Minggu, 20 Oktober 2013

Monster University

      Baru saja selesai nonton film " Monster University "Ada satu pelajaran yang bisa aku dapat dari film ini. Film yang mendapat rating dari IMDB sebesar 7.5 ini bagi saya cukup menghibur.
Ini adalah salah satu percakapannya. 

                                                     *WARNING SPOILER*
Pada menit 56 dimana kelompok OK dijadikan bulan-bulanan.
MIKE  "we need to keep trying"
SULLIVAN  "No you need to stop trying! You can train monster like this all you want but you can change who they are.
Don Carlton "no matter how much we train we will never look like them.We built for other things"

         Disini konflik sedang terjadi. Dimana Mike percaya bahwa mereka pasti bisa dalam kompetisi tersebut sedangkan lainnya putus asa. Kata-kata Don Carlton memang benar "seberapa banyakpun kita berlatih kita tidak seperti mereka. Kita diciptakan untuk hal yang lain." Jika dibuat perumpamaan di kenyataan adalah antara mobil 1000 cc dengan mobil 6000 cc. Mobil dengan 1000 cc tidak bisa dibuat berkompetisi dengan 3000cc. Bagaimanapun mobil dirombak sedemikian rupa tidak akan mampu menyaingi kecepatan lari mobil 6000 cc. Tapi apakah itu membuat kita menyerah begitu saja karena bakat yang tidak kita miliki?
        Pertanyaan itu terjawab ketika Mike mengajak kelompoknya ke Monster INC. Untuk melihat cara kerja karyawan di sana. "Take a good look fellas see what they all have in common?there is no one type off scarer. The best scarer use their differences to their advantage."
        Di Monster Inc tersebut ada begitu banyak tipe monster dengan kelebihan dan kekurangan mereka,tapi mereka mampu mengoptimalkan apa yang mereka miliki dengan kelebihan yang mereka  miliki.
       Balik  lagi ke perumpamaan mobil. Untuk kecepatan lari 1000cc mutlak kalah,tapi jika diadu kelincahan atau adu cepat parkir dalam keadaan yang adil saya yakin yang menang mobil 1000 cc. Mobil dengan 6000cc pasti berbodi besar,dan kelincahan ketika menghadapi macet pun patut dipertanyakan. Yang terakhir tingkat konsumsi bensinnya pun bakal berbada jauh. Mengertikah poin yang saya jelaskan dengan perumpamaan di atas?
      Pada kenyataannya kita sedang berpacu dengan diri kita sendiri. Menjadi pribadi yang lebih baik tanpa membanding-bandingkan dengan orang lain. Menjadi pribadi yang optimal. Ketika seseorang membanding-bandingkan dengan orang lain maka tidak akan pernah rasa puas yang muncul. Dan mentertawakan orang yang berada di bawah kita. Itu yang saya alami pada masa lalu. Selalu merasa tidak puas ,kurang bersyukur,karena selalu menatap langit tanpa menjejak tanah memperhatikan sekitar.

"Bersyukurlah karena kita ini unik "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar