejar uang semata,ketika sudah tidak menghasilkan maka sudah tinggalkan saja. Daya juangnya tidak ada.
     Peluang itu selalu ada,asal kita mau peka terhadap lingkungan,percakapan terhadap orang-orang,seperti rumah makan pada malam hingga dini hari,karena saya selalu mengalami kesukaran ketika mencari makan pada tengah malam. Yang ada ya McD itu saja. Ada pula reseller matras yoga,di Indonesia hanya ada beberapa penjualnya,tetapi peminatnya banyak sekali,itu saya saksikan sendiri.
     Dan tahukah anda bahwa banyak peminat akan investasi dengan keuntungan yang menggiurkan maka menjamurlah usaha money game? Perusahaan tersebut menjawab kebutuhan akan keuntungan yang besar. Walau resiko hilangnya pun besar,tanpa mengerti jalur pendistribusian uang dan sistem,tidak ada orang yang menjamin.

     Mengutip perkataan Bob Sadino. "Dikasih peluang usaha,jawabnya tidak punya uang,sudah punya uang,bingung mau bisnis apa,sudah ada bisnisnya bingung marketingnya,kalau seperti itu mati aja deh."
      Apa bisnis yang Bagus? Bisnis yang bagus adalah bisnis yang DIBUKA,bukan dipertanyakan terus !!!

Selasa, 25 Maret 2014

Modal Sedikit,Untung Besar,Tanpa Resiko, Mau?

     Sering ditawari bisnis tanpa perlu bekerja dapat menghasilkan keuntungan hingga 30% per bulan? Belum lagi ada bisnis dapat 1,5% per hari. Bukannya ingin meremehkan,sok tahu dan segala kesombongan yang lain. Masuk akal? Mana ada. Disaat orang sukses berkata mencari uang itu jatuh bangun dan penuh perjuangan dan pengorbanan,ini malah berkata tidak perlu bekerja uang datang sendiri.
     Manusia selalu dibutakan dengan imbal keuntungan yang besar,termasuk saya,tapi keuntungan besar selalu beresiko tinggi. Bermain saham,valas termasuk resiko potensi tinggi.
     Banyak orang menepis resiko karena tergiur bunga tinggi tanpa memerdulikan resiko,sudah buta dan tuli yang terpenting uang berlipat kali ganda. Ketika uang hilang maka menyalahkan orang lain,merasa tertipu,dan akhirnya menyalahkan semua orang kecuali dirinya.
     Sikap dasar manusia adalah serakah/tamak. Inginnya duduk,diam,dapat uang. Siapa juga yang tidak mau? Tapi sadarkah kalian bahwa seorang CEO pun masih terus bekerja walaupun mereka sudah bebas secara finansial?
     Ketika ketamakan menutupi hati,maka rasional terkadang tidak dipakai. Dahulu MLM selalu mengatakan sistem yang berjalan,tak perlu bekerja,pemasukan datang sendiri. Pada kenyataannya mereka harus bekerja layaknya orang kantoran,ketika kedudukan tinggi mereka maintenence downline layaknya mengurus anak buah,yang kelakuannya aneh-aneh,mulai dari mudah menyerah, pengeluh,suka menyalahkan orang lain.Tapi tidak suka menyalahkan diri sendiri.
     Semua membutuhkan pembuktian,bahwa mereka sukses dan lain sebagainya. Ketika sukses kita apatis,menyesal kenapa tidak ikut dari dahulu. Ketika gagal maka kita mentertawakan mereka,dan berkata bahwa pandangan kita yang benar.
     Saya mencoba berhenti menjadi orang yang mengharapkan perubahan tanpa melakukan apapun tetapi menjadi pelaku perubahan,melalui tulisan ini saya berharap menjadi pelaku perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Bahkan membuat tulisan inipun membutuhkan pengorbanan waktu,tenaga dan pemikiran. Tertarik untuk menjadi pelaku perubahan?

Senin, 24 Maret 2014

Mie Instan,Makanan Keseharian Masyarakat ?



Mie instan,sawi,nasi putih beserta suwiran ayam




     Mie instan,siapa yang tidak menyukainya? Tiap hari saya menyaksikan karyawan saya memakannya.Bukan maksud menggurui, tapi apa yang di benak mereka ketika makan itu mie terus menerus. Bukan hak saya untuk mencelanya.Toh saya juga terkadang menyantapnya.
     Bukankah makan mie itu tidak menyehatkan bila terus menerus dikonsumsi. Bolehlah untup menyantapnya seminggu sekali atau dua kali. Tapi ini hampir setiap hari. Mungkin mereka bermaksud berhemat, apa tidak ada opsi lain? Dengan modal 1500 rupiah, sudah kenyang, apalagi ditambah nasi putih cukuplah.
     Ataukah karena keterbatasan waktu? Masak mie instan cukup 5 menit. Belinya pun tidak sukar. Tinggal melangkah ke warung atau minimarket terdekat.Dibandingkan pergi ke pasar, harus pergi pagi-pagi, memilih apa yang dibeli,menawar, beli bahan mentah saja bisa memakan waktu 1 jam. Belum lagi mengolah makanan hingga menjadi matang. Makin lamalah prosesnya.
     Siapa juga saya yang mengajari, toh itu pilihan mereka. Bagi yang memiliki uang mudah saja, beli ke restoran atau istri di rumah memasak, itulah harapan kehidupan yang ideal, tapi semua tetap butuh diperjungkan. apa mau dikata, uang lebih penting dari kesehatan, ada uang bisa beli obat, sehat tak memiliki uang pun menyedihkan.Padahal di dalam mie instan terkadung MSG dan garam yang cukup tinggi.