Google+ Followers

Senin, 05 Januari 2015

Sebuah Pernyataan

     Tulisan ini  dibuat sebagai pernyataan sikap terhadap orang yang mengaku berkomitmen dalam keagamaan. Suatu kali saya berhadapan dengan pernyataan bahwa pemimpin saya sedang kelelahan,kering rohani,tidak adanya pertumbuhan,disertai dengan banyak problematika hidup yang datang silih berganti. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari apa yang disebutnya "pelayanan". Apakah hal itu salah? Maka dengan tegas saya menjawab tidak , karena itu adalah hak pribadi masing-masing individu.
     Apa sih pelayanan itu? Pelayanan itu memberikan sesuatu tanpa mengharapkan sesuatu, berkomitmen dalam melakukannya. Tulisan ini bukan untuk menghakimi. Karena saya bukan hakim dan saya pun bukan siapa-siapa.Banyak orang yang mendefinisikan pelayanan lebih daripada itu,seperti berkorban waktu tenaga,uang yang secara ekstrem jika bisa selalu ada.
     Pelayanan dalam jangka waktu pendek tentu tidak memerlukan ketekunan yang berlebih,berbeda dengan  jangka panjang,apalagi yang disebut dengan keagamaan. Waktu yang diperlukan adalah seumur hidup. Dan tahukah anda bahwa pekerjaan yang paling membuat stres adalah Pemuka agama? Ia dituntut selalu tampak suci,agung,penuh pengetahuan,dan mampu melakukan berbagai macam hal yang orang lain belum tentu bisa lakukan.
     Ketika ia menyerah,maka banyak yang mencemooh,padahal pekerjaan ini penuh tantangan, dipenuhi dengan ekspektasi berlebih,tanpa menyadari bahwa mereka pun manusia biasa. Disamping mereka memiliki kebutuhan untuk berkumpul dengan keluarga tetapi mereka menjadi milik publik layaknya artis.Maka kebutuhan publik menjadi prioritas. Tampak agung di luaran tetapi secara tak langsung menelantarkan keluarga.
     Untuk sementara sekian penulisan saya.
     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar