Google+ Followers

Rabu, 15 Oktober 2014

Bahasa Inggris, Siapa Takut?

     Ini adalah beberapa kisah dari seorang teman berprofesi dosen Bahasa Inggris di sebuah Universitas Surabaya. Dalam sebuah sesi tanya jawab ringan ini adalah perbincangan antara dosen dan sang mahasiswa.

Contoh 1
"Please tell me about your life (Tolong ceritakan tentang kehidupannya." Ujar sang dosen
"My life is flat,nothing special (Hidup saya datar tidak ada yang istimewa)."Ujar sang mahasiswa
Bayangkan jika anda menjadi dosen,bagaimana anda bisa memberi penilaian jika jawabannya singkat,tidak padat,dan tidak bermakna? Layakkah jawaban seperti itu menjadi cerminan sebuah mahasiswa?
Karena sang dosen sedang jengkel maka ia menjawab. "So I can't give you a score.That's it" (Jadi saya tidak bisa memberi anda nilai,sekian).

Contoh 2
Dalam sebuah ujian ada sebuah gambar dan sang mahasiswa disuruh mendiskripsikan gambar tersebut.
.
Tell Me what Antonio's Wearing.(Beritahu kepada saya apa yang Antonio kenakan).
Dan inilah jawaban sang mahasiswa
He wearing black hair,he wearing clock. (Ia mengenakan rambut hitam,ia menggenakan jam) Clock sebenarnya lebih mengarah ke jam dinding,lebih tepat menggunakan watch.
Dalam kesenewenan sang dosen menulis (#wearing hair gundulmu). Bagi anda yang mengerti Inggris mungkin akan mentertawakan tulisan ini. Bagi yang tidak mengerti lebih bagus menggunakan wig bukan daripada rambut).  Saya yang membacanya jadi tertawa sendiri. Dan ini adalah tulisan mahasiswa terkemuka di Surabaya. Bagaimana bisa lulus coba dari SLTA dengan kemampuan bahasa Inggris yang amburadul begini?

Contoh 3.
Ada sebuah sketsa seseorang mengunakan sepeda. Sang mahasiswa menulis Eddy Wimcycle. Maksudnya apa coba menulis nama seseorang dengan nama belakang salah satu merk sepeda terkenal?
Sang dosen mencoba menelaah sendiri dengan mengartikan Eddy is riding a bike.

Contoh-contoh diatas sungguh membuat miris saya yang bukan seorang mahasiswa sastra Inggris,hanya sebagai pengamat, Saya sempat bertanya,dari mana asal para mahasiswa sakti ini? Kebanyakan dari luar kota Surabaya, Tidak perlu saya sebut,karena mahasiswa "sakti" ini tidak perlu melalui ujian tapi bayar saja uang bea masuk yang besar maka semua akan lancar bukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar