Sabtu, 19 Oktober 2013

Commitment+consistence+persistence= Success

        Kalau search di Google tentang kunci kesuksesan,bakal banyak yang keluar. Tiap orang sukses mempunyai kunci suksesnya masing-masing. Saya menulis ini juga untuk mereview kembali pengaplikasiannya dalam hidup
      Sering kali kalimat  komitmen terdengar di acara-acara seminar,baik di dalam organisasi ,pernikahan ,perusahaan,keluarga. Karena terlalu seringnya mungkin kita menganggap angin lalu tentang arti kata komitmen. Komitmen adalah sikap kesediaan diri untuk memegang teguh visi, misi serta kemauan untuk mengerahkan seluruh usaha dalam melaksanakan tugas.
      Dalam segala aspek kehidupan saya ambil contoh paling mudah adalah pernikahan membutuhkan komitmen,baik terhadap suami/istri maupun anak. Pada kenyataannya Sidang perceraian semakin banyak,status janda/duda terpampang di KTP sudah sangat wajar. Walaupun di Agama Kristen menikah 1x seumur hidup Apalagi untuk Katholik berkas pernikahannya sampai dikirim ke Roma untuk pengesahannya. Dan kalau mau cerai ada teman saya yang nunggu sampe bertahun-tahun surat cerainya engga turun-turun. "Sampai maut memisahkan" tapi pernikahan yang berumur 1 hari besoknya cerai pun ada. Nikah express,cerai kilat. Layakkah itu disebut komitmen? Don't make me laugh please..
       Konsisten menurut kamus bahasa indonesia adalah tetap (tidak berubah-ubah); taat,asas,ajek,selaras.
Konsisten untuk pengaplikasian dalam kehidupan amat banyak. Ambil contoh adalah untuk karya. 
       Konsisten dalam berkarya  menunjukan eksistensi dalam karier,pilihan hidup yang diambil,menciptakan karater yang konsisten. Ambil contoh dalam sebuah karya musik seorang musisi Yovie Widianto "Kahitna." Baru baru ini ia merayakan 30 Tahun berkarya. Waktu 30 tahun untuk berkarya itu bukanlah waktu yang sedikit. Dan dengan karya yang diproduksi secara konsisten,seseorang Yovie adalah seseorang yang sukses. Waktu adalah indikator sebuah konsistensi,tidak ada yang lain.
      Yang terakhir adalah Persistence/keuletan.didefinisikan sebagai liat dan kuat; tidak mudah menyerah.
Faktor terakhir ini sebagai sikap terakhir untuk mencapai kesuksesan. Dalam melakukan komitmen dan kosistensi pasti akan menemukan banyak permasalahan maupun tantangan. Maka keuletan yang akan mensuport 2 hal tersebut.
      Sekian dulu apa yang saya tulis semoga memberi sebuah wawasan baru,ataupun mereview apa yang telah kita pelajari. Karena saya sendiri selalu perlu untuk diingatkan akan apa yang telah saya pelajari.

-No Pain No Gain-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar