Sabtu, 15 Februari 2014

Dokter,Seorang Penyelamat atau Seorang Yang Menakutkan ?

BBM masuk disuatu hari
"Eh,kalau badan kaku-kaku itu kena asam urat ya?"
"Bisa saja,ada beberapa macam penyebab. Bisa asam urat,salah tidur,atau kurang olahraga.kenapa tidak cek darah aja sekalian.biar tahu kondisi badan sendiri."
"Takut,nanti ketahuan penyakitnya apa aja,kan repot."
 "Mengapa juga orang takut menghadapi realita? toh lebih baik mengetahui kenyataan daripada hidup dalam kebohongan." Ucapan dalam hati saya

Suatu hari bertemu ibu-ibu langganan di pekerjaan.
"Apa kabar? Sehat?"
"Baik sih,cuma ada kolestrol ama asam urat."
"Engga diobatin?"
"Sudah diminumin Lipitor setiap hari,tapi sudah berhenti sekarang."
"Sudah cek up lagi?"
"Belum,malas ah. Buang uang. Ingat ya,hati yang gembira adalah obat yang manjur,semangat yang patah mengeringkan tulang. Jadi yang penting hati gembira,segala permasalahan beres."
".........."
Kalau semua orang berkata seperti itu dokter akan menjadi pengangguran,sebaliknya pelawak, komedian akan terus menjadi buruan untuk menjadi obat penyembuh.

Curhatan  di sebuah rumah makan.
"Suamiku tuh disuruh cek up tidak pernah mau,kalau berantem saja main tangan,ketemu jarum suntik aja takutnya setengah mati."
"Nah ini,bikin pusing kepala. Sama istri jadi jagoan,sama jarum suntik kalau disuntikan cuma serasa digigit semut takutnya setengah mati."

Cerita lain.
"Suamiku tuh giginya ngilu,tapi tidak mau ke dokter."
"Memang tidak pernah cek up?"
"Ngapain juga mesti cek up. buang-buang uang.Kalau aku sih kalau sudah sakit banget baru ke dokter.
Itu tuh kesalahannya,setiap malam tidak pernah sikat gigi,terus kalau selesai makan jarang banget minum. ya gitu deh hasilnya sakit gigi" gerutu sang istri.

     Dari beberapa cerita di atas,kenapa orang begitu takut untuk ke dokter. Untuk mengetahui masalah yang ada. kalau sakit sedikit dianggap masalah sepele,nanti kalau sudah berat menyalahkan keadaan,tapi diri tidak pernah mau disalahkan.Terlalu sayang uangkah? saya tidak membela dokter,tapi dokter selalu yang ujungnya disalahkan.Kalau tidak dokter dianggapnya mencari-cari uang dengan menyuruh mengecek melalui lab.
     Menjaga kesehatan,rutin memeriksakan diri ke dokter,apalagi bagi yang berumur. Kesehatan itu mahal,kita kan menyadarinya ketika kita sudah kehilangan kesehatan. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati. Olahraga pun tak kalah penting. Orang yang berkata tidak ada waktu untuk berolahraga,cepat atau lambat harus mencari waktu untuk mengobati penyakitnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar