Kamis, 19 Oktober 2017

Refleksi Diri

     Pernahkah kamu mempertanyakan eksistensi kehidupan kalian? Ataukah sekedar menjalani hidup hari demi hari seperti yang saya alami sekarang, hanya bekerja dari pagi hingga malam tanpa memiliki makna yang mendalam,sekedar mencari uang untuk bertahan hidup. Bayar listrik,PDAM , cicilan rumah maupun keliling dunia.
      Ternyata saya merasa semua itu semu , hal yang perlu saya pelajari adalah belajar bersyukur terhadap semua yang saya miliki. Ada tujuan lebih besar dari sekedar mencari uang,memberi impact kepada lingkungan bangsa maupun negara,belajar membuka wawasan lebih
     Tidak mudah, apalagi etnis saya yang menuntut untuk mengumpulkan uang dalam skala masif,ada sesuatu yang selalu mengusik hati,tapi hingga kini tidak bisa saya diamkan,entah itu rasa kuatir yang berlebihan,ketakutan akan masa depan yang hingga kini masih kabur.
     Sama juga dengan mencari rasa damai. Rasa damai itu tidak dicari keluar melainkan kedalam nurani itu. Seperti pertanyaan apa yang sudah kamu lakukan hari ini? Sudah puaskah kamu dengan kinerja hari ini? Sudahkah kamu membuka wawasan lebih? Tidak membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna.
     Saya sendiri sering melarikan diri dari realita dengan cara baca komik , nonton film hingga tidur seharian,tidak mau menghadapi realita,padahal waktu terus berjalan. ternyata menulis membuat saya merefleksikan diri,menulis membuat saya lebih mengerti diri, sebagai sarana berdamai dengan diri sendiri.
     Rasa tertuduh membuat seseorang menjadi lumpuh,berdamai dengan diri itu diperlukan. Jangan terlalu banyak berpikir, jalani sebaik mungkin, dan liatlah hasilnya. Tidak instan,tapi pasti akan ada jalan yang terbuka.
     Takut itu wajar,karena manusia itu takut akan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan. Yang terpenting adalah mengendalikan diri sendiri. Tidak perlu cemas berlebihan,sukses dan kegagalan itu hanya setipis kertas. buatlah damai dirimu. Sayangilah jiwamu,sayangilah tubuhmu. Maka Tuhan pun akan tersenyum kepadamu.

Kamis, 17 Agustus 2017

Mahal...

      Apa yang ada di benak marketing ketika ada calon pembeli ketika mereka mengucapkan kata mahal.

Mahal = tidak mau beli
mahal = tidak punya uang
mahal = belum mampu beli
mahal = alasan (cuma lihat-lihat)

     Banyak pembeli selalu beralasan barang yang dijual mahal , padahal mungkin orangnya tidak punya uang. Nawar pun tidak. Kalau semua orang bilang mahal kenapa juga barang yang dijual masih ada yang membeli?
     

Rabu, 16 Agustus 2017

Merayakan Hari Kemerdekaan

     Bagi saya yang tinggal di pemukiman warga yang masih menjunjung tinggi nasionalisme , suasana kemerdekaan terasa begitu nyata dalam wujud fisik. Mulai dari lampu warna warni yang menghiasi jalan, bendera yang berkibar di setiap halaman rumah warga maupun aneka lomba yang diselenggarakan oleh RT/RW  setempat.
      Menjelang malam kemerdekaan, berbagai tempat mengadakan acara kumpul warga, menyerukan pekik MERDEKA , MERDEKA , MERDEKA !!! Disertai hiburan musik yang memekakkan telinga dan makanan untuk warga yang menghadiri acara tersebut.
      Saya sendiri tidak menghadiri tersebut walau telah mendapatkan undangan. Hanya mendengarkan suara dari kejauhan. Apakah saya tidak nasionalis karena tidak menghadiri acara tersebut? Bisa ya , bisa tidak.
      Bagi saya pribadi kemerdekaan dalam masa sekarang hanya sebuah wacana. Ketika hari kemerdekaan lewat , saya kembali ke masa dimana melakukan aktifitas tanpa memikirkan makna kemerdekaan itu sendiri.
     Bagi para karyawan bisa menjadi sebuah hari libur yang menyenangkan bersama keluarga. 1 hari untuk melepaskan lelah dari rutinitas pekerjaan.
       Semoga tidak banyak orang yang berpikiran sama seperti saya. Jika banyak celakalah bangsa ini.

Rabu, 19 Juli 2017

Kembali Ke Awal...

     Sudah hampir 2 tahun blog ini telantar. Saatnya memulai halaman baru,tangan terasa kelu,pikiran terasa buntu,tapi tulisan selalu ingin dituangkan dalam sebuah wadah.
     Semoga kedepan tulisan ini kembali rutin ditayangkan. Walau banyak foto dan ide yang tersimpan siap untuk dilepas dari dalam kotak untuk dibagikan.
     Hapus rasa malas,siap untuk mengetik...Menjadi manusia yang berdampak,walau hanya bagi segelintir orang.

Sabtu, 01 April 2017

Permintaan Maaf Yang Tak Terucap....

     Sebuah kata maaf tidak akan pernah cukup untuk mengungkapkan sebuah rasa penyesalan. Yang tersisa hanyalah emosi negatif,kemarahan, kuharap bukan sebuah dendam. Hanya karena kurang adanya keberanian.
     Hidup adalah pembelajaran. Dikala suka maupun duka. Banyak yang terjadi. Disaat suka manusia bisa tertawa lepas, sedangkan ketika sedih manusia bisa terlarut dalam isak tangis. Itu hanyalah sebuah siklus kehidupan yang tidak mungkin terlepas.
     Inilah kehebatan sebuah kehidupan. Entah mengapa tulisan ini melenceng dari tujuan awal. Terkadang mengungkapkan kenyataan lebih pahit daripada tidak mengetahuinya. Pahit itu pasti, saya pun memilih untuk berbohong daripada mengungkapkan kebenaran yang pada kenyataannya amat sangat pahit.
     Inilah sebuah pengalaman, menjadikan seseorang menjadi lebih bijaksana, setiap manusia memiliki sisi lemahnya. jikalau uang membutakan persahabatan. mungkin itu benar. karena hati manusia siapa yang tahu. bahkan orang itu sendiri belum tentu tahu keadaan hatinya sendiri.
     Hidup ini seperti hamparan debu, begitu banyak debu hilang tertiup angin, semoga luka hati ini akan tersembuhkan seiring berjalannya waktu.
     Kehidupan ini terasa begitu lucu, meminta maaf berkali-kalipun tidaklah cukup. Seperti sebuah gelas yang retak, dapat disatukan kembali tetapi bentuknya tidak akan kembali seperti semula.
     Membangun sebuah relasi butuh waktu bertahun-tahun tetapi untuk menghancurkannya cukup menciptakan sebuah kesalahan.
     Pantaskah untuk dicaci maki? Jika itu bisa menyenangkan pelakunya maka lakukanlah. Pada akhirnya yang tersisa adalah luka di kedua belah pihak. Luka yang membekas.
     Berharap persahabatan ini akan terus berlangsung, apakah mungkin? saya rasa tidak.. mungkin dikemudian hari, ketika berpapasan kita hanya menjadi seorang teman biasa. Seorang yang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
     

Jumat, 08 Januari 2016

Masihkah Ada Budaya Membaca ?

     Ini adalah pengalaman saya ketika beriklan properti di OLX. Banyak kekonyolan yang terjadi semisal dengan orang yang masih saya bertanya tentang harga properti yang dijual. Padahal sudah jelas terpampang harga jualnya. Masih saja tidak dibaca, padahal itu sudah kelihatan besar.
     Belum lagi orang yang tanya alamat lengkap,padahal alamat yang dituju pun salah, saya tidak pernah memasang alamat X , tetapi orang ini bertanya alamat X. Padahal punya pun tidak.
     Bagaimana orang bisa maju jika untuk membaca hal yang sepele saja tidak bisa? Semua data sudah terpampang jelas masih saja bertanya.
     Seperti halnya buku panduan dalam barang elektronik. Siapa yang pernah membacanya? Paling juga langsung masuk dus atau malah masih tersegel plastik dengan rapi tanpa pernah dibuka bungkusnya. Padahal basic semua tercantum disitu. Jadi harus menyalahkan siapa juga?
     Apalagi sekarang dengan adanya VLOG dan sebagainya orang semakin malas membaca dan berpikir kritis, hanya dicekokin ilmu yang kebenarannya kadang perlu dikaji ulang.
     Masih berminat membaca tulisan ini sampai selesai? Atau malah sudah bosan karena hanya tulisan yang terpampang tanpa adanya gambar...Sekian dari saya,semoga bermanfaat.

Selasa, 05 Januari 2016

Ramen Village @ AEON Mall BSD City

      Ketika berkunjung ke Aeon Mall,saya berkesempatan untuk mengunjungi Ramen Village. Sesuai dengan namanya tempat ini menyediakan aneka ramen dengan merk beraneka ragam. Saya yang datang pada hari kerja merasa cukup risih dengan kondisi disana. Penyebabnya adalah bujuk rayu karyawan ramen yang begitu heboh. Dimulai dari sambutan selamat datang ala Jepang,penjelasan menu makanan mereka yang datang silih berganti serta kelebihan mereka apabila membeli ditempat mereka. Melengkapi kebingungan saya untuk memilih.
     Kompetisi yang begitu keras menyebabkan saya cukup maklum. Perbaikan pelayanan dalam penyambutan mungkin harus diperbaiki karena mereka berebut pelanggan disebabkan tamu yang datang dapat dihitung dengan jari.
     Pada akhirnya saya duduk di salah satu tempat ramen. Entah apa namanya,saya sendiri tidak hafal karena bingungnya.



     Itu kesan saya yang didapat ketika mengunjungi mall ini, selebihnya? Mall tetaplah mall, hanya berbeda konsep. Konsep mall ini katanya lebih berfokus ke brand Jepang. Penasaran ? Silahkan dikunjungi langsung. 

Senin, 04 Januari 2016

Bistro Rice Hachi-Hachi



     Bagi anda yang menyukai makanan Jepang bisa mencoba restoran Hachi-hachi. Hampir di semua mall di Surabaya restoran ini ada,seperti Galaxy mall, Tunjungan Plaza, PTC.
     Selain aneka pilihan sushi, menu seperti bento atau nasi pun tersedia disini. Kesempatan kali ini saya mencoba Bistro Rice seharga 53.000 rupiah. Seperti gambar di atas.
     Menu ini bagi perempuan lebih baik dimakan berdua,karena porsinya banyak banget. Saya sendiri kekenyangan ketika menyantap menu yang satu ini.
     Komposisi yang terdiri dari nasi,ebi furai (udang tepung),onion ring, 2 tusuk sate ayam , beef yakiniku dan sayuran ini membuat saya kekenyangan. Porsinya tidak pelit.
      Menu pilihan yang variatif bisa menjadi salah satu opsi ketika anda sendiri bingung hendak makan apa. Dari anak kecil hingga orang dewasa bisa terpuaskan dengan menu-menu yang disajikan

Minggu, 03 Januari 2016

Depot Wijaya

     Bagi anda warga Surabaya,depot wijaya mungkin akan terdengar familier di telinga anda. Bahkan mungkin anda sudah pernah bersantap di depot ini. Baik berupa nasi kotak, maupun tumpeng.
     Depot Wijaya ini terletak di jalan Ir Anwari no 7 Surabaya dengan no telp (031) 5676469 / 5687928. Depot ini letaknya cukup tersembunyi,karena tidak terletak di jalan raya maupun protokol. Depot ini terkenal karena nasi kuningnya. Dengan harga di kisaran 35.000 rupiah, tentu anda tidak akan berani mencoba jika rasanya tidak berbanding dengan harganya.
     Saya sendiri cukup terkejut dengan harga yang terpampang di daftar menu, tapi ada harga ada kualitas,apalagi jika anda berkunjung pada siang hari,tempat ini penuh dengan orang yang hendak makan siang. Jadi setiap harga memiliki pangsanya sendiri.
     Tampilannya pun biasa saja,seperti depot biasa,tanpa karyawan berseragam, memang mengesankan depot. Ujung dari segala makanan adalah rasa bukan? Jadi tidak ada salahnya anda mencoba depot yang satu ini.
     Saya sendiri mencoba lontong cap go meh. Sayangnya saya tidak memfotonya karena sudah lapar dahulu, karena penyajiannya pun cukup lama. Entah karena ramai atau memang lama. Berani mencoba?





Sabtu, 02 Januari 2016

Arumanis Hotel Bumi Surabaya

     Bosan dengan makanan yang itu-itu saja, mungkin buffet di hotel Bumi yang terletak di jalan Basuki Rachmat bisa menjadi alternatif bagi kalian yang ingin makan sepuasnya / all you can eat.
     Saya berkesempatan mengunjungi tempat ini karena ajakan seorang teman untuk makan siang di tempat ini. Kalau tidak mana mungkin saya iseng-iseng datang sendirian bersantap di tempat ini. Walau seringkali saya suka solo traveling menikmati kuliner.
     Soal tempat jangan ditanya, berhubung ini adalah hotel tentu saja tampilannya mewah. Dengan dekorasi etnik Jawa yang penuh dengan unsur kayu.



     Saya sendiri terpukau dengan tampilannya,terasa meneduhkan tanpa terasa berlebihan.
   



     Di bagian luar pun terasa menyenangkan,apalagi di outdoornya terasa teduh karena banyaknya tanaman yang tersebar, meneduhkan mata.


     Nah sekarang saya akan membahas soal menu makanan yang disajikan. Makanan yang disajikan sesuai dengan dekorasinya menitikberatkan ke masakan nusantara. Dari sate ayam,usus,martabak ayam/kambing, garang asem, krecek, baby potato, ada pula udang mayonise maupun sayur-sayuran seperti urap,soto ayam,baso.
    Untuk minumannya ada es campur,wedang jahe,wedang rempah,beras kencur dan aneka olahan rempah-rempah yang jarang anda temukan di tempat lain.




     Sudah puas menikmati santap siang ataupun malam anda? Jangan terburu-buru pulang , coba anda berjalan-jalan menikmati ruang outdoor yang ada di hotel ini. Sembari menurunkan isi perut setelah diisi penuh. Jika anda bersama keluarga jangan lupakan juga berfoto bersama, karena banyak spot yang menarik untuk difoto. Ada juga pendopo yang bisa anda gunakan untuk berfoto. Sayang saya tidak sempat memfotonya.




     Setelah semua itu yang terakhir adalah saatnya membayar. Saya tidak akan menulis harganya disini melainkan saya tunjukan melalui foto dibawah ini.


     Harga yang tertera ketika makan pada siang hari untuk 2 orang, apabila anda bersantap pada malam hari harganya lebih mahal 50.000 rupiah. Tetapi menu yang disajikan lebih banyak daripada pada siang hari. Penasaran? Tinggal dikunjungi saja bukan?