Kamis, 12 September 2013

Takut Gagal

          Banyak dari kita merasa tidak memiliki keberanian untuk melakukan yang berbeda,walaupun dalam kondisi yang menjemukan. Ambil contoh:berapa banyak karyawan yang mengeluhkan tentang betapa kecil gaji yang dimilikinya,tetapi tidak berani untuk keluar dari zona nyamannya. Takut kehilangan sesuatu untuk sesuatu yang lebih baik? RESIKO yang tidak mau diambil,harga yang harus dibayar untuk sesuatu yang baru. Dengan beribu macam alasan yang melatarbelakanginya.
     Saya adalah orang yang belajar mengambil resiko,dan menerima konsekuensi atas apa yang akan terjadi tanpa menyalahkan siapapun ketika mengalami kemalangan dan tidak mengkambinghitamkan keberuntungan apabila menjadi sukses.Jatuh bangun itu yang membuat saya semakin kuat,dan bertumbuh.Daripada DIAM dalam kesunyian bukankah lebih baik menjadi sebuah suara yang memecah keheningan?
          Segala sesuatu yang  kita perjuangkan tidak akan kembali sia-sia,minimal menjadi pengalaman utnuk dibagikan. Jangan samakan hidup dengan perjudian. Hal yang lucu ketika saya berteman dengan penjudi. Ketika ia diajak untuk berbisnis dengan istrinya, ia menolak dengan berbagai alasan. Takut rugi,takut ini dan itu. 1001 macam alasan ia dapat keluarkan untuk mencegah istrinya berbisnis sendiri. Tapi ketika berjudi dengan mudah ia membuang ratusan ribu hingga ratusan juta walau ia tidak pernah menang,selalu kalah,tetapi masih saja berjudi. Padahal kalau dilihat dari sisi matematika,judi itu adalah statistika. Jika anda tertarik bisa saya jelaskan dengan detail mengapa penjudi selalu kalah dengan bandar,dan mengapa penjudi selalu berujung kebangkrutan,dan bandar selalu merengguk keuntungan.
          Saya menulis tulisan ini untuk mengeluarkan apa yang mengganjal di hati. Ketika menyaksikan betapa bodohnya manusia ketika dihadapkan dengan sebuah keberanian untuk mengambil langkah,mengambil keputusan yang keluar dari zona nyaman. Ingin menikmati sesuatu yang berbeda tetapi berkubang di kubangan yang sama.

           "TAKUT GAGAL BUKAN DISEBABKAN OLEH KEGAGALAN ITU SENDIRI,TETAPI APA YANG KITA PERCAYAI TENTANG KEGAGALAN ITU SENDIRI "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar