Rabu, 23 Desember 2015
Selasa, 22 Desember 2015
Menikmati Depot 88 Malang
Sudah lama saya tidak berkunjung ke kota Malang. Dikarenakan ada keperluan pekerjaan maka saya mengunjungi kota satu ini. Lelah beraktifitas pada malam harinya saya mengunjungi depot 88 yang terletak di jalan Esberg WI /7 Malang.
Tidak pakai lama saya mencoba nasi goreng Kepiting. Porsinya bisa untuk 2 orang. Cukup banyak ketika saya melihat makanannya disajikan. Bagaimana dengan rasanya? Cukup Nikmat,saya sendiri pun tidak mampu menghabiskannya sendirian. Sisa dari makanan tersebut saya bungkus.
Untuk suasana karena kota Malang yang cukup dingin,makan sesuatu yang hangat tentulah menyenangkan, entah karena suasananya saya merasa nyaman di tempat ini. Apalagi saya melihat depot ini cukup ramai dengan pembeli. Apalagi dengan adanya layanan jasa antar makanan, dapur tak pernah berhenti bekerja.
Untuk harga sendiri berada di kisaran 25.000 rupiah,cukup berimbang dengan takaran makanan yang disajikan. Jika anda bingung makan di kota Malang, tempat ini bisa jadi alternatif tempat pilihan untuk bersantap.
Minggu, 20 Desember 2015
Hilangnya Antusiasme
Kehilangan antusiasme dalam menulis, terasa semakin membosankan. Salah satu penyebabnya karena jarang membaca, hanya menjalankan rutinitas.
Apa yang harus dilakukan? Tetap menulis, sedikit atau banyak tetap harus dilakukan. Sudah vakum hampir 3 bulan.
Penyebab lainnya kurang jalan-jalan ,baik ke luar kota,tempat wisata ataupun sekeliling. Rutinitas yang sama menyebabkan saya mentok. Jadi memang harus refreshing.
Tulisan seharusnya merupakan sarana pelampiasan emosi. tetap terasa hambar. yang terpenting mengeluarkan unek-unek.
Tulisan hambar,tidak ada emosi sama sekali,hanya sekedar formalitas yang tertuang. Ada opsi lain selain berhenti? Tetap harus jalan terus bagaimanapun juga. Berhenti hanya berlaku bagi para pecundang.
Apa yang harus dilakukan? Tetap menulis, sedikit atau banyak tetap harus dilakukan. Sudah vakum hampir 3 bulan.
Penyebab lainnya kurang jalan-jalan ,baik ke luar kota,tempat wisata ataupun sekeliling. Rutinitas yang sama menyebabkan saya mentok. Jadi memang harus refreshing.
Tulisan seharusnya merupakan sarana pelampiasan emosi. tetap terasa hambar. yang terpenting mengeluarkan unek-unek.
Tulisan hambar,tidak ada emosi sama sekali,hanya sekedar formalitas yang tertuang. Ada opsi lain selain berhenti? Tetap harus jalan terus bagaimanapun juga. Berhenti hanya berlaku bagi para pecundang.
Minggu, 13 Desember 2015
Bersantai di Caturra Espresso
Berawal dari adik teman yang magang di kafe ini,maka berkunjunglah saya ke Caturra Espresso. Jujur saya tidak mengetahui kafe ini walau sudah buka selama 5 bulan. Semakin menjamurnya kafe,hampir tiap bulan selalu ada kafe baru yang bermunculan,dan pelafalannya pun sukar. Saya pun tidak mau ambil pusing untuk menghafalkannya satu per satu.
Kembali ke kafe ini, Saya pun seringkali melewati jalan ini. Tapi apa yang terlihat adalah DMP music. Mungkin karena bersebelahan,maka fokus saya malah ke sebelah kafe ini. Untuk ruangan saya katakan cukup luas.
Dan inilah pesanan rekan saya. ice cream vanila with chocolate and rootbeer. Saya sendiri memesan banana,hazelnut and cookies blended. Tidak sempat saya foto karena sudah haus duluan sebelum meniatkan diri untuk berfoto.
Sempat pula saya memesan nasi goreng lidah,rasanya enak menurut saya, tidak bisa saya temukan di tempat lain, jika ada kesempatan cobalah cafe yang satu ini untuk mencari suasana yang berbeda.
Minggu, 22 November 2015
Menyantap Ayam Goreng Sinar Pemuda
Ayam goreng, siapa juga yang tidak pernah menikmati ayam goreng seumur hidupnya? Saya rasa semua orang pernah merasakan nikmatnya ayam goreng.
Menu kali ini adalah ayam goreng Sinar Pemuda yang terletak di ruko G-walk Citraland Surabaya. Nama ayam goreng Pemuda tentulah tidak asing bagi anda warga Surabaya. Ayam goreng legendaris yang pertama kali buka di jalan Pemuda Surabaya. Yang kini cabangnya sudah menyebar di mana-mana.
Kembali ke topik ayam pemuda ini rasanya renyah. Untuk satu potong ayam seharga 17.000 rupiah. Nasi putih 5.000 rupiah. Tentu tidaklah lengkap jika meminum segelas es jeruk murni.
Menu yang ditonjolkan tentulah ayam goreng,jika anda ingin jeroan seperti hati,ampela,usus pun disediakan di tempat ini. Jika anda berkunjung ke Surabaya jangan lewatkan ke rumah makan ayam yang memiliki sejarah panjang yaitu ayam goreng Pemuda.
Sabtu, 21 November 2015
Menikmati nasi pecel Hj Boeyatin
![]() |
| Nasi Pecel + sate usus |
Berawal dari bingung mencari makan siang,saya dan beberapa rekan kerja memutuskan untuk mencoba makan pecel Hj. Boeyatin yang terletak di jalan Ketabang Kali 51 Surabaya.
Saya tidak pernah memakan pecel ini sebelumnya, walau seringkali saya melewati jalan ini,dan pecel tersebut selalu ramai dipadati pengunjung, apalagi melihat antrian mobil yang berderet.
Kesan pertama ketika memasuki tempat ini adalah tempatnya yang luas. Bisa menampung hingga 60 orang bahkan lebih. Apalagi lokasinya di pusat kota, tentu menarik minat banyak orang untuk berkunjung.
Untuk seporsi nasi pecel dengan tahu,tempe, perkedel serta peyek teri/kacang ,saya cukup merogoh kocek sebesar 12.000 rupiah. Untuk harga saya bilang cukup standar, karena lokasi, kebersihan dan aneka macam menu pilihan yang variatif sesuai dengan selera. Saya menambah 1 tusuk sate usus seharga 2.000 rupiah.
Bagi anda yang ingin menikmati pecel,tempat ini tidak boleh terlewatkan untuk anda coba. Untuk rasa pun cukup nikmat. Sistem pembayaran pun pesan dahulu bayar belakangan. Tidak terlalu rumit. Jika ada kesempatan,saya tentu akan kembali bersantap di tempat ini.
Jumat, 20 November 2015
Kepiting Saos Singapore ala Layar
Karena bisikan "iblis" teman kerja ,saya datang ke restoran Layar memesan 1 porsi kepiting saos singapore. Per ons dihitung 30ribu. Dan inilah hasilnya, 1 kepiting saos singapore terpampang di depan mata menunggu untuk disantap. Berapa harga yang harus dibayar? 165.000 rupiah untuk 0,5 kg kepiting. MAHAL ? Sudah tentu,tapi kalau anda memakannya,perasaan itu akan terbayar dengan lunas. Rasanya luar biasa nikmat. Rugi kalau anda tidak mencobanya....Sikat !!!
Kamis, 19 November 2015
Menikmati Suasana Rumah Makan Indragiri
Saya berkesempatan berkunjung ke rumah makan Indragiri yang terletak di jalan Indragiri no 10 Surabaya. Ini adalah pertama kalinya saya berkunjung ke tempat ini, itupun karena ajakan seorang klien untuk bertemu.
Kesan pertama ketika saya datang adalah rasa teduh dan nyaman. Diiringi musik yang mengalun sendu,membawa sebuah rasa nyaman tersendiri. Seakan bukan berada di tengah kota yang hiruk pikuk.
Restoran ini menyajikan menu yang cukup sederhana semacam nasi campur dan aneka menu tradisional nusantara. Saya sendiri memesan nasi campur yang berisi nasi putih,manisa,daging ayam,empal,dan oseng-oseng tempe. Menu ini membuat saya kenyang,karena porsi nasi yang cukup banyak. Harganya 25.000 rupiah.
Tidak banyak yang bisa saya ceritakan disini, makanan tidak saya foto,karena rasa sungkan betemu dengan klien. Masa saya mengambil foto. Bisa ditertawakan.
Secara keseluruhan saya suka dengan suasana rumah makan ini. nuansa kayu yang terasa amat kuat membuat saya semakin betah berlama-lama disini. Tempat ini cocok bagi anda yang ingin bertemu dengan klien ,ataupun bercengkrama dengan sanak saudara,karena ada ruangan outdoor di belakang yang cukup luas untuk menampung hingga 20 orang. Makanannya pun cukup nikmat.
Ini foto yang sempat saya ambil sebelum klien datang. Segelas ice lemon tea seharga 15.000 rupiah. Selamat menikmati.
![]() |
| Ice Lemon Tea |
Minggu, 27 September 2015
Bersantap di LAYAR Seafood & Ikan Bakar
Saya Berkesempatan berkunjung ke restoran bersama dua teman saya setelah mengunjungi sahabat yang telah melahirkan seorang putri yang cantik.
Ditengah kebingungan hendak bersantap malam,maka restoran layar ini terbersit dalam benak kami bertiga. Tidak pakai lama langsung saja kami menuju Raya Bukit Mas 109 untuk bersantap.
Beberapa pilihan menu telah kami tunjuk.
Untuk minuman
- Es Kelapa muda 17.500 rupiah
- Es Degan Jeruk 20.500 rupiah
- Singapore milk tea 17.500 rupiah
- 3 Nasi putih @6000 rupiah
- 1 Tauge polos 24.500 rupiah
- 1 Kangkung terasi 34.000 rupiah
- 1 Gurame bakar kecap 70.000 rupiah
- 1 Udang saus inggris 48.500 rupiah
- 1 Udang saus padang 48.500 rupiah
- 1 Kerang hijau 33.000 rupiah
- 1 Kerang batik 33.000 rupiah
Rabu, 02 September 2015
Bakwan Dempo Hr Mohammad
Ini adalah kunjungan pertama saya ke bakwan Dempo yang terletak di jalan Hr Mohammad 46 Surabaya. Melihat suasananya berbeda dengan bakwan dempo yang terletak di jalan Dempo 17. Terasa lebih modern.
Dindingnya yang terbuat dari rumput sintetis membuat teduh di mata. Soal rasa, saya menyukai usus isi yang dijual di bakwan dempo. Harganya memang cukup mahal 8500 rupiah. Usus yang dililit oleh daging cincang ini tidak pernah saya lewatkan ketika bersantap disini.
Tidak sempat berfoto dengan makanannya. Saya hanya menyempatkan diri untuk memfoto interiornya.
Dindingnya yang terbuat dari rumput sintetis membuat teduh di mata. Soal rasa, saya menyukai usus isi yang dijual di bakwan dempo. Harganya memang cukup mahal 8500 rupiah. Usus yang dililit oleh daging cincang ini tidak pernah saya lewatkan ketika bersantap disini.
Tidak sempat berfoto dengan makanannya. Saya hanya menyempatkan diri untuk memfoto interiornya.
Langganan:
Postingan (Atom)











